Afterplay:
Bagian Paling |
|||||||||||
|
|||||||||||
|
Hubungan Seks dapat dibagi menjadi tiga tahap: foreplay (pemanasan), intercourse (hubungan seks), dan afterplay (pelemasan). Sebagai bagian dari hubungan seks, foreplay dilakukan dalam hitungan menit sampai jam, tergantung imajinasi dan kreativitas tiap pelakunya. Kebanyakan orang menganggap intercourse atau hubungan seks adalah puncak. Padahal yang terjadi setelah hubungan seks lebih mempunyai makna secara emosional karena pasangan telah menikmati kenikmatan bersama, kenikmatan utuh. Sayangnya, tidak banyak buku atau tulisan yang mengambil tema afterplay ini. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan James Halpern dan Mark A. Sherman yang melibatkan 264 lelaki dan perempuan, mereka menemukan bahwa kebanyakan dari mereka tertidur 1 jam setelah melakukan hubungan seks. Kesimpulan liannya, lelaki dan perempuan menginginkan hal yang sama dalam afterplay, dan kebanyakan mereka tidak mendapatkannya. Durasi afterplay juga tergantung dari kepuasan hubungan pasangan. Mengapa Afterplay Penting Dilakukan? Dua alasan utama afterplay tidak dilakukan adalah kelelahan dan ketidakpedulian. Kelelahan diakibatkan orgasme mengakibatkan saraf parasimpatik berkontraksi. Akibatnya pasangan yang bersangkutan melakukan relaksasi. Ketidakpedulian diakibatkan kebiasaan pasangan yang bersangkutan. Dalam hal ini biasanya lelaki cenderung tidak melakukan afterplay daripada perempuan. Perempuan diibaratkan air, pelan untuk mendidih dan lama untuk menjadi dingin. Sebaliknya lelaki sering diibaratkan api, cepat panas, cepat padam pula. Penjelasan secara medis mengatakan perempuan secara psikologis membutuhkan waktu relaksasi lebih lama setelah berhubungan seks daripada lelaki. Napas dan detak jantung lelaki lebih cepat mencapai kondisi normal, tidakberhubungan dengan hilangnya daya ereksi setelah klimaks. Untuk mencapai kokndisi seimbang, antara lelaki dan perempuan, foreplay harus dilakukan. -- Bagaimanakah Melakukan Afterplay? -- Cara melakukan Afterplay sangat tergantung kebiasaan setiap pasangan. Kebanyakan melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi. Saling menyisir rambut, pijatan bagian punggung, atau berpelukan adalah cara yang paling wajar dilakukan. Atau Anda dapat melakukannya dengan berbaring berdampingan, saling memandang, saling membelai, mencium, merasakan tentang apa saja. Kitab Kama Sutra menjelaskan, "Ketika perempuan kelelahan, ia harus menempatkan wajahnya pada lelaki untuk istirahat, tanpa mengganggu atau menyentuh organ-organ seks. Ketika perempuan beristirahat, lelaki harus memutar tubuhnya dan mulai melakukan hubungan seks lagi. Jika pasangan kekasih bermain dan saling bersentuhan setelah melakukan hubungan seks, mereka akan mendapat kenikmatan dan kepercayaan diri berlipat ganda. Permainan ini meningkatkan kenikmatan." Apapun yang akan Anda lakukan, afterplay selayaknya dilakukan demi kesenangan. Karena pada dasarnya after-play adalah permainan. Menurut Dr. Shirley Zussman, ahli terapi seks, seks seharusnya menyenangkan, bukan pertunjukan. Bahkan bangsa Eskimo (Inuits) menyebut hubugan seks sebagai "saat tertawa". Hal yang paling penting dalam melakukan afterplay, kegiatan ini harus mengutamakan kebersamaan. Kegiatan seperti mandi bersama, berbagi minuman, mendengarkan musik, melakukan percakapan mesra, atau menceritakan kejadian lucu dapat mempererat hubungan suami istri. ==
Larangan dan Anjuran == Larangan Anjuran |
||||||||||