|
Perbedaan selera
dalam kehidupan suami istri itu hal biasa. Bahkan ada yang bilang itulah
bumbu hidup berumahtangga. Tapi perbedaan gairah bercinta, ini yang berbahaa.
Apalagi kalau masing-masing pihak tidak saling terbuka dan enggan mencari
solusinya. Gairah cinta seseorang sebenarnya tidak bisa diukur dari berapa
kali dia melakukan hubugnan seksual. Tapi lebih pada intensitas ketertarikannya
pada seks. Ada anggapan, gairah lelaki lebih besar daripada giarah perempuan.
Nyatanya, banyak juga perempuan-perempuan punya gairah cinta yang dahsyat.
Sebaliknya ada pula lelaki-lelaki yang 'adem-adem' saja.
Mengapa Berbeda?
Berikut ini adalah beberapa
hal yang bisa menyebabkan gairah cinta pasangan Anda berbeda. Ada perbedaan
yang menetap, ada pula yang disebabkan oeleh salah bersikap.
-
Memang ada beberapa perempuan dan lelaki
yang "sudah dari sononya" punya intensitas gairah lebih besar atau lebih
kurang dari orang kebanyakan.
-
Kelelahan dan stress di tempat kerja
mempengaruhi performa. Yang tadinya menggebu luar biasa bisa jadi malas
tak berselera.
-
Problem rumah tangga yang belum terselesaikan
tentu jadi persoalan. Kalau tak diolah, bakal sama sekali mematikan gairah.
-
Takut gagal. Biasanya terkait dengan
kebiasaan pasangan yang senang menuntut dan mengkritik.
-
Perasaan tak diinginkan oleh pasangan,
biasanya terkait dengan penolakan pasangan bilamana diajak hubungan intim.
-
Kebosanan
-
Pasangan tidak responsif
-
Perasaan tak nyaman sehubngan dngan hubungan
intim. Bisa disebabkan karena gangguan ejakulasi (vaginismus, ejakulasi
prematur), bau tak sedap akibat keputihan atau kumulasi getah smegma pada
lelaki yang tak bersunat. Bisa pula karena sesutu yang lebih psikologis,
tidak menyukai posisi atau trik-trik tertentu dalam bercinta, misalnya.
-
Anda cemburu. Pasangan Anda lebih suka
melirik atau memuji perempuan bertubuh indah di tv.
Bagaimana mengatasinya:
Seringkali perempuan-perempuan jengkel pada suami yang senang melirik perempuan-perempuan
cantik bertubuh indah. Sebenarnya, perilaku ini bukan secara sengaja dilakukan
untuk menyakiti hati Anda. Secara psikologis, sifat seperti itu memang
terberi. Uniknya, pematangan gairah cinta perempuan lebih banyak didasari
pada apa yang boleh dan layak di masyarakat. Jadi lebih bersifat sosial.
Bila tak ada pengertian dan kompromi, persoalan bakal lebih runyam lagi.
Yang paling perlu diingat dalam menumbuhkan gairah cinta pasangan Anda,
Anda berdua harus bisa menciptakan suasana penuh pengertian dan penerimaan
yang dalam. Tentu saja semuanya atas nama cinta. Pahami bahwa untuk membentuk
gairah cinta yang cukup besar, perempuan sangat memerlukan intimasi. Sementara
lelaki membutuhkan kebaruan dan spontanitas dalam bercinta.
Citra diri yang positif ternyata juga mempengaruhi gairah cinta Anda. Tak
cuma perempuan, citra diri lelaki pun berdampak pada minat dan hasrat seksualnya.
Komunikasi, tak bisa dipungkiri, jadi satu-satunya kunci. Bila Anda bisa
mengerti dan paham akan keinginan masing-masing, bukankah langkah ke arah
intimasi semakin terbuka? Apalagi dengan komunikasi Anda bisa menyelesaikan
konflik dan pertengkaran. Jangan pernah ragu untuk menyisihkan waktu berdua
untuk bercakap-cakap. Apalagi bagi perempuan, kualitas waktu yang dimanfaatkan
berdua amat menunjang terpeliharana gairah cinta. Selamat mencoba.
|