Metafora secangkir
kopi
Masih tersimpuh
dengan nafas nafas tak utuh
Ketika pekatnya
suasana samarkan tangis
Namun manisnya
serasa tawarkan tawa
Mari berkaca
selayaknya orok tak mengenal dosa
Wajah suram yang
selalu terlihat lebih indah
Sembunyikan
aliran aliran bermuara
Pada setiap nafas
tersisa
Untuk terakhir
kalinya pahit menghadang
Menjelang sinar
tak lagi diharapkan
Sementara mimpi masih kuat untuk
kembali
Tanyakan padaku,
Apakah kita
sepakat malam ini untuk berhenti terjaga,
dan berharap esok
takkan pergi dari kita?
(Escapist: 02:04)
|