Magna
Ketika sosok itu
menuntunku kata demi kata
lidah ini
mengucap berbagai macam abstraksi,
hingga aku
tenggelam dalam berbagai dikotomi
Toh, segala yang
kucerna tak mampu tunjukkan makna
Apa yang berarti
dibalik setiap sisa sisa pesta
Tunjukkan padaku
bila kau memang mampu
Pertautan kita
tentu segala gairah berbuah tanya
Ada darah membeku
ketika sarkasme dikibarkan
dari tangan
terkepal menentang segala pertentangan
Sementara tarian
belati kian terarah
membayangi urat -
urat nadi para pemuja kontroversi
Haruskah aku
bertanya untuk mengerti
Dan bukan untuk
terpejam selamanya?
Ditengah usaha
menggagalkan metamorfosa
Diriku bukanlah
pusat alam semesta
Maka izinkan aku
menikmatinya sedikit lebih lama
Karena hidup
adalah untuk dimengerti
(Enigma: 01:04)
|