Welcome to Nevermaya.... The most Poetic site in Indonesia  
 

Nevermaya

Enigma

Escapist

Etalase

 

 
Trilogi Pertama

Metafora cangkir kopi

Dua Garis Paralel

Escapist I

Escapist II

 

 

Trilogi Pertama

I.

Dengan perlahan, kau tikam aku dengan sebilah senyum

Begitu perih, begitu mengendap,

dan luka tak terdefinisi sempurna

Bukan persoalan arah bila kini aku tersesat dalam langkah

Karena debu-darah berkonspirasi, lukiskan fatamorgana

 

II.

Dan itulah dirimu ketika bercermin air mataku

Jalanan menjalin labirin menuju cinta

Namun luka begitu memar dan melangkah pun tak kuasa

Hingga hilang hasrat tuntaskan carut marut itu

 

III.

Kan kuhentikan setiap pintaku yang menghamba

Kau tau, memugar hati memang tak sekedar memugar rasa

(Suatu saat nanti, yakinlah, akan kujelang nista itu

hingga kupanggut dirimu dalam rengkuhku)

 

(Escapist: 01:04)


 
 
 
 
 
 
©2004 VirKill
 
1