Trilogi Pertama
I.
Dengan perlahan,
kau tikam aku dengan sebilah senyum
Begitu perih,
begitu mengendap,
dan luka tak
terdefinisi sempurna
Bukan persoalan
arah bila kini aku tersesat dalam langkah
Karena debu-darah
berkonspirasi, lukiskan fatamorgana
II.
Dan itulah dirimu ketika bercermin
air mataku
Jalanan menjalin
labirin menuju cinta
Namun luka begitu
memar dan melangkah pun tak kuasa
Hingga hilang hasrat tuntaskan carut
marut itu
III.
Kan kuhentikan setiap pintaku yang
menghamba
Kau tau, memugar
hati memang tak sekedar memugar rasa
(Suatu saat
nanti, yakinlah, akan kujelang nista itu
hingga kupanggut
dirimu dalam rengkuhku)
(Escapist: 01:04)
|