Al-Haq the Truth - Kebenaran
|
||||
|
PEMBICARAAN INJIL-INJIL Al Masih Isa anak Maryam, bukan tergolong orang-orang ahli ibadat yang zuhud sebagaimana para Nabi dan orang-orang Asini dan Yahya pembabtis (Yahya anak Zakaria. Bahkan sebagaimana diceritakan oleh Matius :
" Seorang gelojoh dan peminum anggur, sahabat orang pemungut cukai dan orang berdosa" (Injil Matius 11 : 19).
Dan kata Yahya dalam Injilnya 2 : 10-10, yang keringkasannya Ialah :
"Dia menghidangkan anggur yang banyak pada perayaan perkawinan".
Dan lukas berkata dalam Injilnya : 7 : 37, 38 dengan kesimpulan :
"Dia menerima pelacur yang bertobat tergabung menjadi pengikutnya". (Lihat Injil Yahya 11 : 2 dan 12 : 3).
Kapan mula timbulnya Yesus itu ?
Mula timbulnya dan mula amalannya sesudah pembabtis di penjara, sebagaimana termaktub dalam Injil Markus 1 : 14, sebagai berikut :
"Setelah Yahya itu sudah ditangkap datanglah Yesus ke tanah Galilea memashurkan Injil Allah".
Dan Yesus menagamalkan amal Yahya pembabtis, berkhutbah kepada manusia memasyhurkan kerajaan Allah sehingga dikirakan oleh pengikut-pengikut Yahya Pembabtis, bahwa Yahya pembabtis sudah bangkit dari antara orang mati (Lukas 9 : 7-9).
Al Masih dan pilihannya terhadap murid-muridnya :
Al Masih memilih murid-muridnya dari pada corak yang sulit bagi ahli pikir untuk mengatakan, bahwa mereka itu dari corak kepemimpinan yang dengan keperibadiannya sanggup merobah dan mengolehkan dunia dan cara berfikirnya (Injil Matius 4 : 18-20). Sedangkan Injil-Injil menerangkan diantaranya akhlak mereka itu, bertolak belakang. Terbukalah keaiban dan titik-titik kelemahan mereka, jelas dan terang. Peterus menagatkan kepada tuannya Al Masih : "Jikalau semuanya menaruh syak akan tuan sekalipun, tetapi hamba ini tidak" (Injil Matius : 26 : 33). Tetapi nyatanya dia ingkar sewaktu Yesus diadili di rumah Kayafa kepala imam-imam, dia ingkar yang bahwasanya dianya bersama Yesus (Yang diadili bukan Yesus), sebagaimana disebutkan dalam Injil Matius 26 : 70-72.
"Tetapi ia bersangkal dihadapan sekalian orang itu, katanya : Tiada aku mengerti apa yang engkau katakan, Apabila ia keluar deserambi hadapan maka seorang dayang yang lain pula melihat dia, serta berkatakepada orang yang disitu. Orang inipun ada bersama sama dengan Yesus, orang Nazaret itu juga maka lagi ia bersangkal dengan sumpah : Tiada aku kenal orang itu" (Injil Matius 26 : 70-72).
Yudas berkhianat kepada tuannya, Yesus mermalkan hal itu dan meramalkan tentang pengetahuannya, kata Yesus : Sesungguhnya seorang diantara kamu menyerahkan aku. Yudas yang menyerahkan dia menjawab : "Apakah dia itu saja wahai tuanku ? Yesus berkata kepadanya : Kau bilang" (Injil Matius 26 : 21-25). Dan dengan satu ciuman berkhinanat Yudas kepada tuannya, Yudas berkata kepadanya : "Wahai Yudas ! Apakah dengan ciuman kau serahkan anak manusia ? (Injil Lukas 22 : 48). Yahya dan Yakub keduanya berkata kepada Yesus : "Berikan kami duduk satu di kananmu, yang lain di sebelah kirimu di dalam kemuliaan Guru ( Injil Markus 10 : 37). Kemauan murid-muridnya sama dengan kemauan dua orang murid tadi, sehngga Yesus ingin meredakan kemauan-kemauan ini lalu Yesus menjanjikan mereka akan duduk pada dua belas takhta serta menghakimkan dua belas suku bangsa bani Israil (Injil Matius 19 : 28)
Problem yang dihadapi Al Masih dalam Injilnya :
Al Masih tahu bahwa kebangsaan Yahudi yang digambarkan oleh orang-orang Yahudi tidak akan berhasil. Untuk ini Al Masih berkata : "Kerajaanku bukanlah dari pada dunia ini (Injil Yahya 18 : 36)
Rupanya yang dimaksud dengan kerajaan Tuhan itu ialah kerohanian tinggi yang bisa dicapai oleh orang-orang yang baik-baik dan suci bersih, sebagaimana dikatakan : "Kerajaan Allah diantara kamu" (Injil Lukas 17 : 21).
Sebegitu jauh Yesus tidak melihat dirinya kecuali salah seorang Yahudi, percaya kepada pikiran-pikiran Nabi-nabi selalu dan senantiasa mengamalkan amalan mereka dan berlaku menurut sunnah perjalanan mereka, maka tidak berpidato kecuali kepada orang-orang Yahudi, dengan dalil dia bertemu dengan wanita Samiria disamping sumur, lalu berkata Yesus kepadanya : "Kamu ini menyembah barang yang kamu tidak diketahui ; kami ini menyembah barang yang kami ketahui" (Injil Yahya 4 : 22). Sewaktu wanita Kan'an meminta kepadanya supaya mengobati anak perempuannya, Yesus enggan pada mulanya lalu berkata : "Tiadalah aku disuruh kepada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat dari antara bani Israil" (Injil Matius).
Yesus berpegang teguh kepada syariat Musa, sehingga sewaktu menyembuhkan orang yang berpenyakit lepra, dia berkata kepadanya : "Pergilah menunjukan dirimu kepada Imam dan persembahkanlah persembahan yang dipesan oleh Musa, yaitu akan menjadi suatu tanda kepada mereka itu" (Injil Matius).
Dia mewajibkan orang Yahudi berpegang teguh kepada syariat Musa dia berkata : "Bahwa ahli Torat dan ahli orang Parisi duduk diatas kursi Musa. Sebab itu hendaklah kamu membuat dan menurut segala sesuatu yang dikatakannya kepada mu; tetapi perbuatannya jangan kamu lakukan, karena mereka itu berkata-kata saja tetapi tiada mengamalkan" (Injil Matius 23 : 2,3)
Sewaktu diusulkan kepadanya supaya ia merobah syariat Musa ia enggan dan tetap berpegang dengan syariat itu seraya berkata : "Janganlah kamu sekalian sangkakan Aku datang hendak merombak hukum Torat atau kitab Nabi-Nabi, bukannya Aku datang hendak merombak melainkan hendak menggenapkan" (Injil Matius 5 : 17).
Apakah ajaran Yesus itu baru ?
Kenyataan tidak ada yang baru dalam pelajaran-pelajaran yang dibawa oleh Yesus. Dan perkabarannya tentang kedatangan kerajaan Tuhan sudah ada yang seperti itu satu abad sebelum kebangkitan dia. Dan hukum syariahnya sangat menganjurkan dan mengharapkan tersebarnya pendekatan hati dan jiwa, perasaan dan pikiran diantara satu sama yang lain saling mengasihi, saling mencintai, sebagaimana dikatakannya tersebut dalam kitab Torat, kitab Imamat orang Lewi 19 : 17-18, 19 ; 33-34), sebagai berikut :
"Jangan dalam hatimu ada dengki akan saudaramu, Jangan kamu membalas jahat atau keberdendaman akan bani bangsamu melainkan hendaklah kamu mengasihi akan sesamamu manusia seperti pada dirimu sendiri. Maka apabila seorang dagang duduk numpang diantara kamu dalam negerimu jangan kamu mengusik akan dia, Biarlah orang dagang yang duduk menumpang duduk, diantara kamu itu dipandang oleh mu bagaikan anak bumi juga dan dikasihi olehmu bagaikan kasih kamu akan dirimu sendiri, karena dahulu kamupun orang dagang di negeri Mesir".
Yesus menyerukan syariat Musa dan menganjurkan manusia bersedia masuk dalam kerajaan Tuhan, dengan hidup adil, kasih sayang dan kebenaran berlandaskan kepada yang tersebut dalam kitab Nabi Hosea 2 : 18,19, sebagai berikut :
"Aku akan bertunangan dengan di kau pada selama-lamanya bahkan aku bertungangan dengan dikau dengan keberadaan hukum dengan kemakmuran dan dengan beberapa rakhmat. Dan aku akan bertunangan dengan dikau dengan setia yang benar dan maupun akan mengetahui Tuhan".
Sebagaimana dia mengaku jalan syariat Musa dan memberikan tafsiran mendalam sampai keakar-akar hukum-hukum maka dalam persoalan-persoalan hubungan perseorangan dia berkata :
"Dan lagi dikatakan bahwa barang siapa menceraikan bininya hendaklah ia memberi surat talaq kepadanya. Tetapi aku ini berkata kepadamu : Barang siapa yang menceraikan bininya lain dari sebab berzina ialah menjadi pohon yang sebab perempuan itu berzina; dan barang siapa yang berbinikan perempuan yang diceraikan demikian, iapun berzina juga" (Injil Matius 5 : 31-32).
Nabi Isa menerangkan hakekat hari Sabtu mengingatkan orang-orang Parisi, bahwa hari Sabtu itu dibikin untuk kebaikan manusia, dia berkata :
"Hari Sabtu hanya dibikin untuk kepentingan manusia, bukan manusia untuk kepentingan hari Sabtu" (Injil Markus 2 : 27).
Dia memperbaiki rukun-rukun agama sebagaimana Yakub membatasi tujuan-tujuan dalam risalahnya :
"Adapun ibadat yang suci dan tiada tercatat dihadirat Allah yaitu Bapa, inilah dia : melawat yatim piatu dan janda-janda di dalam kesusahannya dan memelihara diri dari pada dunia ini dengan tiada tercela" (Surat kiriman Yakub 1 : 27).
Dari upacara-upacara keagamaan menuju kehidupan baik dan lurus. Dia menentang berdo'a nyaring, menghindarkan rasa ria dan nifaq dia berkata :
"Apabila kamu berdo'a masuklah kedalam bilikmu, kuncikan pintu bilikmu ini, lalu berdo'a kepada Bapamu yang tiada kelihatan" (Injil Matius 6 : 6)
Dan dia menentang bersedekah dimuka orang, menjaga jangan tersinggung kehormatan orang maka dia berkata ;
"Ingatlah baik-baik ! jangan kamu berbuat segala ibadatmu dihadapan orang hendak menunjukkan kepada mereka itu, jikalau demikian tiadalah kamu mendapat pahala dari pada Bapamu yang disorga" (Injil Matius 6 : 1).
Bagaimana sikap ahli-ahli agama dan imam-imam terhadap Yesus ?
Yesus mendapat perlawanan dari ahli agama dan imam-imam diberbagai golongan dan kelompoknya, selain golongan Asina. mereka mengingkari ia bergaul dengan pegawai-pegawai pemerintah Rumawi yang tidak disukai itu dan diingkarinya pula ia bergaul dengan perempuan-perempuan yang ternoda namanya :
"Adalah segala orang pemungut cukai dan orang berdosa menghampiri Yesus hendak mendengar perkataannya. Maka bersungguh-sungguh lah orang Parisi dan ahli Torat serta berkata : Orang ini menyambut orang berdosa dan makan pula sertanya" (Injil Lukas 15 : 1-2).
Karena itu imam-imam bait Allah dan anggotanya-anggotanya Sauhadirin (Sinodus) menyelidiki mematai aktivitas Yesus yang mencurigakan itu. Mereka memandang kegiatan Yesus tak ubahnya sebagaimana pandangan Herodus terhadap kegiatan Yahya Pembabtis (Yahya anak Zakaria). Mereka menduga itu adalah langsai dan tirai yang dibaliknya itu ada satu revolusi politik menentang empire Romawi. Mereka berusaha mempertahankan kedudukannya dibidang kemayarakatan dan segi agama, mereka kuatir dituduh hakim Romawi, kalau dikatakannya mereka tak bertanggung jawab. Mereka benar-benar memelihara benar-benar memelihara dan menjaga peraturan kemasyarakatan dan politik.
"Maka mereka itu mengintai dan serta menyuruhkan bebarapa orang penyuluh berpura-pura seolah-olah orang tulus, hendak menangkap perkataannya, supaya dapat menyerahkan dia kepada pembesar dan kuasa pemerintah" (Injil Lukas 20 : 20).
Yang membikin bertambah-tambah keragu-raguan dan sak-wasangka mereka itu, ialah perkataan Yesus :
"Bukankah kamu nampak sekalian itu ? dengan sesungguhnya aku berkata kepadamu tiadalah akan tinggal tersusun disini sebuah batu diatas yang lain, yang tiada akan dirombak kelak" (injil Matius 24 : 2).
Yang dimaksudkan oleh Yesus dengan perkataannya ini ialah keluarnya manusia menuju kepada cahaya iman yang sempurna dan benar-benar berpegang kepada ibadat lahir saja.
Sikap para ahli pengetahuan abad ke 20 terhadap Yesus :
Prof. Herman Reimarus guru besar bahasa-bahasa Timur di Universitas Hamburg, menulis tentang prihidup Yesus memuat 1400 halaman mengharapkan sangat supaya jangan diterbitkan selagi dia masih hidup, dan dia meninggal dunia pada tahun 1768 M. Setelah 6 tahun dari masa wafatnya, Gotthold Lessing menerbitkan bagian-bagian dari pada tulisan-tulisan ini dengan mendapat tantangan kawan-kawannya mengenai penerbitan ini. Diberinya nama "Walfenbuttal Fragments"
Reimarus mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak mungkin dia pembina agama Kristen atau tidak mungkin difahami sedemikian. Melainkan bisa difahami bahwa Yesus itu adalah puncak pribadi orang Yahudi Asinia ahli tashauf, yang mengatakan adanya kebangkitan dan hari hisab. Yakni bahwa Yesus itu tidak berfikir mengadakan agama baru, tetapi dia berfikir untuk menyiapkan manusia menghadapi kehancuran alam yang dinanti-nantikan itu dan hari mahsyar, hari berkumpul yang disitu Tuhan menghisab roh-roh atas apa yang telah dilakukan perbuatan baik dan buruk.
Pada tahun 1796 Herder menunjukkan kepada perbedaan-perbedaan yang tak mungkin ditemukan persesuaian antara Yesus dalam Injil Matius, Markus, Lukas dengan Yesus dalam injil Yahya.
Pada periode 1835-1836 David Starauss mengatakan bahwa dalam Injil-Injil yang menyalahi hukum alam dianggap dongeng-dongeng (Khurafat). Dan peri hidup Yesus yang sebenarnya harus ditulis kembali sesudah dibuang dari padanya unsur-unsur ini walau bagaimanapun bentuk dan coraknya.
Buku Strauss yang menggoncangkan pikiran orang-orang Jerman sejak satu generasi lamanya.
Dari sini timbulah para ahli pikir bertanya-tanya : Apakah Yesus itu betul-betul ada ? Atau kisah pembina agama Kristen dan buah duka-derita manusia dan cahaya lamunannya, dan damba harapannya itu benar-benar merupakan dongengan serupa khurafat-khurafat Krisna, Osiris Attis, Adonis, Dienysus dan Mithras ?
Pada tahun 1863 Ernest Renan mengeluarkan bukunya "Peri Hidup Yesus" dikumpulkan disitu konklusi-kesimpulan kritikan Jerman, dan dikemukakannya problem dan keruwetan Injil-Injil kepada Dunia Intelektuil.
Sekolah Perancis yang mempunyai penelitian-penelitian tentang agama telah sampai kepuncaknya pada akhir-akhir abad ke 19, oleh Pope Loisy yang mengupas dan mengurai nas-nas Perjanjian Baru dengan kupasan dan uraian yang tepat dan tegas hingga terpaksa Gereja Katholik mengeluarkan keputusan pengusiran dari Gereja, dia ahli-ahli dan ilmuwan lainnya.
Di Inggris W.B. Smith dan J.M. Robertson mengirimkan sanggahan-sanggahan seperti itu; Kedua-duanya mengingkari adanya Yesus.
Thatlus seorang penulis beragama penyembah berhala hidup di abad pertama, mengatakan bahwa gelap yang ajaib dikatakan terjadi pada waktu kematian Yesus itu adalah keaadaan biasa tidak lebih dari kebetulan yang biasa terjadi.
Ini mengenai pribadi Yesus sendiri. Sedang Injil-Injil persoalannya tidak sebagaimana corak yang dilakukan oleh para penyelidik-pnyelidik yang kritis. Sedemikian itu justru kempat-empat Injil-Injil yang sampai kepada kita ini ialah sisa-sisa yang tinggal dari jumlahnya yang begitu besar. Diantaranya banyak tersebar dikalangan orang-orang Kristen pada abad pertama dan kedua. Kata-kata Injil Gospel terjemahan dari kata-kata eungelion, artinya kabar-kabar yang menggembirakan. Yaitu Yesus datang mengabarkan bahwa kerajaan Tuhan sudah dekat.
Orang Yahudi berselisish dalam mencapai warisan bumi, dan orang Kristen berselisih mengenai Yesus (Isa anak Maryam).
Dalam perselisihan ini pendapat-pendapat mereka bersimpang siur. Menghadapi fait accohipli ini mereka terpaksa mempertahankan dan membela persimpang siuran ini.
Mereka dalam mempertahankan paham dan takhayul dari sedikit-kesedikit lama-lama menjadi raksasa menguasai pikiran mereka, lalu sesatlah mereka. Paham dan Tkhayul ini lalu menjadi keyataan dalam pandangan mereka. dari sini rahasia kelesuan mereka, dan melesukan orang-orang yang sekitarnya.
besambung (klik disini)
|
http://alhaqa.cjb.net
http://www.geocities.com/al_haqa