Al-Haq

the Truth - Kebenaran
"Aku perlihatkan kepada mereka tanda-tandaku pada jagat ini, dan pada diri mereka,
sehingga teranglah bagi mereka kebenaran itu"
(Al-Qur'an)

 



HAKEKAT YESUS TENTANG KERAJAAN TUHAN 
DAN KERAJAAN TUHAN MENURUT INTERPRETASI 
ORANG KRISTEN

 
   
 

Tuhan berfirman dalam Al-Qur'an :

Artinya :

"Yang sedemikian itu sesungguhnya Allah turunkan Al Kitab dengan yang sebenarnya. Dan orang-orang yang berselisih mengenai kitab, benar-benar mereka itu dalam perpecahan yang begitu jauh" (Q.S. Al Baqarah: 176)
 

 

Artinya :

"Katakanlah (wahai Muhammad), wahai ahli kitab ! Kamu tidak ada artinya sama sekali, sebelum kamu menegakkan Torat dan Injil dan yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu" (Q.S. Al-Maidah : 68).

Artinya :

"Dan siapa yang tidak suka kepada agama Ibrahim, kecuali orang yang tidak tahu diri. Sungguh telah kupilih dia di Dunia, dan di akhirat benar-benar dia tergolong orang-orang yang baik-baik. Perhatikanlah sewaktu Tuhannya berfirman kepadanya : Berserah dirilah ! Dia berkata : Aku ber serah diri kepada Tuhan semesta alam. Ibrahim berpesan kepada Ya'kub : Wahai anakku ! Sesungguhnya Allah pilihkan untukmu satu agama, maka sekali kali jangan sampai mati kamu melainkan kamu dalam berserah diri kepada Tuhan" (Q.S. Al-Baqarah : 130-132).

 

Yesus berkata dalam Injil Matius 19 : 28

 

"Apabila anak manusia duduk diatas takhta kemulian maka kamu inipun yang sudah mengikut aku akan duduk juga diatas dua belas takhta serta menghakimkan dua belas suku bangsa bani Israil" (Matius 19 : 20)

 

Imam-imam dan para hawari (para sahabat atau para murid tidak mengerti perkataan Yesus, isi dan inti yang dimaksudkan. Malahan mereka robah perkataan-perkataan itu dari proporsi yang sebenarnya sampai-sampai ibu kedua anak Zabdi minta kepada Yesus katanya :

 

"Suruhkanlah kiranya kedua anak-anak sahaya ini duduk seorang disebelah kanan tuan dan seorang disebelah kiri di dalam kerajaan tuan" (Injil Matius 20 :21)

 

Yesus menjawab :

 

"Kerajaanku bukanlah dari pada dunia ini" (Injil Yahya 18 : 36)

 

Para hawari dan orang-orang Yahudi semuanya harapannya gagal sewaktu Yesus berkata kepada mereka :

 

"Kerajaanku bukannya dari pada dunia ini'

 

Sehingga pembesar imam-imam mereka mengadakan rapat dengan kepala-kepala imam dalam majelis besar dia berkata kepada mereka ;

 

"Apa yang kita perbuat ? Sesungguhnya manusia ini meninggalkan banyak ayat-ayat kalau kamu tinggalkan dia begitu saja semuanya percaya kepadanya, maka datanglah orang-orang Romawi mengambil kedudukan kita dan bangsa kita. Kamu tidak tahu apa-apa dan tidak berfikir bahwasanya dia baik bagi kita akan mati seorang dari satu bangsa dan tidak merusak umat semuanya" (Injil Matius 11 : 47-49)

 

Tidak heran, hal yang seperti ini mengenai cara berfikir mereka yang membatu ini, mereka tidak percaya dan ingkar kepada risalah Yesus sewaktu dikabarkan kepada mereka  bahwa kerajaan akhirat bukan kerajaan dunia, kerajaan rohani bukan kerajaan kebendaan dan materi.

 

Hakekat Yesus tentang kerajaan Tuhan :

 

Susunan kata Yesus dalam mengabarkan kerajaan Tuhan Yesus mengajar manusia dengan gampang sesuai dengan keadaan para pendengarnya. Diterangkan ajaran-ajarannya dengan bentuk cerita-cerita yang enak, masuk kedalam pikiran mantap dalam hati. Dan diutarakannya dengan bentuk hikmat dan perumpamaan-perumpamaan sebagai pengganti dari pada bentuk dalil-dalil secara aqliah.

 

Diantara perkataannya : Sesungguhnya kerajaan Allah telah tiba waktunya tak lama lagi akan mengakhiri masa jelek dan kotor.

 

Pikiran-pikiran ini tidak asing lagi bagi pendengarnya karena tidak diletakkan batas-batas yang jelas. Lantaran itu pada masa kita ini timbul banyak kesulitan. Karena kaburnya pemikiran ini.

 

Anda tahu apa yang dimaksud dengan kerajaan langit. Adakah itu langit utopis yang keluar dari keadaan alam biasa ? Ataukah itu soal maknawi dari keluhuran budi dan ketinggian jiwa manusia terlepas dari keaadaan dan tingkat seperti binatang-binatang ? Ataukah lain dari itu ?

 

Will Durrant mengatakan dalam bukunya "The story of Civilization", menurut hemat saya tidak sedemikian, yakni bukan langit utopis yang keluar dari keadaan biasa, lantaran murid-murid dan orang Kristen yang pertama, mereka sungguh-sungguh menunggukan berwujudnya kerajaan dunia, karenanya mereka berulang-ulang menyebut kata-kata :

 

"Datanglah kerajaanmu. Jadilah kehendakmu ....... (Injil Matius 6 : 10)

 

Yesus mengartikan kerajaan Tuhan itu sebagai suatu kata kiasan dari pada kesempurnaan akhlak dan keluhuran budi. Kesempurnaan akhlak dan keluhuran ini merupakan persiapan-persiapan menuju kerajaan itu, dan merupakan harga yang membawa manusia dapat menghasilkannya. Sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 19 : 29, sebagai berikut :

 

"Dan barang siapa yang sudah meninggalkan rumah, atau saudaranya laki-laki atau saudaranya yang perempuan atau bapanya atau ibunya atau anak-anaknya atau tanahnya sebab karena namaku ia itu akan beroleh seratus kali ganda serta mewarisi hidup yang kekal" (Injil Matius 19 : 29).

 

Kerajaan itu ditentukan masa dan waktunya yang pasti, dibatasinya dengan berbagai batasan yang berlawanan, Yesus mengatakan kepada pengikut-pengikutnya :

 

"Karena dengan sesungguhnyanya aku berkata kepadamu bahwa tiada habis kamu menjalani segala negeri Israil sebelumnya datang anak manusia " (Injil Matius 10 : 23)

 

Kemudian dia menunda waktunya sedikit lagi katanya :

 

"Dengan sesungguhnya aku berkata kepada mu : Ada berapa orang yang tinggal disini yang tiada akan merasai mati sebelum dilihatnya anak manusia datang  dengan kerajaannya" (Matius 16 : 28).

 

Kemudian ia kembali menunda waktunya agak lebih lama katanya :

 

"Sesungguhnya aku berkata kepadamu bahwa bangsa-bangsa ini tidak akan lenyap, sebelum segala perkara itu jadi" (Injil Markus 13 : 30)

 

Berselang berapa lama kemudian, dia berpendapat adalah suatu kebijaksanaan yang baik, ia memberikan peringatan kepada Rasul-rasulnya katanya :

 

"Tetapi akan harinya atau kan ketikanya itu tiada diketahui oleh seorang juapun, baik segala malaikat yang disurgapun tidak" (injil Markus 13 : 32)

 

Kemudian dibatasi  waktunya dengan tanda-tanda dikatannya :

 

"Maka kamu akan mendengar dari hal peperangan dan khabar peperangan; ingatlah jangan kamu terkejut karena tak dapat tiada segala perkara ini akan berlaku tetapi itupun belum sampai kepada kesudahan itu. Karena bangsa akan berbangkit melawan bangsa dan kerajaan, penyakit dan gempa bumi sana-sini. Tetapi semuanya itu hanya permulaan sengsara: (Injil Matius 24 : 6, 7, 8).

 

Kerajaan Tuhan menurut interpretasi orang-orang Kristen pertama :

 

Orang-orang yang pertama, mengartikan kerajaan Tuhan ialah "Cummunist Utopia". Yesus dianggapnya seorang revolusioner sosial, dengan berlandaskan yang tersebut dalam Injil-Injil untuk menguatkan pendapatnya, yaitu yang tercantum dalam Injil Markus : 10 : 23, Injil Matius 19 : 23, Injil Matius 19 : 21 dan Injil Lukas 16 : 13. sebagai berikut :

 

"Alangkah sukarnya bagi orang-orang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah".

"Apakah untungnya kepada seseorang jikalau ia beroleh segenap dunia ini tetapi jiwanya binasa? ". Atau

"Apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya ?"

Jikalau engkau hendak menjadi sempurna, pergilah engkau jualkan barang apa yang ada padamu dan sedekahkanlah kepada orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta disurga"

"Tiada seorang hamba bertuankan dua orang, karena tak dapat tiada seorang dibencinya, dan yang lain itu dikasihinya kelak; atau berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah kamu dapat bertuhankan Allah bersama-sama dengan mammon".

 

Rupa-rupanya ini yang menjadikan murid-murid itu menjadi kelompok masyarakat sosialis kooperatif tercatat dalam kisah Rasul-Rasul 2 : 44, 45 sebagai berikut :

 

"Maka sekalian orang yang percaya itu adalah bersama-sama dan segala milik itu dipunyainya bersama-sama. Maka dijualkannya harta bendanya dan dibagi-bagikannya diantara sekalian orang sekadar kekurangan masing-masing".

 

Kerajaan Tuhan menurut interpretasi ahli-ahli agama dan imam-imam :

 

"Oleh sebab itu ; Segala kepada imam dan orang Parisi menghimpunkan orang Majelis besar lalu berkata : Apakah daya kita perbuat, sebab orang itu mengadakan banyak tanda ajaib ? Jikalau kita membiarkan dia demikian kelak segala orang percaya akan dia lalu orang Rum akan datang mengambil tempat kita dan bangsa kitapun ditawannya. Maka diantara mereka itu adalah seorang bernama Kayafas yaitu imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka itu : Kami ini tiada mengetahui barang apapun. Tidak juga kamu memikirkan bahwa berfaedah bagi kamu jikalau satu orangg mati menggantikan kau asalkan jangan segenap bangsa akan binasa" (Yahya : 11 : 47-50)

  

Adapun Yesus sendiri sebagaimana termaktub dalam Injil Lukas 19 : 47, 48, sebagai berikut :

 

"Maka sehari-hari ia mengajar dalam baitullah itu. Tetapi kepala-kepala imam dan ahli Torat beserta dengan penghulu kaum itu mencari daya akan membunuh dia. Maka tiada didapatinya seperti yang dimaksudkannya itu, karena segenap kaum iru berpaut kepadanya serta mendengarkan dia".

 

Karenanya ahli-ahli agama dan imam-imam mengadakan komplotan dan melemparkan tuduhan kepadanya, sebagaimana tercatum dalam Injil Lukas 23 : 5, sebagai berikut :

 

"Ia menghasut kaum itu sambil mengajar orang diseluruh tanah Yudea dari Galilea sampai ketempat ini"

 

Mereka benar-benar kafir dan ingkar kepadanya dan mengadakan komplotan untuk membunuhnya sehingga Pelatus penguasa Roma mengemukakan perkataan kepada mereka :

 

"tengoklah rajamu ! ... maka sahut segala kepala imam: Tiadalah pada kami raja lain dari pada Kaisar juga" (Injil Yahya 19 : 14, 15)

 

Kenyataan yang tidak dapat diragukan, bahwa Yesus tidak bermaksud mengadakan kup untuk mencapai angan-angan yang terlintas dalam hati orang-orang Yahudi, tentang kebangsaan Yahudi sama sekali tidak. Walaupun tida sedemikian keadaannya, pembesar-pembesar dan rakyat datang kepadanya mencoba menyalahkan dia dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya :

 

"Katakanlah kepada kami apa pikir tuan ? Patutkah membayar uang upeti kepada Kaisar atau tidak ? Tetapi sebab Yesus mengetahui kejahatan mereka itu lalu katanya : Hai orang-orang munafik apakah sebabnya kamu mencobai aku ? Tunjukkanlah kepadaku uang upeti itu. Maka dibawanya kepadanya satu dinar. Maka kata Yesus kepada mereka itu : Rupanya siapakah ini dan cap siapakah ini ? Maka sahut mereka itu ; Kaisar punya, lalu kata Yesus kepada mereka itu : Kalau begitu bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya" (Injil Matius 22 : 17-21).

 

Yesus adalah kawan bagi semua orang. Maka diambilnya dari orang-orang Yahudi pegawai-pegawai empire Roma sebagai kawan-kawannya, dengan tidak mendapat persetujuan bangsanya terhadap mereka :

 

"Nampak seorang pemungut cukai bernama lewi sedang duduk dirumah pencukaian, maka katanya kepada orang itu : Ikutlah aku ! Maka ditinggalkannya semua, lalu bangun mengikuti Yesus. Maka Lewi pun memberi Yesus jamuan besar di dalam rumahnya sendiri, Disana ada amat banyak orang memungut cukai dan lain-lain yang duduk makan sertanya" (Injil Lukas 5 : 27-29).

 

Sebagaimana nampak Yesus tidak ada berfikir menghapuskan orang-orang kaya atau orang-orang miskin, karena orang-orang miskin bersama dia. Dia tak ubahnya seperti orang-orang yang terdahulu. Dia berpemandangan soal-soal yang bisa diterima, bahwa seorang hamba harus berchidmat kepada tuannya sebaik mungkin, sebagaimana kata dia dalam Injil Matius 24 : 46, sebagai berikut :

 

"Berbahagialah hamba itu yang apabila tuannya tiba di dapati sedang berbuat demikian"

 

Oleh karena itu berkumpullah Sanhadrin pada hari berikunya lalu memutuskan bahwa Yesus berbuat kejahatan kekafiran dan sanksinya ialah hukuman mati.

 

Kemudian mereka supaya diketahui oleh pembesar-pembesar Romawi keputusan yang telah diambil oleh Sanhadrin itu. Diseretnya Yesus (orang yang serupa Yesus) kemuka hakim Romawi yang datang dari Yerusalem untuk melihat-lihat khalayak ramai yang beraneka warna itu diwaktu hari raya "pasover" ulang tahun Yahudi.

 

Dimuka kemarahan Yahudi yang dahsyat itu Claudia seorang istri pembesar Romawi Pelatus mengatakan kepada suaminya :

 

"Jangan berbuat apapun keatas orang yang benar itu; karena beberapa banyak hal sudah kutanggung pada hari ini di dalam mimpi sebab karena dia" (Injil Matius 27 : 19).

  

Pilatus seorang hakim yang kejam tidak memperhatikan perkara Yesus, sewaktu bertanya kepadanya seperti main-main :

 

"Engkau inikah raja orang Yahudi ? Yesus menjawab: Seperti kau bicara" (Injil Matius 27 : 17)

 

Pelatus tidak berdaya, sedang dia berkeyakinan Yesus itu tidak bersalah. Hanya dapat dia mengatakan :

 

"Aku suci dari pada darah orang yang benar ini" (Injil Matius 27 : 34).

 

Pilatus tidak menolak kemauan isterinya, wanita yang baik hati. Wanita dilapangkan apa saja pegang peranan penting dalam hidup dan kehidupan rakyat. Disamping ada wanita yang baik seperti ini, ada pula wanita yang jahat, yaitu seperti Herodia, mempesona raja itu. Lalu Herodia  minta kepalanya Yahya anak Zakaria a. s. diletakkannya diatas talam.

 

Itulah yang dia maukan, lalu dipenggalnya kepala Nabi itu. Mengenai wanita seperti itu Allah berfirman dalam Al-Qur'an, sebagai berikut :

 

 

Artinya :

"Tuhan memberi perumpamaan bagi orang-orang kafir istri Nuh dan Istri Luth, kedua-duanya dibawah hambaku yang baik. Lalu kedua-duanya wanita itu berkhianat kepada suaminya, maka tiada sanggup suaminya mempertahankan isterinya dari pada siksa Allah sedikit juapun. lalu dikatakannya kepadanya : Masuklah engkau berdua kedalam neraka bersama orang-orang yang pada masuk. Dan Allah memberi perumpamaan bagi orang-orang yang beriman istri Fir'aun ketika ia berkata : Tuhanku buatkanlah rumah bagiku pada sisi engkau dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan dari perbuatannya dan selamatkanlah aku dari perbuatan kaum yang zhalim. Dan lagi Maryam anak Imran yang menjaga kehormatannya sehingga melahirkan isa, dan ia membenarkan kalimat Tuhan dan kitab-kitabnya, maka ia masuk golongan orang-orang yang taat" (Q.S. Attahrim 10 - 12).

  

Will Durrant dalam bukunya "The Story of Civilization", menyatakan bahwa manusia tidak ada daya untuk meragukan uraian-uraian ini yang telah menjadi buah bibir manusia dalam banyak waktu. Kemudian dicatat orang setelah begitu lama kemudian. Kalau kita berpegang kepada teks ini kita harus meyakinkan bahwa Yesus telah menetapkan bahwa dia harus mati sedang pandangan Paulus mengenai penebusan dosa :

 

"Karena barang yang tidak boleh diperbuat oleh hukum sebab lemah oleh karena tabiat manusia itu diperbuat oleh Allah yang menyuruhkan anaknya sendiri didalam rupa manusia yang berdosa yaitu sebab karena dosa itu dengan menjatuhkan hukum keatas dosa di dalam tabiat manusia. Supaya syarat hukum Torat itu dapat disempurnakan di dalam diri kita, yang tiada menurut kehendak kita yang tidak menurut kehendak tabiat duniawi, melainkan menurut kehendak roh" (Surat kiriman Paulus kepada Rum 8 : 3 - 4).

 

Yahya mensetir mengenai diadilinya Yeus (Orang yang serupa Yesus).

 

"Lalu katanya Pilatus (Pilate) kepadanya: Engkau seorang Rajakah juga ? maka sahut Yesus; Benar seperti tuan katakan bahwa aku ini seorang Raja. Itulah sebabnya aku telah lahir dan inilah sebabnya aku telah datang kealam dunia ini, supaya aku menyaksikan kebenaran. Barang siapa yang gemar akan kebenaran itu ia mendengar akan suaraku.
Apakah kebenaran itu ? tanya Pilatus" (Injil Yahya 18 : 37,38).

 

Rupanya motif pertanyaan ini adalah aliran metafisika Injil yang keempat. Walaupun bagaimana juga tidak ada jalan lain menurut undang-undang sesudah pengakuan Yesus kecuali dia dikenai hukuman dengan tuduhan dia seorang pemberontak menentang peraturan pemerintah. Berdasarkan ini Pilatus mengeluarkan hukuman mati sedang hatinya tidak setuju. Salib atau cara penyaliban adalah dari pada cara-cara hukuman mati Romawi. Tentara-tentara meletakkan mahkota dari duri diatas kepala Yesus (orang yang serupa Yeusus) sebagai perolokan kepadanya, sebagaimana dilukiskan diatas salibnya dengan memakai bahasa Aramia, bahasa Yunani dan bahasa Latin "Isa orang Nazaret Raja Yahudi", "Nazaretheans Rex loudaerum".

 

Para hawari hampa sangkaannya mengenai Yesus, maka muncullah kedepan Paulus yang disebut Rasul (missi). Dia berpendapat dalam hal ini dari kekacauan pikiran supaya pikiran yang bercerai-berai berantakan itu dihimpun menjadi satu aqidah diamalkan dan dipropogandakan. Dianggapnya pribadi Yesus adalah seorang Raja juru selamat. Rupa-rupanya anggapan ini diambil dari agama yang dianut pada masa-masa itu. Pikiran ini pikiran lama dan kuno.

 

besambung (klik disini)

    

 

http://alhaqa.cjb.net

http://www.geocities.com/al_haqa
 

Kirim tulisan dan tanggapan anda ke

zulfikri@telkom.net
 

 Copyright 2004 Al-Haq All rights reserved

1