Al-Haq the Truth - Kebenaran
|
||||
|
KEBANGKITAN/KEDATANGAN RISALAH
KETIGA : KABAR-KABAR DARI INJIL
Isa berkata kepada sahabat-sahabatnya :
"Banyak lagi perkara yang hendak aku katakan kepadamu tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang yaitu Roh kebenaran, maka iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkataan yang akan datang" (Yahya 16 : 12, 13).
Wahai netter/pembaca ! Anda tentu dapat memperpadukan perkataan Nabi Isa dalam ayat ini dengan perkataan Nabi Musa pada ayat yang tersebut diatas berbunyi :
"Dan aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala yang kusuruh akan dia".
Lalu anda dapati sorotan-sorotan mengenai Nabi yang akan datang. Siapa Nabi itu ? Bukan Musa dan bukan Isa. Lalu siapa Nabi itu.
Nabi Isa nampaknya menambahkan penjelasan dalam memperkenalkan siapa Nabi itu. Lalu dikatakannya : "Dia itu roh kebenaran" Nabi Muhammad mempunyai nama banyak, diantaranya Roh Kebenaran (Rohul Haq). Diceritakannya kepada kita oleh Tuhan tentang Muhammad s.a.w. itu : Artinya : "Dia tidak berbicara sesuka nafsunya, apa yang dikatakan itu tiada lain, melainkan apa yang diberi tahukan Tuhan yang Mahaperkasa itu".(Q.S. An-Najam 3-5).
Ini sesuai dengan perkataan dua Rasul yang besar itu Musa dan Isa a.s. :
"Sesungguhnya dia tidak mengatakan dari dirinya sendiri, tetapi dia mengatakan segala apa yang dia dengar".
"Aku buat segala firmanku dalam mulutnya, lalu dia mengatakan kepada mereka, segala apa yang kuwasiatkan kepadanya". Almasih suara perkabaran kedatangan Muhammad s.a.w.
Al-Masih bersikap keras terhadap imam-imam, alim ulama, orang-orang Parsi dan orang-orang Soduk serta mengeritik mereka :
"Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku; Tuhan, Tuhan akan masuk kedalam kerajaan Surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak bapaku yang di surga. Pada hari itu banyaklah orang yang berkata kepadaku, Tuhan, Tuhan bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan dan dengan nama Tuhan mengadakan banyak mukjizat ? Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata : Bahwa tiada pernah aku mengenal kamu; undurkanlah dari padaku hai kamu yang mengerjakan jahat". (Injil Matius 7 : 21-23).
Dia menyatakan perasaan kesal kepada bangsanya seraya katanya :
"Bahwa kaum ini menghormati aku dengan mulutnya tetapi hatinya jauh dari padaku. Sia-sialah mereka menyembah aku, karena mereka itu mengajarkan hukum-hukum akal manusia" (Injil : Matius, 15-8,9).
Didalam perkataan ini merupakan pengulangan dari pada yang dikatakan oleh Nabi Yesaya, nabinya Perjanjian lama, ia itu di bumi tawanan di Babilonia tahun 701 sebelum Masehi, tersebut dalam Torat, (kitab Nabi Yesaya 29 : 13-16).
"Dan lagi firman Tuhan demikian : Bahwa bangsa ini menghampiri aku dengan mulutnya dan lidahnya juga dimuliakannya aku, tetapi hatinya jauh dari padaku. Akupun pergi mereka itu berbuat ibadat kepadaku ia itu pengajar-pengajar hukum manusia belaka. Maka sebab itu sesungguhnya aku selalu akan melakukan kepada bangsa ini barang ajaib dan mengherankan, karena hikmat segala hakimnya akan hilang dan akal segala orang alimnya akan samar, Wai (celaka) bagi mereka yang hendak menyamarkan dirinya dari pada Tuhan dan menyembunyikan bicaranya, dan perbuatannya di dalam kegelapan sambil berkata : siapakah melihat kita ? Siapa mengenal kita ? Hai ! kamu yang terbalik hatimu ! seolah-olah penjuna di bilang seperti tanah liat ! seolah-olah perbuatan itu berkata akan hal tukangnya. Tiada diperbuatnya aku; atau barang yang dirupakan itu berkata akan hal orang yang merupakan dia, tiada ia tahu pekerjaannya".
Lalu Nabi Isa menetapkan keputusan Tuhan tentang tercabutnya kenabian dan kitab dari keturunan Ishak, diberikan kepada turunan siapa ?
Yesus berkata kepada mereka :
"Belum pernahkah kamu membaca dalam Al-Kitab; Bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang rumah, ialah sudah menjadi batu penjuru, demikianlah perbuatan Tuhan, maka hal itu ajaiblah pada mata kita. Sebab itu akau berkata kepadamu bahwa kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan diberikan kepada suatu bangsa yang menerbitkan buahnya" (injil Matius : 21 : 42,43).
Interpretasi dan penjelasan keputusan ini, kita mengambil landasan dari Al-Qur'an supaya lebih tepat dan jelas, bahwa itu benar-benar ditujukan kepada pribadi Rasulullah yang dibicarakan oleh Al-Masih Isa anak Maryam.
"Perumpamaanku dan perumpamaan Nabi-nabi sebelumku seperti laki-laki membina sebuah bangunan, lalu diperbaiki dan diperindah. Kecuali tempat sebuah batu disalah satu penjurunya. Lalu manusia mengelilinginya, serta bangunan itu mengherankan mereka seraya berkata ; kalau batu bata itu diletakkan disini, bangunan itu menjadi sempurna. Nabi muhammad berkata : Akulah batu bata itu; aku datang sebagai penutup Nabi-nabi".(hadis ini diriwayatkan dengan sebagai susunan, dari Abu Hurairah, Abu said, dan Jabir).
Kebenaran Muhammad Rasulullah ini dikuatkan oleh yang Mahakuasa dengan firmanNya dalam Al-Qur'an : Artinya : "Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam." (Q.S. Al-Haqqah : 40-43).
Diawal sudah kita jelaskan siapa dia Nabi yang ditolak oleh bangsanya. Itulah nenek moyangnya Nabi Muhammad, Ismail anak Ibrahim a.s. Hal itu menurut pengakuan ahli-kitab dan mereka berbangga karenanya, kata mereka ;
"Jadi kami bukannya anak hamba sahaya, tetapi anaknya orang merdeka".
Tuhan
berfirman dalam Al-Qur'an : Artinya : "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Q.S. Imran : 110).
Pembaca yang budiman ! tentu anda menanggapi apa yang dimaksud dengan batu itu : Itu kata-kata kiasan yang ditujukan kepada pribadi Muhammad utusan Tuhan, sebagaimana kata-kata Paran itu pula kata-kata kiasan dimaksudkan adalah bumi yang ditempati oleh nenek moyangnya Muhammad s.a.w. yaitu Ismail a.s.
Dari sini kita tahu dan dapat menanggapi kenabian besar yang dikabarkan dan diramalkan oleh seorang Raja beragama penyembah berhala, dan di ta'birkan oleh seorang Nabi dari Bani Israil, Daniel Nabi Allah dengan kata-kata sebagai berikut termaktub dalam kitab Torat, kitab nabi Daniel 2 : 34, 35) sebagai berikut :
"Maka dalam tuanku merenung-renung kepadanya tiba-tiba gugurlah batu gunung tiada dengan tolongan tangan lalu menimpa patung itu pada kakinya yang dari pada besi bercampur tanah liat, dihancurkannya akan dia. Maka pada masa itu serempak sekali dihancurkan besi dan tanah liat dan tembaga dan perak dan emas, semuanya itu jadi seperti sekam yang ditempat pengirik gandum pada musim kemarau; maka diterbangkan angin akan dia, sehingga tiada didapati lagi akan tempatnya; maka batu gunung yang sudah menghancurkan luluhkan patung itu ia itu jadi sebuah gunung besar yang memenuhi seluruh bumi".
Ini dia fakta dan kenyataan sejarah yang tersebut dalam Nabi-nabi dalam kitab Nabi Daniel di kitab perjanjian lama, kitab Torat, dikuatkan oleh kenyataan dan fakta sejarah disaat timbulnya Islam dan di patahkannya empire Rumawi di Barat dan empire Persi di Timur, dan tersebarnya Islam di Timur dan di Barat, di Utara dan Selatan.
Dalam masa-masa itu di kabarkan pula oleh Nabi yang lain tentang jazirah Arabia, tentang negeri yang aman dan tentang manasik haji. Lalu membicarakan mengenai munculnya cahaya Islam dengan dikatakannya sebagai berikut :
"Karena sesungguhnya kegelapan menudungi bumi dan kelam kabut menudungi segala bangsa, sementara terang Tuhan terbit atas kamu dan kemuliaanpun bersinar kepadamu. Maka segala orang kafirpun akan datang kepadamu dan segala raja-rajapun, kepada cahaya yang sudah terbit bagi kamu (Torat, kitab Yeseya 60 : 2,3).
Inilah dia fakta sejarah ditetapkan oleh sejarah : Dikala dunia Timur dan dunia Barat dengan filsafatnya yang kosong melompong, hidup dalam kekelaman dan gelap gulita fikiran dan dalam kerusakan dan kehancuran peribadatan, muncullah dari Mekah Al Mukarammah pada pribadi Muhammad cahaya yang bersinar dan berpendar menyoroti alam dan dunia, dituntun dan ditunjuki kepada Islam.
Dan berbicara tentang bangsa-bangsa yang menyambut dan mendatangi Mekkah dan Baitullah Al Haram, menggiring binatang untuk disembelih diatas gunung Arafah, ini tertulis di kitab Torat (Perjanjian Lama) kitab Yesaya 60 : 6-7, sebagai berikut :
"Bahwa kawan-kawan unta akan menudungi muka tanahmu, ia itu unta yang pantas dari Midian dan Hefa, maka dari Syebapun datanglah sekaliannya sambil membawakan emas dan kemenyan sambil memashurkan kepujian Tuhan. Segala domba Kedar dikumpulkan kepadamu, segala domba jantan Nebajot dihancurkan gunamu, sekalian itu naik keatas mezbahku dipersembahkan dengan keredaan hati maka rumah ku yang mulia itu akan kupermuliakan pula"
Nabi itu berpaut dan bertalian dengan kemu'jizatan sepanjang masa sampai seterusnya, sebagaimana dikabarkan kepada kita oleh Al-Masih, Yesus :
"Dan mengkabarkan kepada kamu perkara-perkara yang akan datang".
Inilah kemu'jizatan, itulah al-Qur'an mu'jizat Muhammad s.a.w. abadi kekal buat selama-lamanya.
Maka Al-Qur'an mendahului ilmu pengetahuan baru disegala segi dan sudutnya, disegala bidang dan lapangan, mengenai kedokteran, ilmu falak, geografi, geology, hukum kemasyarakatan, sejarah dan seterusnya.
Maka pada masa kita ini dapat melihat apa yang telah Al-Qur'an mendahului :
Artinya : "Nampak garis putih dari garis hitam".
Titov dalam perjalanannya di ruang angkasa mengelilingi bumi, menyatakan, dia kagum melihat pemandangan sewaktu timbul garis pertama dari pada cahaya sesudah itu muncullah garis yang akhir dari pada gelap, dan dalam perjalanannya dapat melihat bulatan bumi, Al-Qur'an sudah lebih dahulu menjelaskan soal ini dengan firman Tuhan dalam Al-Qur'an Annaziat.
Artinya : "Dan bumi setelah itu berguling"
Gargarin berbicara tentang perjalanan di ruang angkasa ke bulan dan melihat planit-planit. Al-Qur'an telah menyebutnya sebagai berikut :
Artinya : "Dia yang menjadikan langit tanpa tiang yang kamu lihat lalu diletakkan pada bumi gunung (sebagai pasak-pasak) supaya kamu tidak terombang ambing" (Q.S. Luqman 10).
selanjutnya : Artinya : "Demi matahari dan cahayanya, demi bulan bila ia mengiringi. Demi siang hari bila ia terang cuaca, demi malam bila ia menudunginya. Demi langit dan yang menegakkannya demi bumi dan yang mendatarkannya, demi ruh dan yang menyempurnakannya" (Q.S. Asy-Syams 1-7)
selanjut firman Tuhan : Artinya : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (Q.S. Al-Baqarah : 164).
Saya (Ibrahim Chalil Ahmad) yakin dan percaya andai kata saya selaku manusia exictensiales dari orang-orangnya Filsuf Santre yang tidak percaya kepada risalah-risalah allah lalu datang kepada saya beberapa orang menceritakan bahwa Al-Qur'an mendahului ilmu pengetahuan baru dari segala segi dan sudut niscaya dan pasti sudahlah saya percaya dan iman kepada Tuhan yang Mahaluhur, Perkasa, Pencipta langit dan bumi dan tidak akan saya musyrik, tidak akan menserikatkan Tuhan dengan apa dan siapapun.
Apalagi saya telah mendapat hidayah dari tuhan dengan cahaya iman kepada risalah-risalahnya. Maka begitu berpendar dan bersinar cahaya sang surya Islam maka lengkap muthlak sinar dan iman yang cukup kuat sempurna.
Artinya : "Pada masa ini telah Ku cukupkan bagi kamu agama mu, dan telah ku lengkapkan untuk mu pemberian kurnia Ku, dan Aku rela buat kamu Islam sebagai agama (Q.S. Al-Maidah : 3 )
besambung (klik disini)
|
http://alhaqa.cjb.net
http://www.geocities.com/al_haqa