Al-Haq

the Truth - Kebenaran
"Aku perlihatkan kepada mereka tanda-tandaku pada jagat ini, dan pada diri mereka,
sehingga teranglah bagi mereka kebenaran itu"
(Al-Qur'an)

 



KEBANGKITAN/KEDATANGAN RISALAH 
NABI MUHAMMAD S.A.W.
DALAM TORAT DAN INJIL 
 ( 2 )

 
   

  

KEDUA : DARI NABI-NABI

  

1. Dalam Kitab Nabi Daniel

Dalam periode tahun 597 - 538 sebelum Masehi dan pada masa Nabi Daniel dalam masa kerajaan Babilonia di bumi tawanan dalam tahun ke 2 dari kerajaan Raja Nebuchonnezzar Raja Babilonia, Tuhan yang Mahakuasa memberikan ilham atau inspirasi kepada Raja yang beragama penyembah berhala itu berupa impian, diketahuinya impire-impire pada berturut-turut serta silih bergantinya sampai dtangnya Islam sebagai Agama dan negara, hal itu diisyaratkan dengan batu terputus tanpa dipegang. Kisah itu tersebut dalam kitab Nabi Daniel 2 : 1-35. Kita baca yang tersebut dalam bagian ini (kitab Nabi Daniel 2 : 34 : 35).

    

"Maka dalam tuanku merenung-renung kepadanya tiba-tiba gugurlah sebuah batu gunung tiada dengan tolongan tangan lalu menimpa patung itu pada kakinya yang dari padanya besi bercampur tanah liat, dihancurkan besi dan tanah liat dan tembaga dan perak dan emas, semuanya itu jadi seperti sekam di tempat mengirik gandum pada musim kemarau; maka diterbangkan angin akan dia, sehingga tiada didapati lagi akan tempatnya; maka batu gunung yang sudah menghancur luluhkan patung itu, ia itu jadi sebuah gunung besar yang memenuhi seluruh bumi"

  

Inilah impian, penglihatan diwaktu tidur, yang diperlihatkannya oleh Tuhan yang Mahakuasa, Dia Tuhan semesta alam, Tuhannya orang-orang mu'min dan orang-orang beragama berhala. Kesemuanya berbuat harus sesuai dengan kemauanNya dan dalam pengetahuanNya sebelum itu. Tiap-tiap orang dari pada mereka tentu bisa melampaui lingkaran hidup mereka kecuali dengan izin Tuhan. Impian yang diimpikan oleh Nebuchodnezzar, ta'birnya ialah Nabi Muhammad, Nabi Tuhan yang mu'min, ditafsirkannya dengan izin Tuhan. Ini ternyata dalam masa-masa sejarah sebagaimana berikut ini :

  1. Tahun 701 SM. kerajaan Babilonia dengan simbul kepala dari emas pada masa Nebuchodnezzar.

  2. Tahun 612 SM. kerajaan Kaldan dimasa Medes dengan simbul perak.

  3. Tahun 336 SM. kerajaan Yunani dimasa Alexander Macedenius dengan simbul tembaga.

  4. Tahun 53 SM. empire-empire Romawi pada masa Pompeieus dengan simbol besi.

  5. Tahun 612 M. empire-empire Byzantium di Barat dan empire-empire Persi, Sasani di Timur.

  6. Tahun 637 M. Islam sebagai pertahanan diri dari serangan agresip lawan-lawan Islam. Patahnya empire-empire Byzantium di Barat dan empire-empire Persi di Timur.

Demikianlah berkibarnya bendera Islam di bumi ini dari Timur sampai ke Barat.

  

2. Dalam Kitab Nabi Yesaya.

Pada tahun 701 SM. di bumi tawanan, di negeri Babilonia Nabinya Israil, Nabi Yesaya mengabarkan tentang Islam selaku agama dan negra.

  

Dalam kitab Nabi Yesaya 60 : 1-7 disebut seperti berikut :

  

"Bangunlah engkau, nyalakanlah cahayamu karena terangmu ada datang dan kemuliaan Tuhan, terbitlah atas kamu. Karena sesungguhnya kegelapan menudungi bumi dan kelam kabut menudungi segala bangsa, sementara terang Tuhan terbit atas kamu dan kemulyaanpun bersinar kepada mu. Maka segala orang kafirpun akan datang kepada terangmu dan segala raja-rajapun kepada cahaya yang sudah terbit bagi kamu. Angkatlah matamu, lihatlah berkeliling; mereka sekalian berkerumun, mereka itu datang mendapatkan dikau, segala anakmu laki-laki datang dari jauh dan segala anakmu perempuan berjalan pada sisinya. Pada masa itu engkau akan kedatangan takut bercampur suka cita, maka hatimu akan bimbang dan meluaskan dirinya oleh kesukaan, apabila kekayaan segala laut dicurahkan atas kamu dan harta benda segala orang kafirpun datang kepada mu. Bahwa kawan-kawan unta akan menudungi muka tanah mu, yaitu unta yang pantas dari Median dan Hera, maka dari Syebapun datanglah sekaliannya sambil membawakan emas dan kemenyan, sambil memasyhurkan kepujian Tuhan. Segala domba Kedar *) dikumpulkan kepada mu segala domba jantan Nebajot diantar akan gunamu, sekalian itu naik keatas mezbahku, dipersembahkan keridlaan hati, maka rumahku yang mulia itu akan ku permuliakan pula".

   

*) Kedar yaitu anak Ismail a.s. baca kitab kejadian 25 : 1a-18, 21 : 13)

   

Dan dalam Kitab Nabi Yesaya 42 : 10 - 12 :

  

"Nyanyikanlah bagi tuhan suatu nyanyian  yang bahara dan kepujaannya dari pada ujung bumi, hai kamu yang berlayar di laut segala yang di dalamnya, hai pulau-pulau  dan segala orang isinya ! Hendaklah padang balantara dan segala negerinyapun menyaringkan suaranya demikianpun segala dusun yang di keduduki orang Kedar : hendaklah segala orang yang duduk di bukit batu ini bertempik sorak dan berseru dari atas ke muncak gunung ! Hendaklah diberinya hormat kepada tuhan dan di masyhurkannya kepujiannya pada segala pulau. Bahwa Tuhan akan keluar selaku orang perkasa dinyatakannya murkanya selaku orang-orang perang diangkatnya tempik sorak perang yang hebat bunyinya dan dialahkannya segala seterunya".
  

Disini kita bertanya : dimana Rasulullah Myhammad s.a.w. disebutkan dalam ayat-ayat tersebut diatas ?

  

Jawabannya kita temui hubungan nasab Muhammad s.a.w. dari Nabayut anak Ismail anak Ibrahim. Silsilah kenabian itu dicatat oleh Nabi Musa a.s. bunyinya dalam kitab kejadian 25 : 13 - 16 seperti berikut :

   

"Maka inilah nama-nama segala anak laki-laki Ismail masing-masing dengan namanya dan sejarahnya : maka anak sulung Ismail itu, Nebajot kemudian Kedar yaitu dua belas orang raja masing-masing dengan bangsanya".

  

Bertambah jelaslah persoalan ini dan bertambah terang nyata dengan disebutkannya simbul-simbul tertentu seperti "Kawan unta", "harta benda segala orang datang padamu", "domba kedar", "domba jantan Nebajot", "sekalian itu naik keatas mezbahnya", itu merupakan hari Korban di Mina. "Pulau-pulau dengan segala isinya", "segala dusun yang diduduki orang Kedar", "Tuhan akan keluar selaku orang perkasa dinyatakannya murkanya selaku orang perang", Orang Barat mengatakan : Islam itu tegak seperti peyerbu perkasa, bertampik sorak, serta dapat melemahkan lawan-lawannya.

  

3. Dalam kitab Nabi Habakuk :

Nabi perjanjian lama berkata :

  

"Bahwa Allah datang dari Taman  dan yang Mahasuci dari pergunungan Paran.

Selah ! Maka kemuliaannya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. Maka tangannya memancarkan sinar suatu cahaya seperti cahaya matahari maka ia itulah selimut kemuliaannya" (Kitab Nabi habakuk 3 : 3,4).

   

Nabi Habakuk mengkabarkan tentang utusan Tuhan, Muhammad s.a.w. dan risalahnya, dan meluasnya daerah Islam, lalu menjelaskan silsilah Muhammad s.a.w. tempat tumbuhnya nenek moyangnya Ismail a.s. di bumi Paran. Kemudian berbicara tentang perluasan Islam dimana bumi bertasbih dengan memuji syukur kepada Allah sambil berkata : Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Muhammad Rasulullah (utusan Allah). Kemudian berbicara tentang yang berukuk bersujud mereka memenuhi bumi dengan memuji syukur kepada Allah dan bertasbih (mengucapkan kesucian Tuhan), kemudian berbicara tentang kemu'jizatan Al-Qur'an, kemu'jizatan disegala bidang ilmiah, dan kemu'jizatan yang bersifat memberikan sugesti dan kesan terhadap para pendengarnya.

  

besambung (klik disini)

    

 

http://alhaqa.cjb.net

http://www.geocities.com/al_haqa
 

Kirim tulisan dan tanggapan anda ke

zulfikri@telkom.net
 

 Copyright 2004 Al-Haq All rights reserved

1