Al-Haq the Truth - Kebenaran
|
||||
|
KEBANGKITAN/KEDATANGAN RISALAH
PERTAMA : DARI TORAT :
"Torat" dari bahasa Ibrani artinya Qur'an dalam bahasa Arab (bacaan). Dengan ini Nabi Musa menerima wahyu dari Tuhan dibacakan kepada kaumnya yaitu orang-orang Israil. Sewaktu membacakan Torat, dia harus dalam keadaan bersih, benar-benar suci badannya dari segala yang kotor, dan dikala menyebutkan Allah dia harus sujud dengan khusuk dan takut kepada Tuhan yang Maha Tinggi.
Nabi Musa a.s. menyebutkan kebangkitan Muhammad s.a.w. dalam berbagai ayat pada Torat sebagai berikut :
1. Disebutkan dalam Kitab Ulangan 33 : 2 "Bahwa Tuhan telah datang dari Tursina dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir. Kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahaya dari Gunung Paran"
Ayat ini ialah suatu berkah Nabi Musa terhadap
bani Israil di belantara Sinai sebelum kembalinya menuju keperistirahatan abadi.
Untuk kita mengerti arti-arti ini, kita tidak mendapat keluasaan kecuali
memikirkan yang tersebut dalam Al-Qur'an, sebagai berikut : Artinya : "Demi (perhatikanlah) tiin dan zaitun dan gunung Sina dan negeri yang aman ini " (Q.S. At-Tin: 1-3).
Dari ayat-ayat Al-Qur' ini kita dapati persesuaian yang sangat tepat dalam redaksinya. Tuhan bersumpah dengan tanah yang diberkahi dan besar yang timbul disitu kebaikan dan berkah karena ditempat para Nabi, maka tin dan zaitun sebagai kata kiasan dari pada tempat berpindahnya Nabi Ibrahim dan tempat kelahiran Nabi Isa dan Gunung Sina adalah gunung yang disitu terdengar oleh Nabi Musa Tuhan berbicara dengan dia. Negeri yang aman ialah Mekkah al-Mukarramah disitu lahirnya dan dari situ dibangkitkannya semulia-mulia makhluk, ialah Muhammad s.a.w. dan disitu pula terletak Ka'bah yang diagungkan.
Persesuaian antara ayat yang tersebut dalam Torat dan yang tersebut dalam Al-Qur'an, yaitu kata "Sina" kata-kata kiasan kepada bumi yang diberkahi yang disitu Nabi Isa dilahirkan serta tinggal disitu dan berkeliling disekitarnya membikin kebaikan kebaikan kepada manusia. Dan kata-kata "Paran" kata kiasan dari pada bumi yang kesitu nenek moyangnya Nabi Muhammad tinggal, ialah Nabi Ismail a.s.
Soal yang menarik perhatian ialah; Kenapa kita berdalil bahwa Paran itu bumi yang diberkahi yang disitu Nabi Ismail nenek moyang Nabi Muhammad tinggal.
Orang-orang Kristen mengartikan khabar-khabar gembira itu ditujukan kepada Yesus. Yang sebenarnya khabar gembira yang dibawa oleh Musa dalam Kitab Ulangan 18 : 18, tidak tepat kalau ditujukan kepada Yesus, kenapa ? Lantaran yang dikhabar gembirakan seorang Nabi sedangkan Isa adalah Tuhan, kata mereka. Dan pula bahwa Nabi itu mempunyai syariat yang cukup sempurna, sedangkan Isa tidak mempunyai syariat, dan bahwa dia sendiri mengakuinya :
"Bukannya aku datang hendak merombak melainkan hendak menggenapkan" (Injil Matius 5 : 17).
Musa beristeri dan punya anak, sedangkan Al-Masih anak Maryam tidak beranak. Musa memerangi musuh-musuh Tuhan, sedangkan Al-Masih tidak berperang sama sekali. Kalau Al-Masih menurut keyakinan mereka muncul dengan kelahirannya dan habis riwayat dengan kematiannya maka apa artinya pengikut-pengikutnya memberi khabar gembira bahwa kerajaan langit sudah dekat sedangkan khabar gembira itu dimaksudkan pada diri Al-Masih dan telah selesai sebagaimana kata mereka ? (kisah-kisah para Nabi karangan Abdul Wahab Annajjar).
Dalil untuk ini dari Torat dalam riwayat Nabi Ibrahim dengan kedua isterinya Sarah dan Hajar hamba sahayanya Sarah, lalu jadi isteri Ibrahim supaya dapat keturunan dari Ibrahim. Sarah isteri Ibrahim menyangka dan mengirakan bahwa hamba sahayanya Hajar tugasnya hanya untuk mendapatkan keturunan, tetapi tetap hamba sahaya dipekerjakan oleh Sarah dengan sesuka hatinya.
Hajar melahirkan anak dari Nabi Ibrahim. Anak ini belahan hatinya. Tetapi masa tidak memberikan kasih kepadanya, dihinanya Hajar itu oleh Sarah, Hajar tunduk saja, bertambahlah Sarah menghina dan merendahkannya, serta sangat berlaku keras. Lalu diminta bantuan Nabi Ibrahim, tetapi oleh Ibrahim ditinggalkan kepada Sarah sambil berkata : "Inilah hamba sahayamu". Bertambahlah caci maki dan penghinaan sehingga larilah Hajar untuk melepaskan diri dari penderitaannya, lalu ditemuinya Hajar itu oleh Malaikat di perjalanan. Inilah kisah Hajar dalam beberapa baris tersebut dalam Kitab Kejadian 21 : 17 : 21; "Lalu beserulah Malaikat kepada Hajar; Apakah yang kau susahkan hai hajar ? Janganlah takut , karena telah didengar oleh Allah akan suara itu dari tempatnya. Bangunlah engkau, angkatlah anak itu, sokonglah dia, karena aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar. Maka dibukakan Allah akan mata Hajar, sehingga terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan anak itu. Maka disertai Allah akan budak itu sehingga besarlah ia, lalu ia pun duduklah dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.
Jelaslah sudah keterangan dari Torat, yang tinggal di bumi Paran yaitu Ismail a.s. Rupanya Tuhan dalam hikmahnya mengizinkan arus-arus ini berlaku dirumah Ibrahim agar supaya Ismail menetap di bumi yang dia tersendiri disitu. lalu datang kabar kenabian melalui lisan Nabi Musa (kitab Ulangan 33 :2) :
"Dengan gemerlapan cahaya dari Gunung Paran".
2. Tercantum dalam Kitab Ulangan 18 : 15
"Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara segala saudaramu, dan yang seperti aku ini dia itu akan dijadikan Tuhan Allahmu bagi kamu, maka akan dia patutlah kamu dengar"
3. Tertulis dalam kitab ulangan 18 : 18
"Bahwa aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara saudaranya, yang seperti engkau, dan aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala yang kusuruh akan dia".
Kemu'jizatan dalam kedua ajat ini nampak pada susunan : "dari antara segala saudaramu, dari antara segala saudaranya". Dan kemu'jizatan yang lebih kuat lagi ialah pada susunan : "dan Aku memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia". Ini dia dalam soal ke Nabian.
Allah menghendaki, Dia Mahatahu sifatnya Bani Israil sebagai mana dijelaskan dalam Al-Qur'an:
Artinya : "Orang-orang yang kuberi kitab, mereka tahu sebagaimana mereka tahu kepada anak-anaknya. segolongan dari mereka menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka tahu" (Q.S. Al-Baqarah : 146).
Tuhan menghendaki supaya soal itu menjadikan sebagai teka-teki bagi Bani Israil, sehingga mereka tidak merobah kata-kata dari tempatnya, lalu yang benar itu nampak dan muncul sedangkan yang bathil itu menjadi lenyap sirna. Mereka berusaha memelihara Nabi yang mulia itu tanpa mereka sadar, mereka menunggu-nunggu. Meraka kira Nabi itu dari bangsa Israil bukan dari bangsa Arab. Setelah Rasulullah bangkit, gagal harapan mereka, dan merasa cemas. Lalu dihadapinya rasulullah itu oleh mereka sebagai lawan. Seolah-olahnya Muhammad Rasulullah itu mencuri kenabian, kitab dan kerajaan dari mereka.
Dari sejarah agama merupakan suatu pelajaran bagi kita . Tuhan kasih contoh, perumpamaan kepada manusia agar supaya menjadi petunjuk bagi mereka.
Telah ditentukan oleh kehendak Tuhan yang Mahakuasa menyelamatkan ummatnya, Bani Israil dari kelaliman dan kekejaman Fir'aun ingin mengelakkan dirinya dari apa yang diramalkan oleh Padri-padri bahwa akan dilahirkan seorang anak dari Bani Israil, yang akan mencabut dan mencopoti kekuasaan dan kerajaannya. Lalu diperintahkannya, semua laki-laki yang lahir dari Bani Israil supaya dibunuh. Setelah Musa lahir Tuhan memperolok-olokan Fir'aun dan bala tentaranya untuk memelihari anak itu sampai-sampai diporolokan sebegitu rupa, dibuatnya kemanan dan tempat perlindungannya dirumah Fir'aun itu sendiri supaya anak itu bisa mengetahui bagaimana ilmu pengetahuan dan taktik-taktik mereka, serta dapat mengenal rahasia-rahasia dan sampai dimana kekuatan mereka itu. Seolah-olah dengan kehendak Tuhan, dia dibuatnya sebagai mata-mata Israil untuk mengetahui kekuatan-kekuatan dan persiapan-persiapan mereka. Inilah tindakan Tuhan kepada setiap orang yang licik serta keras kepala, sedangkan Tuhan jauh lebih bijaksana. Begitu pula Israil ingin padam cahaya pada pribadi Ismail, malah oleh Tuhan cahaya itu bertambah terang benderang, walupun meraka itu tidak sudi dan tidak menyukainya.
Syukur, terima kasih kepada Israil, lantaran mereka memelihara silsilah nasab nabi Muhammad s.a.w. pada nenek moyangnya Ismail. Syukurlah, terima kasih kepada mereka lantaran menguatkan kejayaan Arab pada diri Ismail. Tetapi sayang mereka menghendaki terhapusnya. Namun Tuhan tidak mengizinkan, ditetapkannya oleh Tuhan kerajaannya pada cucunya Muhammad s.a.w. Lalu mereka menghendaki penyiksaan, sebagaimana tersebut dalam perkataan mereka :
"Nyahlah sahaya perempuan ini serta degan anaknya, karena anak sahaya perempuan ini tidak boleh menjadi waris serta dengan anakku Ishak itu" (kitab kejadian 21 : 10).
Tetapi Tuhan, mengokohkan Ismail dengan kebenaran, tersebut dalam kitab kejadian 21 : 13 sebagai berikut :
"Aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar"
Lahirlah dari padanya junjungan anak Adnam, Muhammad s.a.w. Demikianlah pergulatan antara kemauan Bani Israil dan kemauan Tuhan yang Mahakuasa lagi Mahamulia. Kemana Israil mau merobah maksud kemauan Tuhan yang Mahatinggi lagi Mahabesar itu ?. Mereka tetap dalam kerugian dan dalam penyesalan. "Maka mereka kembali dengan menanggung amarah dan murka".
Biarkanlah kami wahai netter/pembaca yang budiman, mengikuti kabar-kabar gembira dari pada Nabi, mengikuti dari yang tersebut dalam Torat yang tersebut dalam Injil, kemudian kita pertautkan rentetan-rentetan dan persambungan ini dengan pandangan dari kebangkitan Muhammad s.a.w. lalu berpindah kepada perkabaran yang benar atau ramalan-ramalan yang berlandaskan, memberikan kabar dan ramalan gembira mengenai utusan Tuhan yang dimuliakan Tuhan itu, sebagaimana tersebut dari para Nabi-nabi.
besambung (klik disini)
|
http://alhaqa.cjb.net
http://www.geocities.com/al_haqa