KEBENARAN TENTANG KONSEP KETUHANAN, PENGAMPUNAN DAN PERSAMAAN
DERAJAT MANUSIA Oleh : Prof. DR. Ali Hasbullah (Guru Besar
Fak. Darul Ulum Univ. Cairo, Mesir) 
Puja-puji teruntuk bagi Allah Tuhan seru
sekalian alam. Karunia sejahtera dicurahkannya kepada junjungan kita Muhammad
s.a.w. penutup para nabi, pemimpin para muttaqin, diutus oleh Allah membawa
petunjuk dan agama yang benar supaya dibentangkan kepada semua agama, sebagai
pembuka hati yang masih tertutup, pembuka mata yang masih tidak dapat melihat.
Menjadi tinggi kedudukannya dan bersemarak namanya lantaran orang-orang yang
bersih suci, orang-orang yang terdahulu mempercayainya, orang-orang yang
membantu perjuangan Rasulullah dengan segala harta dan jiwanya. Tuhan abadikan
nama mereka dalam Al-Qur'an.  Artinya : "Orang-orang yang terdahulu dan
pertama-tama dari pada orang-orang mehajirin dan anshor dan yang mengikut mereka
dengan melaksanakan mana yang baik, Allah suka kepada mereka, merekapun begitu
pula. Disediakan untuk mereka sorga yang mengalir air sungai di bawahnya serta
abadi mereka di situ. Itulah kemenangan yang besar " (Q.S. Attaubah 100). dan firman Allah dalam surat Al-Waqi'ah ayat
10, 12 :  Artinya : "Dan orang-orang yang terdahulu beriman
mereka itulah orang-orang yang berdekatan dengan Tuhan, Mereka tinggal di sorga
yang penuh dengan kenikmatan" ( Q.S. Al-Waqi'ah ayat 10,12). Muhammad diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan
norma-norma kebenaran, prinsip-prinsip fitrah yang sehat untuk kemaslahatan
manusia di dunia dan di akhirat. Akal manusia tentu menanggapi baik, bilamana
akal itu bersih dari pada resep-resep kebodohan, terlepas dari motif
penyelewengan dan kesesatan, terlepas dari pada taklid dan ikut-ikutan kepada
orang orang tua dan nenek moyang, terharu kepada keduniaan yang tidak ada
pertaliannya dengan kebenaran dan kebaikan. Kalau Tuhan menghendaki siapa saja diantara
hamba-hambaNya untuk mendapatkan kebaikan dan petunjuk, terlihatlah kepadanya
begitu indah dan harmonis kebenaran itu, dan terlihat faktor-faktor dan
motif-motif yang membawa kepada penyelewengan dan penyimpangan dari jalan yang
lurus dan lempang menuju kepada berakhir jelek, lalu dilaluinya jalan yang
menuju kepada kebenaran dan dihindarinya jalan yang membawa kerusakan dan
kehancuran. Firman Tuhan dalam A-Qur'an :  Artinya : "Barang siapa yang dikehendaki Allah
mendapatkan petunjuk, terbukalah dadanya menerima Islam sebagai Agama, Dan
barang siapa dikehendaki Allah mendapat kesesatan, sempitlah dadanya dengan
kesempitan yang sulit buat dipecahkan, seolah-olah dia terbang di langit.
Demikianlah Allah buat kotoran untuk orang-orang yang tidak mau beriman" (Q.S.
Al_An'am 125). Selanjutnya firman Tuhan dalam Al-Qur'an : Artinya : "Katakanlah (wahai Muhammad) aku diberi
tahu oleh Tuhan melalui wahyu, beberapa bangsa jin mendengarkan, lalu mereka
berkata; Kami mendengar Al-Qur'an yang mengagumkan, memberi petunjuk kepada
kebenaran. Kamipun terus percaya dan kami tidak sekutukan Tuhan dengan apa dan
siapa saja" (Q.S. Al-Jin, ). Firman Tuhan di dalam AL-Qur'an Al-Imran 19 :  "Sesungguhnya agama (yang
diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah
diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena
kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya". (Q.S. Al-Imran 19)
Sebagai penggugah hati orang-orang yang lalai,
sebagai faktor pendorong untuk berfikir lebih lanjut bagi orang-orang yang suka
menggunakan akalnya. Persoalan pokok dalam uraian ini adalah prinsip
kepercayaan atau keyakinan dan tujuan yang lurus. Hal ini jelas bukan pada
tempatnya akal manusia meragukannya, diantaranya prinsip : 1. Keesaan Tuhan : Sesungguhnya adanya alam ini dengan aturannya
begitu rapi menunjukan secara rasionil adanya pencipta yang mempunyai
sifat-sifat kesempurnaan sesuai dengan adanya alam yang teratur rapi dan tepat
jitu. Soal ini ringan saja, tidak berbelit-belit dan tidak berliku-liku. Orang yang mengatakan alam ini tidak ada
penciptanya, dia itu tidak mau mengakui kebenaran, menagkui adanya bekas tetapi
tidak diakuinya pembekas. Siapa yang beranggapan bahwa Tuhan ada lebih dari
satu apa hujjah dan dalilnya, sedangkan tidak akan terdapat orang yang bisa
menunjukan dalil adanya sesuatu yang tidak ada. Apabila kita tidak dimintai
memberikan menafikan berbilangnya Tuhan, karena yang dimintai dalil menetukan (mengisbatkan)
bukan yang menafikan, maka Tuhan yang maha mengetahui dan bijaksana telah
berkenan mengingatkan kepada mereka yang menyeleweng yang mengatakan berbilang
Tuhan serta menegur akan kesesatan pendapat mereka itu dengan firmaNya :  Artinya : "Kalau pada langit dan di bumi ini
berbilang Tuhan bukan Tuhan yang satu, pasti rusaklah langit dan bumi. Maha suci
Allah yang mempunyai Arasy dari pada apa yang mereka sifatkan" (Q.S. Al-Ambiya : 22) dengan ini akal mengakui sebagai mana
ditetapkan oleh Al-Qur'an :  Artinya : "Katakanlah (hai Muhammad) Allah itu Esa (satu),
Allah tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada yang
serupa dengan Dia, sesuatu apapun. (Q.S.Al-Ichlas 1-4). Aqidah (kepercayaan) yang gampang ini adalah
aqidah Islam, tidak seperti aqidah trinitas yang berbelit-belit itu, menurut
aqidah Kristen bahwa Tuhan turun dari kebesarannya dan bersemayam pada sebagian
makhluknya kemartabat Tuhan, hal ini membikin kacau balaunya pikiran orang
banyak dan membingungkan para cendikiawan. Aqidah Trinitas Kristen setelah dianalisa tidak
terdapat pada Injil asli (berbahasa Yunani), dan merupakan aqidah yang diambil
dari agama penyembah berhala pada zaman Fir'aun, dan mengambil dari pokok-pokok
dasar agama Babilonia yang tertulis pada batu peninggalan purbakala yang
terdapat di Babilonia, kembali sejarahnya ke tahun 1200 sebelum Masehi dan tidak
diakui aqidah ini bagi orang-orang Kristen melainkan pada majelis besar Nice
yang diadakan pada tahun 325 Masehi atas inisiatif Emperor Constantine lantaran
ada perselisihan antara Biskop Arius Athanese, kedua-duanya orang Alexandria. Arius berkata : Yesus adalah makhluk Allah,
bersifat dengan sifat-sifat manusia, mempunyai perasaan manusia; tidur, bangun,
gembira, susah dan seterusnya, sama sekali bukan Tuhan. Athenase berkata : Yesus itu anak Tuhan, dan
anak itu tentu sama dengan bapa, karena kedua-duanya dari satu unsur, sudah
barang tentu Yesus itu Tuhan seperti bapanya. Majelis besar itu mengeluarkan keputusan Biskup
itu harus dijatuhi hukuman karena buah pikiran dan pendapatnya mengurangi
kedudukan Yesus, seolah-olah Yesus tidak tinggi kedudukannya, tidak luhur
martabatnya, kecuali kalau didudukan pada sifat Tuhan, tidak peduli walaupun hal
ini bertentangan dengan akal dan nas agama. Pada tahun 334 M. emperor Constantine
mengadakan majelis besar Sour mengambil keputusan membatalkan
keputusan-keputusan Nice, dan memaafkan Biskop itu, dan ajaran-ajarannya
diterima. Kemudian majelis-majelis besar terus-terusan
diadakan, mengeluarkan keputusan-keputusan yang bermacam-macam kesemuanya ini
menunjukkan kacau balaunya aqidah dan tidak memakai dasar, sehingga orang-orang
Kristen disebabkan keputusan-keputusan majelis besar Konstantinopel yang keempat
th. 869 M. pecah dua. Masing-masing mempunyai Gereja. Gereja Timur Ortodox di
Konstantinopel, Gereja Barat Katolik di Roma. Kemudian timbul gerakkan Martin
Luther th. 1517 M. yang menyebabkan timbulnya Gereja yang ketiga Protestan di
Jerman, sesudah itu pindah ke Inggris dan ke Amerika Serikat. Pada waktu-waktu terakhir ini diatas bukit
dekat laut Mati terdapat tulisan yang sejarahnya kembali ke th. 100 SM (sebelum
Masehi), disitu ada keterangan-keterangan merupakan pengoreksian pikiran yang
salah mengenai ketuhanan Yesus. Oleh DR. Toraev dikirimkannya copynya kepada DR.
Albright. W., seorang ahli kenamaan dalam ilmu barng-barang peninggalan sejarah mengenai
Injil, dia mengucapkan kata gembira atas penemuan ini, seraya katanya :"Tidak
seorangpun di dunia ini yang meragukan kebenaran dan syahnya tulisan-tulisan ini".
Tulisan ini akan menimbulkan revolusi terhadap pikiran kita tentang Kristen. Pada tulisan sejarah ini ternyata bahwa Yesus
anak manusia, bukan anak Tuhan sebagaimana di katakan oleh pengikut-pengikutnya
sepeninggalnya. 2. Pengampunan Dosa : Tuhan berfirman dalam A-Qur'an :  Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang
yang mengsekutukan (mengserikatkan) Tuhan dan Tuhan mengampuni selain itu kepada
siapa saja yang dikehendakiNya,Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu)
dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (Q.S. Annisa : 116). dan Tuhan berfirman :  Artinya : "Katakanlah (wahai Muhammad) wahai
hamba-hambaku, orang-orang yang berlebihan terhadap dirinya, janganlah putus asa
dari rahmat Allah ! Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepadaNya sebelum siksaan datang,
kemudian kamu tidak bisa tertolong lagi" (Q.S. Azzumar, 53,54). selanjutnya firman Tuhan :  Artinya : "Maka barang siapa tobat sesudah
menganiaya diri, serta juga memperbaiki diri, Allah ampuni dia. Sesungguhnya
Allah itu Maha pengampun lagi Maha penyayang" (Q.S. Al-Maidah : 39). dalam hadits qudsi Tuhan berfirman, artinya : "Wahai
hamba-hambaku ! Kamu ada salahnya di waktu malam dan siang ! dan aku mengampuni
dosa-dosa itu semua. Maka mintalah ampun kepadaku, tentu Aku memberikan
pengampunan kepadamu". Dengan ini pintu tobat dalam Islam terbuka bagi
setiap orang yang mengetoknya. Diterimanya tobat yang dengan perasaan menyesal
terhadap pelanggarannya dan pelampauan batas yang telah digariskan oleh Tuhan
itu. Dan disamping penyesalannya itu, mengadakan perjanjian kepada Tuhan,
perjanjian tidak kembali lagi keperbuatan yang dimurkai Tuhan, dan tidak
menggantungkan kepada selain Tuhan. Adapun dalam agama Kristen; "maka tanpa
penumpahan darah tidak didapatkan pengampunan", dan "Tuhan mencintai
alam sehingga dikorbankan anaknya yang dikasihinya supaya tidak rusak setiap
orang yang percaya kepadanya, agar pula bisa hidup kekal" Perkataan ini jelas bikinan manusia untuk
mempengaruhi hati orang awam membawa cinta kepada Yesus serta mengimaninya. Tetapi tidak tahu bagaimana Tuhan orang Kristen tidak mempunyai
kemampuan sehingga tidak kuasa mengampuni manusia kecuali dengan syarat
dikorbankannya Anaknya yang dicintainya ? Kepada siapa tuhan orang Kristen ini
berkorban? Kepada siapa dikemukakan harapan ? Jadi masih ada lagi yang lebih
kuasa dari Tuhan Allahnya Orang Kristen ? Bagaimana dosa-dosa orang yang
terdahulu dan dosa-dosa orang-orang yang belakangan dengan disodorkannya anaknya
sebagai pengorbanan ? Bukankah ini, melainkan membuka pintu maksiat dimasa
depannya lantaran berpegang kepada pengampunan ?. Tuan Ibrahim Chalil Ahmad dalam hal ini
mensetir perkataan cerdik pandai Dickson Smith dalam bukunya "Sorotan baru
tentang kebangkitan", katanya : "Tidak terdapat seseorang beragama
walaupun bagaimana mazhabnya atau alirannya berkepercayaan Tuhan mengutus
anaknya yang tunggal kepada manusia, yang sejak permulaan kejadian sampai
penghabisannya, tidak sebanding dengan bintang yang sekecil-kecilnya untuk
dikorbankan mati konyol dan mengerikan diatas salib guna memuaskan ankara murka
dan siksa tuhan kepada manusia sebagai jalan dan alasan kepada Tuhan dalam
mengampuni manusia dengan syarat manusia mengumumkan pengakuannya kepada
perbuatan kejam dan biadab, itu dialah penebusan (pengorbanan) yang tidak bisa
diterima oleh akal sama sekali..... ! Kenapa kita tidak berkata : "Tuhan
yang Maha mengetahui apa yang akan terjadi, membenarkan pengorbanan Rasulnya,
bukan untuk mengampuni perbuatan-perbuatan jahat manusia, tetapi peristiwa ini
agar supaya menjadikan sebab tersiarnya Injil. Tuan Ibrahim Chalil Ahmad menyebutkan, bahwa
salib itu dibuat syi'ar sejak beribu-ribu tahun sebelum Masehi. Sedangkan dalam
Injil Bernabas disebutkan bahwa yesus tidak dibunuh dan disalib. Yang sebenarnya
pembunuhan dan penyaliban itu terjadi pada diri orang yang serupa dengan Yesus.
Dan Muhammad s.a.w. bila telah datang akan membukakan kepada oran-orang yang
percaya kepada syari'at Tuhan. Ini sejalan dengan Al-Qura'an. Al-Qur'an tidak
membenarkan hal itu sebagaimana tersebut dalam surat Annisa : 157 sebagai
berikut :  Artnya : "Dan ucapan mereka: "Sesungguhnya
Kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal
mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh
ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang
yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin
bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (Q.S. Annisa : 157). 3. Persamaan derjat diantara manusia Tuhan berfirman dalam Al-Qur'an :
 Artinya : "Wahai manusia ! aku jadikan kamu dari
laki-laki dan perempuan dan aku jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu menurut
pandangan Allah siapa yang paling taqwa,sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi
maha mengenal" (Q.S. Al-Hujaraat 13). Muhammad utusan Tuhan berkata : "Wahai
manusia ! sesungguhnya Tuhanmu satu dan bapamu satu. Semuanya kamu itu dari Adam
dan Adam dari tanah. Yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah yang
paling taqwa" dan selanjutnya dia berkata pula ; "Tidak ada
kelebihan orang Arab dari orang Ajam (orang selain Arab), dan tidak ada
kelebihan orang Ajam dari orang Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berwarna
hitam dari orang berwarna merah, dan tidak ada kelebihan orang yang berwarna
merah dari orang yang berwarna hitam, melainkan taqwalah yang menentukan mulya
dan kurangnya manusia itu". Maka ukuran dan neraca kelebihan dan kemulyaan
seseorang menurut pandangan Allah ialah taqwa dan amal soleh. Adapun bangsa,dan
warna, sama sekali tidak mempengaruhi tinggi rendahnya seseorang. Adapun Injil-Injil bikinan manusia disitu
disebutkan kebanggan mereka selaku anaknya orang yang merdeka, bukan anaknya
hamba sahaya : "Jika kita bukan anaknya hamba sahaya tetapi kita anaknya
orang yang merdeka", masih saja pengertian yang begini terpatri dan
tinggal dalam hati dan jiwanya sampai sekarang ini. Nampak terbentang
pengaruhnya di Amerika Selatan yang dikatakan (Ras-Diskriminasi). 4. Kabar gembira kedatangan Muhammad s.a.w. Tuhan berfirma dalam Al-Qur'an surat
Ashshaf : 6 :  Artinya : "Perhatikanlah tatkala Isa anak Maryam
berkata : Wahai bani Israil ! sesungguhnya aku ini utusan Tuhan kepadamu,
membenarkan apa yang ada padaku dari pada kitab Torat, dan meberikan kabar
gembira mengenai utusan Tuhan yang akan datang nanti sesudah aku nama Ahmad
(Muhammad)". Tuan Ibrahim Chalil Ahmad menerangkan bahwa
kabar gembira ini juga tersebut dalam kitab Taurat dan Injil. Di dalam kitab
Taurat dikatakan : "Bahwa aku akan menjadikan bagi mereka itu
seorang Nabi dari diantara segala saudaranya, yang seperti engkau dan aku akan
memberi segala firmanku dalam mulutnya dan ia pun akan mengatakan kepadanya
segala apa yang kusuruh akan dia". Itu adalah kata-kata ringkas, lalu ditafsirkan
oleh orang-orang Yahudi, bukan dari anaknya Ismail. Seolah-olah Tuhan
buat redaksi secara umum (tidak tegas) ini guna mengilhami mereka menafsirkan
sedemikian supaya memelihara kabar gembira ini, karena kalau mereka tahu bahwa
utusan yang dikhabarkan akan datang dari anak Ismail sudah barang tentu mereka
sembunyikan dan mereka hapus. Ternyata kemudian bahwa utusan Tuhan (Rasulullah)
yang dikhabarkan itu ialah Muhammad s.a.w. dari keturunan nabi Ismail a.s Dan tersebut dalam kitab Injil yang menunjukkan
berpindahnya kenabian dari anak Ishak ke anak Ismail, dikatakan : "bahwa batu yang dibuang oleh
tukang-tukang
rumah, ialah sudah menjadi batu penjuru, demikianlah perbuatan Tuhan, maka hal
itu ajaiblah pada mata kita. sebab itu aku berkata kepadamu bahwa kerajaan Allah
akan diambil dari padamu dan diberikan kepada suatu bangsa yang menerbitkan
buahnya (injil Matius 21 : 42,43). Batu yang dibuang oleh tukang-tukang rumah
sebagai kata kinayah, kata kiasan mengenai diri Ismail a.s. datuk atau kakek
Muhammad s.a.w. yang berkata : "Perumpamaan aku dan nabi-nabi dari
sebelum aku seperti seorang laki-laki membina suatu bangunan lalu diperbaikinya
dan diperindah kecuali kurang satu bata pada salah satu penjurunya, lalu orang
mengelilinginya. bangunan itu mengagumkan mereka, lalu mereka berkata : Alangkah
baiknya kalau disini diletakkan satu bata untuk menyempurnakan bangunan. Maka
akulah bata itu, datang aku, maka aku penutup Nabi-nabi". Yesus berkata kepada murid-muridnya : "Banyak lagi perkara yang hendak aku
katakan kepadamu, tapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi
apabila ia sudah datang yaitu roh kebenaran, maka iapun akan membawa kamu kepada
segala kebenaran karena tiada berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan
barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya dan dikhabarkannya kepadamu
segala yang akan datang". (Injil Yahya : 16 : 12,13). Dan diambil dari tulisan-tulisan yang terdapat
didekat laut Mati, begitu juga bahwa Isa adalah Masia orang-orang Masehi (Masia
bahasa Aramia, artinya utusan), dan disana ada Masia lain akan datang sesudah
Isa. Isa berkata mengenai dia itu ; Apabila datang Penolong (Conforter) maka
dialah menyaksikan aku "dan Muhammad s.a.w. dialah yang datang sesudahnya. Tersebut dalam Injil Barnabas yang disisihkan
oleh Gereja pada masanya yang pertama, Pope Glasius melarang membacanya pada
tahun 492 M. menguatkan tulisan-tulisan sejarah itu dan menjelaskan mana
kta-kata yang ringkas, dikatakan : "Bilamana manusia memanggil aku Tuhan dan
anak Tuhan padahal aku bersih didunia ini, Tuhan maukan memperolok-olok manusia
di dunia ini dengan kematian Yudas, mereka mengira aku mati diatas salib, agar
supaya setan-setan tidak memperolok-olok aku dihari hisab dan akan tetap ini
sampai datang Muhammad utusan Tuhan, yang apabila datang dia terbukalah penipuan
ini untuk diketahui oleh orang-orang yang percaya kepada syari'at Tuhan" (Injil
Barnabas 220). Dengan ini khabar gembira di dalam berbagai
Injil-injil sesuai dengan khabar gembira yang tersebut dalam kitab Taurat, maka
bagi manusia seorang Nabi seperti Musa, dari tengah-tengah saudaranya diturunkan
kepadanya kitab, dibicarakannya isinya kepada manusia dia itu roh kebenaran,
tidak berbicara apa yang diwahyukan kepadanya, benarlah Tuhan, firmannya dalam
Al-Qur'an :
 "Demi bintang apabila telah terbenam,
tidaklah tersesat temanmu (Muhammad) dan tidak salah. Dia tidak mengatakan
sesuka hatinya. Tidak lain hanyalah diajarkan oleh yang sangat kuat (Jibril)"
(Q.S. Annajam 1,2,3 ). Walaupun bagaimana saja orang sembunyikan Injil
yang betul, Al-Qur'an menjamin menerangkan apa yang harus diterangkan dari pada
soal yang mereka sembunyikan, berfirmanlah Tuhan :  Artinya ; 'Wahai ahli kitab ! sesungguhnya telah datang
kepadamu Rasulku, yang menerangkan kebanyakan yang kamu sembunyikan dari pada
isi kitab (Taurat dan Injil), serta dimaafkannya dari pada yang lain-lain.
sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya yang menerangi dan kitab suci yang
nyata (Al-Qur'an). Dengan kitab itu Allah memberi petunjuk kepada orang-orang
yang dikehendakinya ke jalan kesejahteraan dan dikeluarkan mereka itu dari
kegelapan kepada cahaya terang dengan izinnya dan diberi petunjuk menuju jalan
yang lurus" (Q.S. Al-Maidah 15,16). Demikianlah tuan Ibrahim Chalil Ahmad
memberikan sorotan-sorotan pada soal-soal perselisihan yang terkenal diantara
dua agama, Kristen dan Islam dengan pengalamannya yang sudah-sudah dan memilih
yang benar dalam persoalan-persoalan yang menjadi perselisihan itu, dikuatkan
dengan dalil nas, serta menerangkan tempat timbulnya penyelewengan dan
penyimpangan orang-orang dalam kepercayaan dan aqidah. Orang-orang pemerintah
dan sebahagian orang-orang agama brkemauan menyesatkan mereka untuk dapat pegang
pemerintahan terhadap rakyat dan menguasainya. Hanya Tuhanlah yang memberi
taufiq dan memandang Allah-lah bagi kita dan dia sebaik-baik harapan dan tiada
berserikat baginya dan juga tidak serupa dengan apapun di jagat raya alam ini. Wassalam, Ali Hasbullah.
|