Al-Haq

the Truth - Kebenaran
"Aku perlihatkan kepada mereka tanda-tandaku pada jagat ini, dan pada diri mereka,
sehingga teranglah bagi mereka kebenaran itu"
(Al-Qur'an)

 



KEBENARAN TENTANG 
KONSEP KETUHANAN, PENGAMPUNAN DAN  
PERSAMAAN DERAJAT MANUSIA 
 
Oleh : Prof. DR. Ali Hasbullah
(Guru Besar Fak. Darul Ulum Univ. Cairo, Mesir)


 
 

Puja-puji teruntuk bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Karunia sejahtera dicurahkannya kepada junjungan kita Muhammad s.a.w. penutup para nabi, pemimpin para muttaqin, diutus oleh Allah membawa petunjuk dan agama yang benar supaya dibentangkan kepada semua agama, sebagai pembuka hati yang masih tertutup, pembuka mata yang masih tidak dapat melihat. Menjadi tinggi kedudukannya dan bersemarak namanya lantaran orang-orang yang bersih suci, orang-orang yang terdahulu mempercayainya, orang-orang yang membantu perjuangan Rasulullah dengan segala harta dan jiwanya. Tuhan abadikan nama mereka dalam Al-Qur'an.

  

Artinya :

"Orang-orang yang terdahulu dan pertama-tama dari pada orang-orang mehajirin dan anshor dan yang mengikut mereka dengan melaksanakan mana yang baik, Allah suka kepada mereka, merekapun begitu pula. Disediakan untuk mereka sorga yang mengalir air sungai di bawahnya serta abadi mereka di situ. Itulah kemenangan yang besar " (Q.S. Attaubah 100).

  

dan firman Allah dalam surat Al-Waqi'ah ayat 10, 12 :
 

 

Artinya : 

"Dan orang-orang yang terdahulu beriman mereka itulah orang-orang yang berdekatan dengan Tuhan, Mereka tinggal di sorga yang penuh dengan kenikmatan" ( Q.S. Al-Waqi'ah ayat 10,12).

 

Muhammad diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan norma-norma kebenaran, prinsip-prinsip fitrah yang sehat untuk kemaslahatan manusia di dunia dan di akhirat. Akal manusia tentu menanggapi baik, bilamana akal itu bersih dari pada resep-resep kebodohan, terlepas dari motif penyelewengan dan kesesatan, terlepas dari pada taklid dan ikut-ikutan kepada orang orang tua dan nenek moyang, terharu kepada keduniaan yang tidak ada pertaliannya dengan kebenaran dan kebaikan.

 

Kalau Tuhan menghendaki siapa saja diantara hamba-hambaNya untuk mendapatkan kebaikan dan petunjuk, terlihatlah kepadanya begitu indah dan harmonis kebenaran itu, dan terlihat faktor-faktor dan motif-motif yang membawa kepada penyelewengan dan penyimpangan dari jalan yang lurus dan lempang menuju kepada berakhir jelek, lalu dilaluinya jalan yang menuju kepada kebenaran dan dihindarinya jalan yang membawa kerusakan dan kehancuran.

 

Firman Tuhan dalam A-Qur'an :
 

 

Artinya :

"Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapatkan petunjuk, terbukalah dadanya menerima Islam sebagai Agama, Dan barang siapa dikehendaki Allah mendapat kesesatan, sempitlah dadanya dengan kesempitan yang sulit buat dipecahkan, seolah-olah dia terbang di langit. Demikianlah Allah buat kotoran untuk orang-orang yang tidak mau beriman" (Q.S. Al_An'am 125).

 

Selanjutnya firman Tuhan dalam Al-Qur'an :
 

  

Artinya :

"Katakanlah (wahai Muhammad) aku diberi tahu oleh Tuhan melalui wahyu, beberapa bangsa jin mendengarkan, lalu mereka berkata; Kami mendengar Al-Qur'an yang mengagumkan, memberi petunjuk kepada kebenaran. Kamipun terus percaya dan kami tidak sekutukan Tuhan dengan apa dan siapa saja" (Q.S. Al-Jin, ).

 

Firman Tuhan di dalam AL-Qur'an Al-Imran 19 :
 

 


"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya".
(Q.S. Al-Imran 19)

 

Sebagai penggugah hati orang-orang yang lalai, sebagai faktor pendorong untuk berfikir lebih lanjut bagi orang-orang yang suka menggunakan akalnya. Persoalan pokok dalam uraian ini adalah prinsip kepercayaan atau keyakinan dan tujuan yang lurus. Hal ini jelas bukan pada tempatnya akal manusia meragukannya, diantaranya prinsip :

 

1. Keesaan Tuhan :

Sesungguhnya adanya alam ini dengan aturannya begitu rapi menunjukan secara rasionil adanya pencipta yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan sesuai dengan adanya alam yang teratur rapi dan tepat jitu. Soal ini ringan saja, tidak berbelit-belit dan tidak berliku-liku.

 

Orang yang mengatakan alam ini tidak ada penciptanya, dia itu tidak mau mengakui kebenaran, menagkui adanya bekas tetapi  tidak diakuinya pembekas. Siapa yang beranggapan bahwa Tuhan ada lebih dari satu apa hujjah dan dalilnya, sedangkan tidak akan terdapat orang yang bisa menunjukan dalil adanya sesuatu yang tidak ada. Apabila kita tidak dimintai memberikan menafikan berbilangnya Tuhan, karena yang dimintai dalil menetukan (mengisbatkan) bukan yang menafikan, maka Tuhan yang maha mengetahui dan bijaksana telah berkenan mengingatkan kepada mereka yang menyeleweng yang mengatakan berbilang Tuhan serta menegur akan kesesatan pendapat mereka itu dengan firmaNya  :
 

 

Artinya :

"Kalau pada langit dan di bumi ini berbilang Tuhan bukan Tuhan yang satu, pasti rusaklah langit dan bumi. Maha suci Allah yang mempunyai Arasy dari pada apa yang mereka sifatkan" (Q.S. Al-Ambiya : 22)

 

dengan ini akal mengakui sebagai mana ditetapkan oleh Al-Qur'an :
 

 

Artinya :

"Katakanlah (hai Muhammad) Allah itu Esa (satu), Allah tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada yang serupa dengan Dia, sesuatu apapun. (Q.S.Al-Ichlas 1-4).

 

Aqidah (kepercayaan) yang gampang ini adalah aqidah Islam, tidak seperti aqidah trinitas yang berbelit-belit itu, menurut aqidah Kristen bahwa Tuhan turun dari kebesarannya dan bersemayam pada sebagian makhluknya kemartabat Tuhan, hal ini membikin kacau balaunya pikiran orang banyak dan membingungkan para cendikiawan.

 

Aqidah Trinitas Kristen setelah dianalisa tidak terdapat pada Injil asli (berbahasa Yunani), dan merupakan aqidah yang diambil dari agama penyembah berhala pada zaman Fir'aun, dan mengambil dari pokok-pokok dasar agama Babilonia yang tertulis pada batu peninggalan purbakala yang terdapat di Babilonia, kembali sejarahnya ke tahun 1200 sebelum Masehi dan tidak diakui aqidah ini bagi orang-orang Kristen melainkan pada majelis besar Nice yang diadakan pada tahun 325 Masehi atas inisiatif Emperor Constantine lantaran ada perselisihan antara Biskop Arius Athanese, kedua-duanya orang Alexandria.

 

Arius berkata : Yesus adalah makhluk Allah, bersifat dengan sifat-sifat manusia, mempunyai perasaan manusia; tidur, bangun, gembira, susah dan seterusnya, sama sekali bukan Tuhan.

 

Athenase berkata : Yesus itu anak Tuhan, dan anak itu tentu sama dengan bapa, karena kedua-duanya dari satu unsur, sudah barang tentu Yesus itu Tuhan seperti bapanya.

 

Majelis besar itu mengeluarkan keputusan Biskup itu harus dijatuhi hukuman karena buah pikiran dan pendapatnya mengurangi kedudukan Yesus, seolah-olah Yesus tidak tinggi kedudukannya, tidak luhur martabatnya, kecuali kalau didudukan pada sifat Tuhan, tidak peduli walaupun hal ini bertentangan dengan akal dan nas agama.

 

Pada tahun 334 M. emperor Constantine mengadakan majelis besar Sour mengambil keputusan membatalkan keputusan-keputusan Nice, dan memaafkan Biskop itu, dan ajaran-ajarannya diterima.

 

Kemudian majelis-majelis besar terus-terusan diadakan, mengeluarkan keputusan-keputusan yang bermacam-macam kesemuanya ini menunjukkan kacau balaunya aqidah dan tidak memakai dasar, sehingga orang-orang Kristen disebabkan keputusan-keputusan majelis besar Konstantinopel yang keempat th. 869 M. pecah dua. Masing-masing mempunyai Gereja. Gereja Timur Ortodox di Konstantinopel, Gereja Barat Katolik di Roma. Kemudian timbul gerakkan Martin Luther th. 1517 M. yang menyebabkan timbulnya Gereja yang ketiga Protestan di Jerman, sesudah itu pindah ke Inggris dan ke Amerika Serikat.

 

Pada waktu-waktu terakhir ini diatas bukit dekat laut Mati terdapat tulisan yang sejarahnya kembali ke th. 100 SM (sebelum Masehi), disitu ada keterangan-keterangan merupakan pengoreksian pikiran yang salah mengenai ketuhanan Yesus. Oleh DR. Toraev dikirimkannya copynya kepada DR. Albright. W., seorang ahli kenamaan dalam ilmu barng-barang peninggalan sejarah mengenai Injil, dia mengucapkan kata gembira atas penemuan ini, seraya katanya :"Tidak seorangpun di dunia ini yang meragukan kebenaran dan syahnya tulisan-tulisan ini". Tulisan ini akan menimbulkan revolusi terhadap pikiran kita tentang Kristen.

 

Pada tulisan sejarah ini ternyata bahwa Yesus anak manusia, bukan anak Tuhan sebagaimana di katakan oleh pengikut-pengikutnya sepeninggalnya.

 

2. Pengampunan Dosa :

Tuhan berfirman dalam A-Qur'an :
 

 

Artinya :

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang mengsekutukan (mengserikatkan) Tuhan dan Tuhan mengampuni selain itu kepada siapa saja yang dikehendakiNya,Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (Q.S. Annisa : 116).

 

dan Tuhan berfirman :

 

Artinya :

"Katakanlah (wahai Muhammad) wahai hamba-hambaku, orang-orang yang berlebihan terhadap dirinya, janganlah putus asa dari rahmat Allah ! Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang. Kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepadaNya sebelum siksaan datang, kemudian kamu tidak bisa tertolong lagi" (Q.S. Azzumar, 53,54).

 

selanjutnya firman Tuhan :

 

Artinya :

"Maka barang siapa tobat sesudah menganiaya diri, serta juga memperbaiki diri, Allah ampuni dia. Sesungguhnya Allah itu Maha pengampun lagi Maha penyayang" (Q.S. Al-Maidah : 39).

 

dalam hadits qudsi Tuhan berfirman, artinya : "Wahai hamba-hambaku ! Kamu ada salahnya di waktu malam dan siang ! dan aku mengampuni dosa-dosa itu semua. Maka mintalah ampun kepadaku, tentu Aku memberikan pengampunan kepadamu".

 

Dengan ini pintu tobat dalam Islam terbuka bagi setiap orang yang mengetoknya. Diterimanya tobat yang dengan perasaan menyesal terhadap pelanggarannya dan pelampauan batas yang telah digariskan oleh Tuhan itu. Dan disamping penyesalannya itu, mengadakan perjanjian kepada Tuhan, perjanjian tidak kembali lagi keperbuatan yang dimurkai Tuhan, dan tidak menggantungkan kepada selain Tuhan.

 

Adapun dalam agama Kristen; 

"maka tanpa penumpahan darah tidak didapatkan pengampunan", 

 

dan 

"Tuhan mencintai alam sehingga dikorbankan anaknya yang dikasihinya supaya tidak rusak setiap orang yang percaya kepadanya, agar pula bisa hidup kekal"

 

Perkataan ini jelas bikinan manusia untuk mempengaruhi hati orang awam membawa cinta kepada Yesus serta mengimaninya. Tetapi tidak tahu bagaimana Tuhan orang Kristen tidak mempunyai kemampuan sehingga tidak kuasa mengampuni manusia kecuali dengan syarat dikorbankannya Anaknya yang dicintainya ? Kepada siapa tuhan orang Kristen ini berkorban? Kepada siapa dikemukakan harapan ? Jadi masih ada lagi yang lebih kuasa dari Tuhan Allahnya Orang Kristen ? Bagaimana dosa-dosa orang yang terdahulu dan dosa-dosa orang-orang yang belakangan dengan disodorkannya anaknya sebagai pengorbanan ? Bukankah ini, melainkan membuka pintu maksiat dimasa depannya lantaran berpegang kepada pengampunan ?.

 

Tuan Ibrahim Chalil Ahmad dalam hal ini mensetir perkataan cerdik pandai Dickson Smith dalam bukunya "Sorotan baru tentang kebangkitan", katanya : "Tidak terdapat seseorang beragama walaupun bagaimana mazhabnya atau alirannya berkepercayaan Tuhan  mengutus anaknya yang tunggal kepada manusia, yang sejak permulaan kejadian sampai penghabisannya, tidak sebanding dengan bintang yang sekecil-kecilnya untuk dikorbankan mati konyol dan mengerikan diatas salib guna memuaskan ankara murka dan  siksa tuhan kepada manusia sebagai jalan dan alasan kepada Tuhan dalam mengampuni manusia dengan syarat manusia mengumumkan pengakuannya kepada perbuatan kejam dan biadab, itu dialah penebusan (pengorbanan) yang tidak bisa diterima oleh akal sama sekali..... ! Kenapa kita tidak berkata : "Tuhan yang Maha mengetahui apa yang akan terjadi, membenarkan pengorbanan Rasulnya, bukan untuk mengampuni perbuatan-perbuatan jahat manusia, tetapi peristiwa ini agar supaya menjadikan sebab tersiarnya Injil.

 

Tuan Ibrahim Chalil Ahmad menyebutkan, bahwa salib itu dibuat syi'ar sejak beribu-ribu tahun sebelum Masehi. Sedangkan dalam Injil Bernabas disebutkan bahwa yesus tidak dibunuh dan disalib. Yang sebenarnya pembunuhan dan penyaliban itu terjadi pada diri orang yang serupa dengan Yesus. Dan Muhammad s.a.w. bila telah datang akan membukakan kepada oran-orang yang percaya kepada syari'at Tuhan. Ini sejalan dengan Al-Qura'an. Al-Qur'an tidak membenarkan hal itu sebagaimana tersebut dalam surat Annisa : 157 sebagai berikut :
 

 

Artnya :

"Dan ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (Q.S. Annisa : 157).

  

3. Persamaan derjat diantara manusia 

Tuhan berfirman dalam Al-Qur'an :

 

Artinya :

"Wahai manusia ! aku jadikan kamu dari laki-laki dan perempuan dan aku jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu menurut pandangan Allah siapa yang paling taqwa,sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal" (Q.S. Al-Hujaraat 13).

  

Muhammad utusan Tuhan berkata : "Wahai manusia ! sesungguhnya Tuhanmu satu dan bapamu satu. Semuanya kamu itu dari Adam dan Adam dari tanah. Yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah yang paling taqwa" dan selanjutnya dia berkata pula ; "Tidak ada kelebihan orang Arab dari orang Ajam (orang selain Arab), dan tidak ada kelebihan orang Ajam dari orang Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berwarna hitam dari orang berwarna merah, dan tidak ada kelebihan orang yang berwarna merah dari orang yang berwarna hitam, melainkan taqwalah yang menentukan mulya dan kurangnya manusia itu".

 

Maka ukuran dan neraca kelebihan dan kemulyaan seseorang menurut pandangan Allah ialah taqwa dan amal soleh. Adapun bangsa,dan warna, sama sekali tidak mempengaruhi tinggi rendahnya seseorang.

 

Adapun Injil-Injil bikinan manusia disitu disebutkan kebanggan mereka selaku anaknya orang yang merdeka, bukan anaknya hamba sahaya : "Jika kita bukan anaknya hamba sahaya tetapi kita anaknya orang yang merdeka", masih saja pengertian yang begini terpatri dan tinggal dalam hati dan jiwanya sampai sekarang ini. Nampak terbentang pengaruhnya di Amerika Selatan yang dikatakan (Ras-Diskriminasi).

 

4. Kabar gembira kedatangan Muhammad s.a.w.

 Tuhan berfirma dalam Al-Qur'an surat Ashshaf : 6 :
 

 

Artinya :

"Perhatikanlah tatkala Isa anak Maryam berkata : Wahai bani Israil ! sesungguhnya aku ini utusan Tuhan kepadamu, membenarkan apa yang ada padaku dari pada kitab Torat, dan meberikan kabar gembira mengenai utusan Tuhan yang akan datang nanti sesudah aku nama Ahmad (Muhammad)".

 

Tuan Ibrahim Chalil Ahmad menerangkan bahwa kabar gembira ini juga tersebut dalam kitab Taurat dan Injil. Di dalam kitab Taurat dikatakan :

 

"Bahwa aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari diantara segala saudaranya, yang seperti engkau dan aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan ia pun akan mengatakan kepadanya segala apa yang kusuruh akan dia".

  

Itu adalah kata-kata ringkas, lalu ditafsirkan oleh orang-orang Yahudi, bukan dari anaknya Ismail. Seolah-olah Tuhan buat redaksi secara umum (tidak tegas) ini guna mengilhami mereka menafsirkan sedemikian supaya memelihara kabar gembira ini, karena kalau mereka tahu bahwa utusan yang dikhabarkan akan datang dari anak Ismail sudah barang tentu mereka sembunyikan dan mereka hapus. Ternyata kemudian bahwa utusan Tuhan (Rasulullah) yang dikhabarkan itu ialah Muhammad s.a.w. dari keturunan nabi Ismail a.s

 

Dan tersebut dalam kitab Injil yang menunjukkan berpindahnya kenabian dari anak Ishak ke anak Ismail, dikatakan :

 

"bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang rumah, ialah sudah menjadi batu penjuru, demikianlah perbuatan Tuhan, maka hal itu ajaiblah pada mata kita. sebab itu aku berkata kepadamu bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan diberikan kepada suatu bangsa yang menerbitkan buahnya (injil Matius 21 : 42,43).

 

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang rumah sebagai kata kinayah, kata kiasan mengenai diri Ismail a.s. datuk atau kakek Muhammad s.a.w. yang berkata :

 

"Perumpamaan aku dan nabi-nabi dari sebelum aku seperti seorang laki-laki membina suatu bangunan lalu diperbaikinya dan diperindah kecuali kurang satu bata pada salah satu penjurunya, lalu orang mengelilinginya. bangunan itu mengagumkan mereka, lalu mereka berkata : Alangkah baiknya kalau disini diletakkan satu bata untuk menyempurnakan bangunan. Maka akulah bata itu, datang aku, maka aku penutup Nabi-nabi".

 

Yesus berkata kepada murid-muridnya :

 

"Banyak lagi perkara yang hendak aku katakan kepadamu, tapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang yaitu roh kebenaran, maka iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran karena tiada berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya dan dikhabarkannya kepadamu segala yang akan datang". (Injil Yahya : 16 : 12,13).

 

Dan diambil dari tulisan-tulisan yang terdapat didekat laut Mati, begitu juga bahwa Isa adalah Masia orang-orang Masehi (Masia bahasa Aramia, artinya utusan), dan disana ada Masia lain akan datang sesudah Isa. Isa berkata mengenai dia itu ; Apabila datang Penolong (Conforter) maka dialah menyaksikan aku "dan Muhammad s.a.w. dialah yang datang sesudahnya.

 

Tersebut dalam Injil Barnabas yang disisihkan oleh Gereja pada masanya yang pertama, Pope Glasius melarang membacanya pada tahun 492 M. menguatkan tulisan-tulisan sejarah itu dan menjelaskan mana kta-kata yang ringkas, dikatakan :

 

"Bilamana manusia memanggil aku Tuhan dan anak Tuhan padahal aku bersih didunia ini, Tuhan maukan memperolok-olok manusia di dunia ini dengan kematian Yudas, mereka mengira aku mati diatas salib, agar supaya setan-setan tidak memperolok-olok aku dihari hisab dan akan tetap ini sampai datang Muhammad utusan Tuhan, yang apabila datang dia terbukalah penipuan ini untuk diketahui oleh orang-orang yang percaya kepada syari'at Tuhan" (Injil Barnabas 220).

 

Dengan ini khabar gembira di dalam berbagai Injil-injil sesuai dengan khabar gembira yang tersebut dalam kitab Taurat, maka bagi manusia seorang Nabi seperti Musa, dari tengah-tengah saudaranya diturunkan kepadanya kitab, dibicarakannya isinya kepada manusia dia itu roh kebenaran, tidak berbicara apa yang diwahyukan kepadanya, benarlah Tuhan, firmannya dalam Al-Qur'an :

 

"Demi bintang apabila telah terbenam, tidaklah tersesat temanmu (Muhammad) dan tidak salah. Dia tidak mengatakan sesuka hatinya. Tidak lain hanyalah diajarkan oleh yang sangat kuat (Jibril)" (Q.S. Annajam 1,2,3 ).

 

Walaupun bagaimana saja orang sembunyikan Injil yang betul, Al-Qur'an menjamin menerangkan apa yang harus diterangkan dari pada soal yang mereka sembunyikan, berfirmanlah Tuhan :

 

Artinya ;

'Wahai ahli kitab ! sesungguhnya telah datang kepadamu Rasulku, yang menerangkan kebanyakan yang kamu sembunyikan dari pada isi kitab (Taurat dan Injil), serta dimaafkannya dari pada yang lain-lain. sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya yang menerangi dan kitab suci yang nyata (Al-Qur'an). Dengan kitab itu Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendakinya ke jalan kesejahteraan dan dikeluarkan mereka itu dari kegelapan kepada cahaya terang dengan izinnya dan diberi petunjuk menuju jalan yang lurus" (Q.S. Al-Maidah 15,16).

 

Demikianlah tuan Ibrahim Chalil Ahmad memberikan sorotan-sorotan pada soal-soal perselisihan yang terkenal diantara dua agama, Kristen dan Islam dengan pengalamannya yang sudah-sudah dan memilih yang benar dalam persoalan-persoalan yang menjadi perselisihan itu, dikuatkan dengan dalil nas, serta menerangkan tempat timbulnya penyelewengan dan penyimpangan orang-orang dalam kepercayaan dan aqidah. Orang-orang pemerintah dan sebahagian orang-orang agama brkemauan menyesatkan mereka untuk dapat pegang pemerintahan terhadap rakyat dan menguasainya. Hanya Tuhanlah yang memberi taufiq dan memandang Allah-lah bagi kita dan dia sebaik-baik harapan dan tiada berserikat baginya dan juga tidak serupa dengan apapun di jagat raya alam ini.

 

Wassalam,

Ali Hasbullah.

   

 

http://alhaqa.cjb.net

http://www.geocities.com/al_haqa
 

Kirim tulisan dan tanggapan anda ke

zulfikri@telkom.net
 

 Copyright 2004 Al-Haq All rights reserved

1