![]() |
Home | Mukaddimah | Buletin | Hadits |
Buletin Lasykar jihad Edisi II Juni 2000
SALAH SATU SIFAT MUNAFIQIN :
MENINGGALKAN JIHAD KARENA CINTA DUNIA
Rasulullah shallahu alaihi wassallam bersabda: "Jika kalian sudah jual beli dengan inah, memegang ekor sapi, rela dengan pertanian, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan dan Alllah tidak akan melepaskan kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada agama kalian" (HR Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam shahih Abu Daud No.3956).
Hadits ini merupakan ancaman dari Allah terhadap orang-orang yang melanggar dan tidak mau menjalankan syariat Allah karena sebab cinta dunia.
Makna hadits:
1. Berjual beli dengan inah
Yakni satu macam jual beli dengan riba.. Karena Allah Taala mengharamkan riba, Allah berirman;
"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba"(AL Baqarah: 275)
Rasululah shalallahu alaihi wasallam bersabda;
"Pemakan riba, yang memberikannya, yang menuliskan dan dua orang saksinya sama saja (dalam dosa)"(HR Muslim).
2. Memegang ekor sapi dan rela dengan pertanian
Menunjukkan sikap sangat mementingkan perkara dunia sehingga terlalu bergantung kepada dunia, serta meninggalkan syariat dan hukum-hukumnya.. Sebagaimana telah disinggung oleh Rasulullah shallahu alaihi wasallam:
"Suatu saat nanti, orang-orang kafir akan mengerubuti kalian sebagaimana hewan mengerubuti makanan ditempatnya". Seorang shahabat berkata: "Apakah karena Hal itu sedikitnya jumlah kami wahai Rasululah?". Beliau menjawab: "Bahkan ketika itu kalian dalam jumlah yang banyak, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Sungguh Allah akan menghilangkan rasa takut musuh kalian kepada kalian, dan melemparkan ke dalam dada kalian al wahn". Shahabat berkata:
"Apa itu al wahn wahai Rasulullah?". Beiau menjawab: "Cinta dunia dan takut mati"(Hadits shahih,lihat Ash shahihah:958).
3. Meninggalkan jihad
Hal ini merupakan hasil dari sangat cintanya seseorang kepada dunia, sebagaimana Allah berfirman:
"Wahai oramg-orang yang beriman! Mengapa kalian jika disuruh untuk berangkat perang dijalan Allah kalian merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu, apakah kalian lebih senang dengan kehidupan dunia dari pada akhirat? Ketahuilah, sesungguhnya perhiasan dunia jika dibandingkan akhirat sangat kecil sekali"(At Taubah 38).
Maka diantara sifat orang munafik adalah tidak mau berjihad dan mencari ber.bagai macam alasan untuk tidak berjihad. Karena memang orang munafiq lebih mencintai kehidupan dunianya daripada kehidupan di akhirat.
Ketika perang tabuk Rasulullah berkata kepada seorang munafiq: "Apakah kalian hendak ikut berperang?". Orang munafiq itu berkata:"Ya Muhammad, jangan engkau fitnah kami, karena di Ramawi banyak wanita-wanita cantik"
Sebagian diantara mereka menggembosi semangat kaum muslimin, menghasut untuk tidak berangkat jihad. Mereka berkata :"Janganlah kalian keluar (berjihad) di waktu panas"
Dan berbagai macam cara mereka untuk tidak berang jhad bersama Rasululah. Bahkan ketika ada shahabat yang shahid mereka mencibir dengan mengatakan; "Kalau seandainya mereka bersama kami niscaya dia tdak akan mati". Itulah diantara sifat kaum munafiqin yang anti terhadap jihad karena cinta dunia dan takut mati.
4. Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian dan tidak akan menghilangkannya hingga kalian kembali kepada agama kalian.
Ini merupakan penjelasan yang tegas bahwasanya agama yang benar, yang kaum muslimin harus kembali kepadanya adalah seperti yang difirmankan oleh Allah:
"Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah agama Islam" (Al Imran : 19)
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan Aku ridha Islam menjadi agamamu"(Al Maidah:3).
Imam Malik berkata ketika menafsirkan ayat ini: "Tidak akan baik umat yang belakangan ini kecuali dengan sesuatu yang telah membuat baik umat terdahulu (yakni para shahabat radiyallahuanhum)".
Maksudnya adalah, apabila ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan, hendaknya beragama sesuai dengan cara para shahabat dan Rasulullah beragama, atau dengan kata lain memahami Al Quran dan hadits Rasulullah dengan pemahaman para shahabat.
Saudaraku fillah, agar kita terhindar atau terlepas dari ancaman Allah di atas maka jauhilah perbuatan riba, dan segeralah bertaubat kepada Allah.. Belajarlah agama yang benar. Amalkanlah syariat Allah,.berjihadlah dan bantulah para mujahidin, mudah-mudahan Allah merahmati kita semua Amiin.
Kewajiban berjihad dengan harta
Jihad adalah satu perkara yang Allah telah wajibkan atas umat Islam. Jihad dilakukan dengan jiwa, harta dan lisan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallahu alaihi wasalam:
"Berjihadlah kalian menghadapi kaum musyrikin (kafirin) dengan harta, jiwa dan lisan kalian" (HSR Abu Daud dan lainnya).
Jihad dengan jiwa adalah keluarnya seorang muslim yang mukallaf dan mampu membawa senjata (yang tidak mempunyai udzur syari untuk tidak berjihad) ke medan pertempuran melawan musuh.
Jihad dengan harta adalah dengan menginfakkan harta untuk mujahidin dan membantu mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi musuh Allah dan musuh kaum muslimin.
Jihad dengan lisan yaitu mendoakan dan memuji mujahidin serta memberikan semangat dan berbuat sesuatu untuk mengokohkan hati mereka di medan perang. Bisa juga dilakukan dengan cara mendakwahkan Islam kepada manusia.
Itulah tiga macam jihad yang Allah wajibkan atas kaum muslimin. Hukum asalnya mereka harus berjihad dengan ketiganya, dengan jiwa, harta dan lisan. Akan tetapi apabila seseorang tidak berangkat ke medan perang (tidak berjihad dengan jiwa) maka ia tetap wajib berjihad dengan harta.
Seperti kejadian di Ambon, Para ulama telah menyatakan wajibnya berjihad di sana, bahkan Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi, hafidzahumallah telah menyatakan berjihad membela kaum muslimin di Maluku adalah fardhu ain. maka bagi orang yang tidak berangkat berjihad ke sana (karena ada udzur syari) tetap diwajibkan berjihad dengan harta .
Ibnul qayim al jauziyah berkata:
"(Diantara faidah kisah perang Tabuk adalah) wajibnya jihad dengan harta sebagaimana wajib dengan jiwa. Ini adalah salah satu dari dua pendapat Imam Ahmad dan pendapat inilah yang benar. Karena perintah berjihad dengan harta selalu bergandengan dengan perintah berjihad dengan jiwa, bahkan perintah berjihad dengan harta selalu didahulukan kecuali pada satu tempat. Ini menunjukkan bahwasanya jihad dengan harta lebih ditekankan dari jihad dengan jiwa. Dan tidak diragukan lagi bahwa jihad dengan harta adalah salah satu jihad sebagaimana sabda Rasulullah shalallhu alaihi wasallam: "Barang siapa yang membantu persiapan orang yang akan berjihad maka ia berjihad". Maka wajib berjihad dengan harta atas orang yang tidak mampu berangkat perang sebagaimana juga wajib atas yang berangkat jihad (bila mampu). Karena tidak sempurna jihad dengan badan kecuali dengan mengorbankan harta. Tidak akan ada pertolongan dari Allah kecuali dengan adanya jumlah orang yang cxukup dan perbekalan yang cukup. Apabila seseorang tidak mampu memperbanyak jumlah orang maka ia wajib memperbanyak harta dan perbekalan mujahidin. Apabila wajib haji dengan harta atas orang yang tidak mampu melakukannya dengan badan maka berjihad dengan harta atas orang yang tidak mampu dengan badan lebih wajib lagi"(Zaadul Maad:3/475-476).
Ketika perang tabuk Rasululllah dan para shahabatnya dalam keadaan susah karena kekurangan harta, maka Rasulullah membangkitkan semangat para shahabat untuk berjihad dengan harta. Ketika itu Ustman bin Affan menginfakkan hartanya berupa 300 dinar dan seribu onta.
Saudaraku fillah, inilah suri tauladan kita. Dalam keadaan susah mereka para shahabat masih bisa berhihad dengan harta. Seharusnya kita yang diberi rezki yang banyak oleh Allah, mampu mengamalkan satu amalan yang besar ini.
Sebagaimana amalan yang lain, jihad dengan harta juga mempunyai fadhilah (keutamaan) yang besar, tentunya dengan syarat ikhlas dalam mengamalkannya. Diantara keutamaan jihad dengan harta, adalah sebagai berikut ::
1 Dari Zaid bin Khalid radiyalhuanhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang mempersiapkan keperluan seseorang yang mau perang maka ia telah berperang, dan barang siapa yang mengurus dengan baik keluarga yang ditinggal berperang maka dia telah ikut berperang"(Muttafaq alaih).
2.. Dari Abi Umamah radiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Shadaqah yang paling afdhal adalah mempersiapkan tenda yang bisa dipergunakan sebagai naungan sewaktu berperang di jalan Allah, dan memberikan pelayan untuk ikut berperang di jalan Allah, atau memberikan kendaraan yang kuat untuk berperang di jalan Allah" (HR Tirmidzi, Syaikh Salim berkata:Hasan lighairihi).
Faedah hadits:
3. Dari Abu Said Al khudri radiyallahuanhu ketika Rasulullah mengirim pasukan ke bani lahyan: "Hendaknya tiap dua orang laki-laki berangkat salah satunya, maka pahalanya diantara keduanya"(HR Muslim).
Dalam riwayat lain:: "Hendaknya tiap dua orang laki-laki berangkat salah satunya", kemudian berkata kepada yang tidak ikut:: "Siapapun diantara kalian yang mengurusi harta dan keluarga mujahidin yang berangkat perang maka ia akan mendapatkan setengah dari pahala yang berangkat" (HR Muslim).
Faedah hadits: