LONGGOK 4 (LONGGOKAN PUISI ZIZIE ALI)
ADIHA MENJENGUK KAMAR
usahlah tersipu-sipu
kamar ini hanya tempat persinggahan
kalau kau sudi bersilalah di tikar mengkuang
yang ku anyam saban malam.
kalau lelahmu telah hilang
berbicaralah kalau tidak keberatan
atau kalau kau ingin diam
diamlah, biar kita saling berpandangan.
ah, uncang di pundakmu nampak berat
letaklah, tuangkan isinya ke lantai
mungkin ada penawar yang kau bawa
buat mereda pedih luka.
adiha,
aku seperti juga musafir yang lalu
esok lusa mungkin berlalu pergi
dan tidak akan menjenguk lagi
kerana aku tahu
tanpaku
kamar ini masih tidak sepi.
ZIZIE ALI
11.3.2000
NAFASMU
nafasmu berombak-ombak
di bawah daguku,
nafasku berombak-ombak
di atas rambutmu.
ZIZIE ALI
12.3.2000
F ADLI
malam tadi
aku didatangi seorang lelaki
janggutnya mencecah lutut
rambutnya hanya sejemput
katanya,"akulah f adli!"
lalu berlalu
menghilang di sebalik timbunan buku.
ZIZIE ALI
12.3.2000
NAFAS KAMI
biasanya
nafas kami tersangkut di jendela
hanya sesekali
bergumpalan bersama.
ZIZIE ALI
13.3.2000
SEDULANG BUAH MUNAJAT
(versi yang diedit)
apa yang kau hidangkan
sedulang buah munajat
bukan sebarang tangan
bisa mengupas kulitnya
bukan sebarang mulut
bisa mengunyah isinya.
ZIZIE ALI
13.3.2000
NASIHAT SEORANG TOKOH
setiap kali tokoh itu
memberi nasihat
tentang jeleknya politik wang
juak-juaknya tersenyum simpul
dan hati mereka berbisik:
hipokrit.. hipokrit.. hipokrit..
ZIZIE ALI
14.3.2000
MAAFKAN AKU
bos,
maafkan aku
aku tidak membunuhnya
sebagaimana arahanmu.
aku hanya
melebamkan matanya.
ZIZIE ALI
16.3.2000
PENYAIR DAN PEMBAKAR JAMBATAN
setelah berwacana sambil gelak ketawa
penyair dan pembakar jambatan
berfoto beramai sebagai kenangan
buat ditunjuk kepada taulan
lihat, seorang orang besar
tanpa basa basi bicara puisi.
pembakar jambatan melangkah pulang
di bahunya sekarung puisi
ole-ole dari para penyair
yang nantinya akan dibakar
bersama timbunan sampah
di halaman rumah.
ZIZIE ALI
17.3.2000
PADI DAN NAFAS
dengan izinNya
sebutir padi
yang menggelupas
bisa menyambung
sehela nafas.
ZIZIE ALI
18.3.2000
PEMBAKAR JAMBATAN DAN PINTU ISTANA
dengan jamung masih di tangan
pembakar jambatan berteriak kecemasan
melihat addin berligar di halaman.
pembakar jambatan sedang bersedia
membakar pintu istana.
ZIZIE ALI
22.3.2000