Februari 11, 1998
Banyak dari kalian pasti sudah menonton animasi atau kartun di Indosiar, RCTI, dsb. Jangan takut dipanggil "masih anak kecil", "suka nonton kartun" atau sebagainya. Mengapresiasi suatu animasi yang bagus sama halnya mengapresiasi suatu film yang bagus. Sama sekali tidak kekanak-kanakan. Animasi adalah cara alternatif di mana seseorang pembuat film mau mengekspresikan imajinasinya ke dunia audio-visual, dan terkadang lebih akurat daripada film yang live-action.
Anime penyingkatan kata "animation" oleh orang Jepang, dikaitkan kepada animasi Jepang. Anime meluaskan cara bercerita lewat animasi. Dalam animasi Jepang, ada action, drama, horror, comedy, sci-fi, dan juga X-rated. Jepang membuka standard baru dalam dunia animasi, standard yang tadinya di-set oleh perindustrian seperti Walt Disney, Warner Brothers, Don Bluth Productions, dsb. Jangan salah saya masih menyukai animasi-animasi mereka (bangsa barat maksudnya) Cuma mereka telah terikat dengan film famili atau anak-anak. Contohnya: waktu dalam Lion King, Disney diprotes oleh orang tua karena menggambarkan kematian dalam animasinya. Sampai sekarang saya mau nonton Anastasia, cuma belum sampai di sini. Cuma baru-baru ini saja industri perfilman di Amerika mulai mengikuti jejak anime. Seperti Spawn (kategori horror-action), yang menurut saya kurang halus animasinya tetapi cerita yang cukup bagus, lain dari animasi barat lainnya.
Saya ingat anime pertama yang saya lihat di Indonesia, Voltus V. Dan beberapa tahun kemudian tidak ditemukan lagi animasi maupun live action Jepang di Indonesia. Oh, iya, saya dari Jakarta. Lalu saya pergi ke Amerika untuk high school. Di sana mulai ketarik lagi ke dunia anime, gara-gara guru sastra Inggris saya, yang lagi di tengah-tengah pelajaran memperlihatkan "Dirty Pair: Affair on Nolandia". Sebagian saja, katanya itu cuplikan dari temannya yang pergi ke Animecon di Jepang. Di Amerika baru mulai masuk anime, ini tahun 1992 kalau tidak salah.
Pertama kali saya cuma sekedar menonton, seperti film saja. Tapi lama kelamaan, saya mulai mengapresiasi anime. Terutama animasinya Miyazaki Hayao. Dalam animasinya, Miyazaki banyak menyinggung masalah sosial dan environment. Production house-nya Miyazaki, Studio Ghibli, sekarang telah dibeli oleh Disney. Disney akan mendistribusikan film Miyazaki dalam bahasa Inggris. Dan, karena beberapa filmnya agak violent, Disney akan mengeluarkan melalui Miramax, "daughter company"-nya Buena Vista (Kalau tidak salah).
Saya ingin meluaskan anime di Indonesia. Melebihi anime semacam Dragonball, Sailormoon, dsb. yang sebetulnya saya sudah muak melihatnya. Yang belum mengerti atau tahu menahu tentang anime, browse atau search saja di internet tentang anime. Saya hanya punya informasi terbatas karena space-nya hanya 3 mega dan itu saya gunakan kebanyakan untuk gambar. Tapi saya akan meminjam beberapa mega dari teman saya. Untuk mengembangkan anime sedang sulit sih sekarang dalam masa krisis moneter, tetapi bukan artinya tidak mungkin, ya tidak?
Sorry, jarang menulis artikel, jadi isinya tidak begitu jelas. Tolong komentar, kritik, dan suggestion-nya. Isi di guestbook atau e-mail saja saya. Semuanya ada di Geoguide applet (banner paling atas di start page).