WARNA
TERNODA
Seorang pelukis mengeramkan amarahnya
pada lukisan yang
telah dibuatnya,
kerena ternyata ada setitik noda yang
tidak ada dalam jiwanya,
menyusup diam-diam ke dalam
kanvasnya.
Ia bertanya-tanya dari mana datangnya
noda?
Apakah berasal dari nafasnya yang menghujam kanvas
saat ia asyik-masyuk dengan kuasnya yang buas ?
Ataukah ia lupa
bahwa matanya pernah berkedip,
sehingga tidak tahu sebuah batu telah menyelip
di antara warna-warna yang dikaguminya ?
©
09 | 8 | 2001
Kode
Validasi Sajak