PEREMPUANKU
Tak pernah diriku tentram
dalam panjangnya malam yang sunyi
dan sepinya menemani
kesendirianku kini.
Terus aku mencari perempuanku
yang telah pergi tanpa
pernah berhenti.
Di benak yang kalam
perempuanku mati.
Diam tak bergumam.
Tak
mau ia bicara lagi.
Jeritannya menusuk hati
setiap
manusia malam yang menggenggam alam.
Perempuanku adalah kelinci
yang siap diterkam rajawali
dengan
kuku belati di kakinya.
Perempuanku adalah mangsa
yang tak pernah mau memakai senjata
untuk membela
dirinya,
karena lemah lembutnya seperti kelinci
yang ke sana ke mari
mencari perlindungan diri.
©
09 | 8 | 2001
Kode
Validasi Sajak