TAHUN
YANG BASAH
Empat
belas tahun aku tenggelam dalam jelaga yang tercipta dari
sebuah kekonyolan.
Kedunguan
sesekali memang terselip untuk menemani kejengkelan dan
kemarahan.
Sebuah
bait panjang yang entah kapan akan berakhir ... Sekian
lama aku ratapi ini ... O, seandainya saja aku tak
bersekutu dengan ketololan.
Ya
... Andai saja ...
Bayangan
tubuhku kini telah bercabang dua. Namun tak secuil
keberanian pun ada. Kebingungan dari hari ke hari semakin
mencabik-cabik naluriku.
Jika
aku boleh memilih, tentu yang terburuk saja pilihanku.
Tapi ... Ugh! Lagi-lagi aku bagai meninju ulu hati yang
paling dalam.
Bayangan
itu ... Sanggupkah aku mengorbankan kebahagiaan yang
seharusnya menjadi miliknya?
Bayangan
itu selalu melintas-lintas dalam kebimbangan yang
menyekapku. Hatiku pun seperti tahun-tahun yang telah
kutapaki. Lembab. Basah oleh air mata ...
©dharman
smaradhana 27 | 7 | 2001.