laskar.jpg (24521 bytes)

Home | Mukaddimah | Buletin | Berita Terkini

"Dan wajib atasku

untuk membela kaum mukminin"

 

Tulisan ini aku persembahkan untuk saudaraku-saudaraku fillah khususnya para mujahidin fisabilillah –mudah-mudahan Allah senantiasa merahmati kita semuanya- yang tengah membela Agama Allah dan menunggu pertolongan dari-Nya.

Saudaraku mujahidin, Allah telah berjanji kepada kaum mukminin -Dan Allah pasti akan menepati janjinya- :"Dan wajib atasku untuk menolong kaum mukminin"

Ayat ini menjelaskan janji Allah bahwa Dia akan menolong hamba-Nya yang mukmin ketika berhadapan dengan musuh mereka, ini adalah janji yang PASTI terjadi. Allah telah menolong rasul-Nya shallahu ‘alaihi wassallam ketika perang badar dan perang ahzab serta dalam peperangan yang lainnya. Allah juga telah menolong para shahabat rasul-Nya sehingga Islam menyebar dan kaum muslimin bisa menaklukan negeri-negeri kafir. Mereka ditolong oeh Allah walaupun merekapun tetap terkena musibah atau cobaan, akan tetapi akhir yang baik adalah senantiasa menjadi milik kaum mukminin yang jujur dalam keimanan mereka kepada Allah, mentauhidkan Allah, dan mereka selalu beribadah dan berdoa kepada Allah pada waktu susah ataupun senang.

Alqur’an telah menceritakan keadaan kaum mukminin ketika perang badar. Ketika itu mereka sangat sedikit jumlahnya dan sangat minim perbekalan mereka, akhirnya mereka berdoa kepada Allah. Sebagaimana dalam ayat berikut :

"Ketika kalian minta tolong kepada Allah maka Allah mengabulkan doa kalian sesungguhnya Aku (Allah) akan memperkuat kalian dengan seribu malaikat . . ."(Al Anfal:9).

Allah mengabulkan doa kaum mukminin dengan memperkuat mereka dengan seribu malaikat yang memenggal kepala kaum kafir, mematahkan jari-jari mereka, seperti dalam firman-Nya:

"Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka"(Al Anfal:12).

Allah sempurnakan pertolongan-Nya kepada kaum mukminin yang bertauhid :

"Sungguh Allah telah menolong kalian ketika perang badar, ketika itu kalian merasa kecil, maka bertaqwalah kepada Allah mudah-mudahan kalian termasuk orang yang bersyukur"

Dan diantara doa rasulullah ketika perang badar adalah: "Ya Allah berilah aku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, apabila Engkau binasakan kaum muslimin ini, Engkau tidak akan di sembah lagi dibumi ini".

Oleh karena itu, untuk mendapatkan pertolongan dari Allah, Sudahkah kita mengikuti tuntunan rasulullah dan para shahabatnya ? Ikutilah contoh Rosulullah dalam mencapai pertolongan dari Allah :

  1. Sudahkah kita mempersiapkan diri kta dengan iman dan tauhid, yang keduanya merupakan perkara utama yang didakwahkan rasulullah sebelum berperang.
  2. Apakah kita telakukan asbab seperti diperintahkan Allah dalam firman-Nya :
  3. "Persiapkan unuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kalian miiki"

  4. Apakah kita sudah berdoa kepada Allah dan mengesakan Allah dalam doa kita, ketika dalam peperangan ?
  5. Dan yang terakhir, apakah kita sudak bersatu dan saling cinta diatas agama Allah, karena Allah berfirman: "Janganlah kalian berselisih dan bercerai berai hingga hilang kekuatan kalian"

 

Apabila empat masalah ini telah dipenuhi maka janji Allah dalam ayatNya: "Dan wajib atas Kami menolong kaum mukminin" PASTI akan kita rasakan. Wahai mujahidin fi sabilillah, ingatlah nasehat ini, senantiasa sabar dan berdoalah, mudah – mudahan Allah melindungi dan merahmati kita semua. Aamiin.

(Disarikan dari kitab Firqatun Najiyah karya Syaikh Jamil Jainu, dengan sedikit pengurangan dan penambahan redaksi)

 

 

Keutamaan-keutamaan jihad fisabilillah

Jihad adalah satu amalan yang sangat agung. Dengan berjihad seseorang mengorbankan harta, waktu dan jiwanya ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala.

Banyak sekali ayat Allah yang menerangkan keutamaan jihad. Diantaranya firman Allah :

 

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari seorang muslim diri-diri mereka dengan sorga, dengan berperang dijalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh"(At taubah:111).

Namun dalam kesempatan ini, akan kami paparkan beberapa hadits yang berkaitan dengan jihad dan masalah lainnya.

 

Hadits hadits tersebut adalah sebaga berikut:

  1. Dari Abu Hurairah radiyallahu‘anhu : Rasulullah ditanya: "Amalan apa yang paling utama ? Beliau menjawab: "Iman kepada Allah dan kepada rasul_Nya, kemudian apalagi? Beliau menjawab: "jihad fi sabilillah, kemudian apa?beliau menjawab: "Haji yang mabrur"(Muttafaq ‘alaih).
  2. Dari Abu Dzar radiyallahu’anhu : "Aku berkata Ya rasulullah, amalan apa yang paling utama ?Beliau menjawab : Iman kepada Allah dan berjihad dijalan-Nya" (muttafaq ‘alaih)
  3. Faedah hadits:

    1. Amalan shalih termasuk iman, karena iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan mkasiat
    2. Jihad dijalan Allah untuk meninggikan kalimatullah termasuk amalan yang paling Allah cintai.
  4. Dari Abu Said Alkhudri radiyallahu’anhu : "Datang seorang pria kepada rasulullah dan bertanya : "Siapakah manusia yang paling utama? Beliau menjawab: "orang yang berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan hartanya". Kemudan siapa lagi wahai rasulullah? Beliau menjawab: "Mukmin yang tinggal disatu lembah untuk berinadah kepada Allah sehingga manusia terhindar dari kejahatannya"
  5. Dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu berkata: "Ada seorang shahabat rasulullah berjalan disatu lembah yang disitu ada sebuah mata air yang segar. Kemudian ia merasa kagum, dan berkata: "Saya bermaksud untuk meninggalkan manusia (menyendiri) kemudian saya akan selalu beribadah ditempat ini, tetapi saya tidak akan melakukannya sebelum minta izin kepada rasulullah". Kemudian ia menyampaikan kehendaknya kepada rasulullah, maka beliau bersabda: "Janganlah kamu berbuat seperti itu, sesungguhnya keikutsertaan seseorang dalam berjuang dijalan Allah lebih utama dari pada ia shalat tujuh puluh tahun di rumahnya. Apakah kamu sekalian tidak senang bila Allah mengampuni dosamu dan memasukkanmu kedalam sorga ? Berperanglah dijalan Allah, Barang siapa berperang dijalan Allah, walaupun hanya selama orang beristirahat ketika memerah susu onta maka ia berhak masuk sorga"(HR Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh Salim AlHiali).
  6. Faedah hadits;

    1. Harusnya berilmu sebelum beramal, seperti shahabat ini yang bertanya terlebih dahulu kepada Rasulullah sebelum beramal.
    2. Seorang mukmin hawa nafsunya akan tunduk untuk mengikuti syariat Allah
    3. Adab shahabat ketika bersama Rasulullah, yaitu mereka selalu mengutarakan masalah mereka kepada Rasulullah hatta sampai masalah pribadi.
    4. Semangat Rasulullah dalam membimbing umatnya agar mendapatkan kebaikan
    5. Jihad fisabilillah lebih utama dari shalat sunnah beberapa derajat
    6. Allah menjamin sorga bagi orang yang berperang dijalan-Nya dengan niat yang ikhlas, yaitu yang berperang hanya semata untuk meninggikan kalimatullah.

 

 

Keutamaan menjaga perbatasan (Ribath)

  1. Dari Saahl bin Sa’ad radiyallhu’anhum, Nabi shallahu’alaihi wasallam:bersabda "Menjaga perbatasan dengan musuh lebih besar nilainya dari dunia seisinya, tempat cemeti salah seorang kalian disorga lebih baik dari dunia dan seisinya, ……." (HR Bukari)
  2. Faedah Hadits:

    1. Keutamaan menjaga perbatasan untuk menjaga daerah kaum muslimin
    2. Kecilnya perkara dunia, dan besarnya masalah jihad dan pahalanya
    3. Peringatan bahwasanya sebab seseorang tidak ikut berjihad adalah karena condong kepada dunia, maka Rasulullah mengingatkan pahala yang besar ini. Rasulullah menunjukkan bahwa nilai pahala jihad yang paling ringan lebih besar keutamaannya dari dunia seisinya.
  3. Dari Salman radiyallhu’anhu, Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alihi wasalam bersabda; "Berjaga di perbatasan sehari semalam lebih baik dari puasa sunnah dan qiyamullalil dalam satu bulan, dan jika ia mati ketika berjaga maka dilanjutkanlah amal yang biasa ia kerjakan, dan dilanjutkan rizqinya, serta ia akan selamat dari fitnah kubur"(HR Muslim).
  4. Faedah Hadits:

    1. Keutamaan orang yang mati ketika berjaga diperbatasan daerah dengan musuh, yaitu terusnya mengalir amalan setelah ia meninggal hingga ia bertemu dengan Allah dalam keadaan gembira. Dan ini tidak disamai seorangpun, sebagaimana dalam hadits :"Semua orang yang meninggal akan telah terputus amalannya, kecuali orang yang mati berjaga dijalan Allah, karena sesungguhnya amalan dia terus berkembang hingga hari kiamatdan ia selamat dari fitnah kubur"
    2. Terusnya mengalir rizqi kepada orang yang mati ketika berjaga. Hal ini sesuai dengan firman Allah: "Mereka (syuhada) itu hidup mendapatkan rizqi dari Tuhannya" Dan didalam hadits yang shahih: "Sesungguhnya ruh para syuhada itu memakan buah-buahan di sorga"
    3. Adanya azab kubur dan fitnah kubur. Dan orang yang meninggal ketika berjaga di perbatasan akan selamat dari keduanya.
  5. Dari Utsman radiyallahu’anhu: "Aku mendengar rasuullah bersabda: "Berjaga satu hari diperbatasan ketika perang di jalan Allah itu lebh baik dari seribu hari di tempat yang lainnya "(HR Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh Salim Al Hilali)
  6. Faedah hadits:

    1. Keutamaan menjaga perbatasan di jalan Allah, dan hal tersebut lebih baik dari seribu hari yang lain dengan senantiasa melakukan ketaatan.

 

Keutamaan yang terluka fisabilillah

  1. Dari Abu Hurairah radiyalahu’anhu: Rasululllah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah ada seorang yang terluka ketika perang di jalan Allah, kecuali ia akan datang di hari kiamat dalam keadaan lukanya masih berdarah, warnanya warna darah dan baunya bau misik"(Muttafaq ‘alaih)
  2. Faedah Hadits:

    1. Hadits ini sebagai bukti tidak akan hilang darah dari seorang yang syahid dengan dicuci maupun tidak. Hikmah datangnya dia dalam keadaan demikian adalah untuk menjadi saksi atas keutamaannya dan atas pengorbanan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.
    2. Para syuhada mempunyai ciri khusus pada hari kiamat yaitu luka yang mengeluarkan darah yang menyebarkan bau misik.

 

2 Dari Muadz bin Jabal radiyalhu’anhu, Nabi bersabda: "Seorang muslim yang berjihad di jalan Allah walaupun hanya dalam waktu selama seseorang istirahat ketika memerah susu onta, maka ia akan masuk sorga. Barang siapa yang terluka di jalan Allah atau terkena satu musibah maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah yang sangat deras, warnanya seperti ja’faron dan baunya seperti misik"(HR Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaih Salim Al Hilali).

Faedah Hadits:

  1. Jihad dan pahalanya adalah khusus untuk kaum muslim
  2. Ciri dan kemulian syuhada tidak dimliki oleh selain umat Islam
  3. Orang yang berjihad di jalan Allah, pahalanya sorga selama amalannya tidak bercampur dengan syahwat dunia.
  4. Apa yang menimpa para syuhada akan dibalas dengan pahala dan amalannya tidak akan disia-siakan oleh Allah Ta’ala

 

Keutamaan berinfaq untuk jihad fisabilillah dan mengurus keluarga mujahidin

1 Dari Zaid bin Khalid radiyalhu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang mempersiapkan keperluan seseorang yang mau perang maka ia telah berperang, dan barang siapa yang mengurus dengan baik keluarga yang ditinggal berperang maka dia ikut berperang"(Muttafaq ‘alaih).

 

2.. Dari Abi Umamah radiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:" Shadaqah yang paling afdhal adalah mempersiapkan tenda yang bisa dipergunakan sebagai naungan sewaktu berperang di jalan Allah, dan memberikan pelayan untuk ikut berperang di jalan Allah, atau memberikan kendaraan yang kuat untuk berperang di jalan Allah" (HR Tirmidzi, Syaikh Salim berkata:Hasan lighairihi).

 

Faedah hadits:

  1. Wajibnya tolong menolong di antara kaum muslimin untuk mempersiapkan pasukan muslimin yang berperang di jalan Allah untuk menegakkan kalimatullah.
  2. Shadaqah yang paling utama adalah yang dilakukan di jalan Allah (keperluan jihad) karena manfaatnya akan kembali kepada masyarakat muslim.

 

3. Dari Abu Said Al khudri radiyallahu’anhu ketika Rasulullah mengirim pasukan ke bani lahyan: "Hendaknya tiap dua orang laki-laki berangkat salah satunya, maka pahalanya diantara keduanya"(HR Muslim).

Dalam riwayat lain:: "Hendaknya tiap dua orang laki-laki berangkat salah satunya", kemudian berkata kepada yang tidak ikut:: "Siapapun diantara kalian yang mengurusi harta dan keluarga mujahidin yang berangkat perang maka ia akan mendapatkan setengah dari pahala yang berangkat" (HR Muslim).

 

Faedah hadits:

  1. Wajib hukumnya memerangi orang kafir yang menghalangi kaum muslimin dari jalan Allah
  2. Wajib tolong menolong sesama muslimin untuk persiapan keperluan mujahidin.
  3. Wajibnya menjaga rumah mujahidin, menjaga kehormatan mereka, dan mempermudah nafkah mereka.
  4. Orang yang mengurusi kebutuhan keluarga mujahidin mendapatkan pahala yang sepertimujahidin.

 

 

Ancaman yang tidak peduli kepada masalah jihad

  1. Dari Abu Hurairah radiyallau’anhu, Rasulullah shalahu ‘alaihi wasallam berabda: "Barang siapa yang mati, dan hatinya tidak tebetik keinginan untuk berjihad maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan"(HR Muslim).
  2. Dari Abu Umamah radiyalahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang tidak berperang, tidak mempersiapkan keperluan orang yang berangkat perang, dan tidak juga mengurus keluarga mujahidin dengan baik maka Allah akan menimpakan kepadanya bencana sebelum hari kiamat"(HS Abu Daud, dishahihkan oleh Syaikh Salim Alhilali).
  3. Faedah hadits:

    1. Haram hukumnya meninggalkan jihad, dan kerasnya hukuman atas perbuatan tersebut.
    2. Wajibnya mempersiapkan diri untuk berjihad di jalan Allah
    3. Masyarakat muslim adalah masyarakat yang saling tolong menolong di atas iman dan takwa
    4. Wajib menjaga daerah kaum muslimin serta menjaga kehormatan dan keluarga mujahidin fisabilillah.

Semoga bermanfaat,

Wallahu ta’ala a’lam

 

1