Yakin kepada yang Esa

Renungan Jiwa

Orang yang bijaksana pandai membagi waktu untuk berusaha, membaca, menyembah Tuhan dan untuk beristirahat.

Insan yang cerdas, tanpa benda tak gelisah, tanpa ilmu dan amal dia jadi resah.
Hancur aqidah karena syirik, ahli bid'ah membenci sunnah, tanpa ilmu datang taqlid.
Mukmin yang hakiki tidak dijepit oleh dunia, mencari madu tak disinggung sengatnya.
Maut membawa tangan kosong , harta benda berpindah tangan , keluarga sekedar meneteskan air mata, amal saleh yang mendampingi.

Jiwa direnggut dari dari urat-urat syaraf , sakit merata ke seluruh badan, biji mata jadi terbalik, keringat ke luar menahan pedih dan sakit, bibir menyeringit karena ngerinya, lidah surut ke pangkalnya, bergelut dengan sakratul maut, ruh pergi tak kan kembali.

Berkata berkesudahan, berjalan berpenghentian, hidup pasti mati.

Selamat tinggal wahai dunia yang mengoda.
Camkanlah........wahai manusia !!!!

(Drs. H. Tamar Noer)


Ilmu tentang Tuhan (ilmu Tauhid) membahas akidah-akidah agama dengan dalil-dalil yang jelas; termasuk sifat-sifat Allah SWT dan sifat-sifat rasul-Nya.
Zat Allah tidak boleh dibicarakan/dianalisa dengan akal, karena akal manusia itu terbatas.
Untuk mengetahui zat Allah, kita cukup mengetahui sifat-sifatNya diantaranya yaitu:

1. wujud (ada)
2. qidam (tanpa ada permulaan)
3. baqa (kekal abadi)
4. mukhalafah lil hawadits (berbeda dengan makhluk)
5. qiyamuhu binafsih (tegak dengan sendiriNya)
6 wahdaniyah (esa)
7. hayah (hidup)
8. ilmu (tahu segala-galanya)
9. qudrah (berkuasa atas segalanya)
10. iradah (berkehendak)
11. sam'u (mendengar)
12. bashar (melihat)
13. kalam (ucapan/tidak membutuhkan lidah-mulut)

Semua sifat-sifat Tuhan tersebut adalah hakkul yakin bagi orang-orang yang tahu di nan Empat serta paham pada nan Dua.
Sebaliknya orang-orang yang tak tahu di nan Empat dan tak paham kepada nan Dua tentunya tak kan yakin kepada yang Esa.

Semua ciptaanNya serba teratur, serba serasi dan menyembah atau patuh kepada Sang Khalik, kecuali sebagian manusia dan jin yang menjadi pengikut setan.
Bila ada diantara manusia yang tidak tunduk dengan aturan Allah, maka artinya dia bukanlah orang yang merdeka, karena rasa dan periksanya tidak menurut alur nan patut.

Untuk memahami sifat-sifat tersebut di dalam bahasa ibu, maka kita harus pelajari ilmu syorof dan nahwu.

Kembali ke halaman muka 1