Cisco Router

 

1.    Pengantar

 

Tulisan ini ditujukan kepada pembaca tingkat pemula yang baru mempelajari networking. Oleh karena itu, bahasan-bahasan yang dipaparkan di sini hanyalah pengertian dasar router dan konfigurasi dasar saja.

 

2.    Definisi Router

 

Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.  Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway. [1]

 

Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router.

Dalam tulisan ini, saya hanya akan menulis tentang Cisco Router, yaitu sebuah dedicated router yang dibuat oleh Vendor bernama Cisco (http://www.cisco.com).

Oleh karena itu, setiap kata Router dalam tulisan berikutnya akan diartikan sebagai Cisco Router.

 

3.    Network Interface

 

Network Interface adalah sebuah Interface yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah host ke network. Network Interface adalah perangkat keras yang bekerja pada layer 1 dari Model OSI. Network Interface dibutuhkan oleh Router untuk menghubungkan Router dengan sebuah LAN atau WAN.   

Karena Router bertugas menyambungkan network-network, sebuah router harus mempunyai minimal 2 network interface.  Dengan konfigurasi minimal ini, router tersebut bisa menghubungkan 2 network, karena masing-masing network membutuhkan satu network interface yang terhubung ke Router.

 

 

 

 

 

4.    Mengkonfigurasi Router

 

Router tidak mempunyai layar monitor untuk berinteraksi dengan network administrator, oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah PC untuk men-setup sebuah router.

 

PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah satu dari cara berikut:

  • melalui console port
  • melalui Network

 

4.1. Men-konfigurasi Router melalui Port Console

 

Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada “dunia luar”.  Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada router tersebut.

Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC. [2]

 

4.2. Men-konfigurasi Router melalui Network

 

Dengan cara ini, Router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router.

Mengapa ? Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar.

Di sisi lain, cara ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network administrator lebih leluasa menempatkan PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan.

Dengan cara ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi Router tersebut.

 

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows:

  • Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x)
  • Ketik perintah berikut pada command prompt:

                  C:\>  telnet IP-address-Router

           Contoh:

                  C:\>  telnet 172.16.148.1

 

4.3 Inisialisasi Konfigurasi Router

 

Konfigurasi Router disimpan pada sebuah memory spesial pada router yang disebut nonvolatile random-access memory (NVRAM). Jika tidak ada konfigurasi yang tersimpan pada NVRAM, maka system operasi pada Router akan menjalankan sebuah routine yang akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan digunakan untuk mengkonfigurasi router tersebut.

Routine ini dalam kosakata Windows dikenal dengan nama Wizard. Namun pada Router Cisco, routine ini disebut dengan nama system configuration dialog atau setup dialog.

 

Setup Dialog ini hanya dirancang untuk membuat konfigurasi minimal, karena tujuan utama dari mode setup ini hanyalah untuk membuat konfigurasi secara cepat dan mudah.

Untuk konfigurasi yang komplex, network administrator harus melakukannya secara manual.

 

Setup Dialog bisa juga dipanggil walaupun NVRAM sudah berisi konfigurasi. Administrator cukup mengetik command setup pada CLI (Command Line Interface) dan Setup Dialog akan dieksekusi.

Berikut adalah contoh pemanggilan Setup Dialog dari CLI.

 

 

 

4.4 Tingkat akses perintah

 

Untuk tujuan keamaan, perintah-perintah yang bisa dijalankan dari CLI dibagi menjadi 2 tingkat akses, yaitu:

·        User Mode

·        Privileged Mode

 

User Mode ditujukan untuk melihat status router. Perintah-perintah yang diizinkan pada mode ini tidak bisa mengubah konfigurasi router, sehingga mode ini lebih aman ketika seorang network administrator hanya ingin melihat status router dan tidak ingin mengubah konfigurasi.

 

Privileged Mode mempunyai tingkat akses yang lebih tinggi. Dengan mode ini, network administrator bisa mengubah configurasi router. Oleh karena itu, mode ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati sekali untuk menghindari perubahan yang tidak diinginkan pada router tersebut.

 

Saat log on ke router pertama kali, anda akan masuk pada user mode, dengan prompt berupa tanda (>).

Untuk berpindah dari user mode ke priviledge mode, anda harus mengeksekusi perintah enable pada prompt. Prompt akan berubah menjadi tanda (#) ketika anda berada pada Privilged mode.

Untuk kembali ke user mode dari priviledge mode, anda harus mengeksekusi perintah disable pada command prompt.

 

Contoh 4.4-1:

    router con0 is now available

    Press RETURN to get started

 

    router >

    router > enable

    router # disable

    router >

    router > logout

 

4.5. Mengubah Konfigurasi Router

Seperti telah disinggung di bab 4.4, Setup Dialog tidak dirancang untuk memodifikasi Konfigurasi Router ataupun membuat Konfigurasi Router yang komplex. Oleh karena itu, untuk keperluan ini, harus dilakukan secara manual dengan memasuki Mode Konfigurasi.

Pengubahan konfigurasi ini bisa dilakukan langsung melalui console atau secara remote melalui jaringan seperti telah diulas pada Bab 4.1 dan 4.2.

Setelah PC terhubung ke router, maka network administrator harus memasuki Privileged Mode dulu seperti yg telah disinggung dalam Bab 4.4.

Akhirnya, konfigurasi dapat diubah dengan perintah configure terminal untuk memasuki global configuration mode yang kemudian diikuti dengan baris-baris konfigurasi.

Setelah baris-baris configurasi dituliskan, perintah exit akan diperlukan untuk keluar dari global configuration mode.

 

Contoh 4.5-1: mengubah konfigurasi router

    router con0 is now available

    Press RETURN to get started

 

    router >

    router > enable

    router # configure terminal

    router (config) # interface ethernet 0

    router (config-if) # description IT Department LAN

    router (config-if) # exit

    router (config) # exit

    router #

5. Mengamankan router dengan password

 

Untuk menyulitkan orang yang tidak berhak mengubah dan mengacau konfigurasi router, maka router tersebut perlu dilindungi dengan kata sandi (password).

 

5.1 Password untuk console

 

Jika password diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke router melalui console tanpa menuliskan password console terlebih dahulu.

Untuk melakukan hal ini, diperlukan perintah line console 0 diikuti dengan perintah login dan password dalam konfigurasi router.

 

Contoh 5.1-1: membuat password untuk console

   Router(config) # line console 0

   Router(config-line) # login

   Router(config-line) # password coba

   Router(config-line) # exit

   Router(config) # exit

   Router(config) #

 

Router yang dikonfigurasi seperti contoh 5.1-1 akan meminta password ketika user mencoba mendapatkan akses melalui console. Dan passwordnya adalah coba.

 

5.2 Password untuk Virtual Terminal

 

Virtual Terminal ini akan digunakan ketika user ingin mendapatkan akses melalui jaringan dengan applikasi telnet. Password Virtual Terminal ini harus dikonfigurasi sebelum user bisa mendapatkan akses melalui jaringan. Tanpa password, koneksi melalui jaringan akan ditolak oleh router dan router akan memberikan pesan berikut:

     Password required, but none set

 

Contoh 5.2-1 memperlihatkan bagaimana caranya mengkonfigurasi password pada Virtual Terminal.

 

Contoh 5.2-1: 

   Router(config) # line vty 0 4

   Router(config-line) # password cobain

   Router(config-line) # exit

   Router(config) # exit

   Router(config) #

    

Pada contoh 5.2-1, router akan meminta password ketika diakses lewat jaringan. Dan password untuk virtual terminal tersebut adalah cobain.

Angka 0 pada baris line vty 0 4 menunjukkan nomer awal virtual terminal, dan angka 4 menunjukkan nomer terakhir dari virtual terminal. Oleh karena itu, perintah tersebut memperlihatkan bahwa router tersebut mengizinkan 5 koneksi melalui virtual terminal pada waktu yang bersamaan.

 

5.3 Password untuk mode priviledge

 

Setelah user menuliskan password dengan benar untuk mendapatkan akses ke router baik melalui jaringan ataupun console, maka user akan memasuki user mode.

Jika password untuk mode priviledge dikonfigurasi, maka user juga harus menuliskan password lagi untuk masuk ke mode itu.

 

Perintah yang digunakan untuk memberi password pada mode ini adalah enable password, atau enable secret.

Perbedaan antara kedua perintah tersebut adalah bahwa perintah enable secret membuat password-nya terenkrip sedangkan enable password tidak.

Kedua perintah tersebut juga bisa dituliskan kedua-duanya dalam mode konfigurasi global,  dan keduanya juga bisa mempunyai password yang berbeda.

Namun jika keduanya diletakkan pada konfigurasi, maka password pada enable secret yang akan digunakan untuk memasuki privileged mode.

 

Contoh 5.3-1: mengkonfigurasi enable password

    Router(config) # enable password rahasia

 

Contoh 5.3-2: mengkonfigurasi enable secret

    Router(config) # enable secret rahasiabanget

 

Dalam konfigurasi router, sebuah perintah bisa dihapus dengan menambahkan perintah no pada mode konfigurasi. Dengan demikian, untuk menghapus password pada contoh 5.3-2 dapat dilakukan dengan perintah seperti yang tampak pada contoh 5.3-3.

 

Contoh 5.3-3: menghapus password enable secret

    Router(config) # no enable secret rahasiabanget

 

6.    Mengkonfigurasi Interface

 

Seperti telah dipaparkan pada bab 2 dan Bab 3, tugas router adalah meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya. Sebuhungan dengan tugas tersebut, network interface harus dikonfigurasi sesuai dengan karakteristik-nya.

 

Perintah interface pada mode konfigurasi global disediakan untuk mengkonfigurasi interface-interface pada router. Ada berbagai tipe interface yang dikonfigurasi dengan perintah ini antara lain: Ethernet, Token Ring, FDDI, serial, HSSI, loopback, dialer, null, anync, ATM, BRI, dan tunnel.

Dalam tulisan ini, hanya Ethernet dan Serial saja yang akan dibahas lebih lanjut.

 

 

6..1. Mengkonfigurasi Ethernet Interface

 

Seperti telah dijelaskan di atas, perintah interface harus dijalankan pada mode konfigurasi global. Untuk memasuki mode konfigurasi global, gunakan perintah configure terminal, seperti yang telah dijelaskan pada bab 4.5.

 

Format perintah interface untuk memasuki mode konfigurasi interface untuk Ethernet pada router yang hanya mempunyai satu slot adalah:

       interface ethernet nomer-port

 

Beberapa jenis router memiliki banyak slot, seperti misalnya Cisco 2600,3600 dan 4000. Untuk router-router dengan banyak slot, format perintahnya adalah:

       interface ethernet nomer-slot/nomer-port

 

Setelah memasuki mode konfigurasi interface dengan perintah di atas, barulah Ethernet tersebut dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan.

Konfigurasi paling dasar yang dibutuhkan agar Ethernet dapat meneruskan paket-paket adalah IP address dan subnet mask. [3]

 

Format konfigurasinya adalah:

     ip address IP-address subnet-mask

 

Contoh 6-1-1: contoh konfigurasi interface ethernet

    Router# configure terminal

    Router(config)# interface ethernet 1/0

    Router(config-if)# description LAN pada Department IT

    Router(config-if)# ip address 172.16.148.1 255.255.255.128

    Router(config-if)# exit

    Router(config)# exit

    Router#

 

6.2. Mengkonfigurasi Serial Interface

 

Serial interface adalah interface yang seringkali digunakan untuk koneksi ke WAN (Wide Area Network). Koneksi serial membutuhkan clocking untuk sinkronisasi. Dan oleh karena itu, hubungan serial ini harus mempunyai 2 sisi, yaitu DCE (data circuit-terminating equipment_ dan DTE (data terminal equipment).  DCE menyediakan clocking dan DTE akan mengikuti clock yang diberikan oleh DCE. Kabel DCE mempunyai koneksi female (perempuan), sedangkan kabel DTE mempunyai koneksi male (jantan).

Pada prakteknya, DCE biasanya disediakan oleh service provider yang biasanya adalah merupakan koneksi ke CSU/DSU. Router sendiri biasanya hanyalah berperan sebagai DTE sehingga router tersebut tidak perlu menyediakan clocking.

Walaupun demikian, cisco router juga bisa berperan sebagai DCE yang menyediakan clocking. Fungsi ini biasanya dipakai untuk uji coba router dimana kita bisa menghubungkan 2 buah router back to back sehingga salah satu router harus berfungsi sebagai DCE agar koneksi bisa terjadi.

 

Contoh 6.2-1: contoh konfigurasi interface serial sebagai DTE

   Router # configure terminal

   Router(config)# interface serial 0

   Router(config-if)# description WAN ke Natuna

   Router(config-if)# ip address 172.16.158.1 255.255.255.252

   Router(config-if)# bandwith 64

   Router(config-if)# exit

   Router(config)# exit

   Router#

 

Contoh 6.2-2: contoh konfigurasi interface serial sebagai DCE

   Router # configure terminal

   Router(config)# interface serial 0

   Router(config-if)# description Lab Cisco sebagai DCE

   Router(config-if)# ip address 172.16.158.1 255.255.255.252

   Router(config-if)# bandwith 64

   Router(config-if)# clock rate 64000

   Router(config-if)# exit

   Router(config)# exit

   Router#

 

6.3 Men-disable sebuah interface

 

Kadangkala kita perlu mematikan/mendisable sebuah interface untuk keperluan troubleshooting ataupun administratif.

Untuk keperluan tersebut, dapat digunakan perintah shutdown pada interface yang bersangkutan. Dan untuk menghidupkannya kembali, dapat digunakan perintah no shutdown.

 

Contoh 6.3-1: mematikan interface

   Router(config)# interface serial 0

   Router(config-if)# shutdown

   Router(config-if)# exit

   Router(config)#

 

Contoh 6.3-2: menghidupkan interface

   Router(config)# interface serial 0

   Router(config-if)# no shutdown

   Router(config-if)# exit

   Router(config)#

 

 

7.    Routing

 

Akhirnya, setelah interface terkonfigurasi, router memerlukan sebuah proses agar router tahu bagaimana dan kemana sebuah paket harus diteruskan. Proses ini disebut proses routing.

Routing dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu:

·        Static Routing – Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute (catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.

·        Dynamic Routing – Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

 

Dynamic Routing tidak dibahas dalam tulisan ini karena walaupun konfigurasi-nya cukup mudah, namun bagaimana cara routing tersebut bekerja saya anggap sebagai topik lanjutan sehingga tidak saya bahas pada tulisan ini.

 

Static Routing dapat dilakukan dengan memasukkan baris ip route pada mode konfigurasi global.

Adapun format penulisan baris tersebut adalah:

      ip route network [mask] {alamat | interface }

dimana:

  • network adalah network tujuan
  • mask adalah subnet mask
  • alamat adalah IP address ke mana network akan dilewatkan
  • interface adalah nama interface yang digunakan untuk melewatkan paket yang ditujukan     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7-1: Contoh routing

 

 

 

Gambar di atas memperlihatkan sebuah LAN yang terhubung ke WAN melalui 2 buah router, yaitu router A dan router B.

Agar LAN tersebut bisa dihubungi dari WAN, maka router A perlu diberikan static routing dengan baris perintah seperti berikut:

     RouterA(config)# ip route 172.16.10.0 255.255.255.0 172.16.158.1

 

Dan agar router B bisa meneruskan paket-paket yang ditujukan ke WAN, maka router B perlu dikonfigurasi dengan static routing berikut:

     RouterB(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.2

 

8.    Menyimpan dan mengambil Konfigurasi

 

Berbagai konfigurasi yang telah kita tuliskan dengan perintah configure terminal hanya akan disimpan pada RAM yang merupakan memory volatile. Jika konfigurasi ini tidak disimpan di NVRAM, maka konfigurasi tersebut akan hilang ketika router dimatikan atau direstart.

Secara default, Router akan mengambil konfigurasi dari NVRAM saat start up, meletakkannya di RAM, dan kemudian menggunakan konfigurasi yang ada pada RAM untuk beroperasi.

 

Untuk menyimpan konfigurasi yang ada di RAM ke NVRAM, diperlukan baris perintah berikut pada privileged mode:

      Router# copy running-config startup-config

 

Sebaliknya, untuk mengambil konfigurasi yang ada di NVRAM dan meletakkannya pada RAM, dapat digunakan perintah berikut pada privileged mode:

     Router# copy startup-config running-config

 

Dan untuk melihat konfigurasi yang sedang beroperasi (pada RAM), dapat digunakan perintah show running-config pada privileged mode.

 

 

Contoh 8-1: melihat running-config

Router# show running-config

Building configuration...

 

Current configuration : 4479 bytes

!

! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct 10 2003

!

version 12.2

service timestamps debug datetime msec localtime show-timezone

service timestamps log datetime msec localtime show-timezone

service password-encryption

!

hostname jakarta-lina

!

                                      ….  Dan selanjutnya …..

 

9.    Beberapa Tips

 

Bekal pengetahuan dasar pada bab-bab di atas sebenarnya telah cukup berguna untuk segera memulai percobaan-percobaan dan mempelajari router lebih lanjut.

Namun untuk melengkapi dan memudahkan proses belajar, ada baiknya anda juga mengetahui beberapa tips agar mudah mengetahui perintah-perintah apa saja yang bisa dijalankan dan format penggunaannya.

 

9.1 Mengetahui perintah apa saja yang bisa dijalankan

 

Pada mode apa saja, anda bisa mengetikkan tanda (?) pada prompt. Dengan mengetikkan tanda tersebut, router akan memberitahukan apa saja yang bisa anda tuliskan pada prompt tersebut.

 

Contoh 9.1-1: melihat perintah-perintah apa saja yang berlaku pada prompt

router> ?

Exec commands:

  <1-99>           Session number to resume

  access-enable    Create a temporary Access-List entry

  access-profile   Apply user-profile to interface

  clear            Reset functions

  connect          Open a terminal connection

  disable          Turn off privileged commands

  disconnect       Disconnect an existing network connection

  enable           Turn on privileged commands

  exit             Exit from the EXEC

  help             Description of the interactive help system

  lat              Open a lat connection

  lock             Lock the terminal

  login            Log in as a particular user

  logout           Exit from the EXEC

  mrinfo           Request neighbor and version information from a multicast

                   router

  mstat            Show statistics after multiple multicast traceroutes

  mtrace           Trace reverse multicast path from destination to source

  name-connection  Name an existing network connection

  pad              Open a X.29 PAD connection

  ping             Send echo messages

  ppp              Start IETF Point-to-Point Protocol (PPP)

  resume           Resume an active network connection

  rlogin           Open an rlogin connection

  show             Show running system information

  slip             Start Serial-line IP (SLIP)

  systat           Display information about terminal lines

  tclquit          Quit Tool Comand Language  shell

  tclsh            Tool Comand Language a shell

  telnet           Open a telnet connection

  terminal         Set terminal line parameters

  traceroute       Trace route to destination

  tunnel           Open a tunnel connection

  udptn            Open an udptn connection

  where            List active connections

  x28              Become an X.28 PAD

  x3               Set X.3 parameters on PAD

 

router>

 

contoh 9.1-2: melihat perintah apa saja yang dimulai dengan huruf  “t”

router> t?

tclquit  tclsh  telnet  terminal  traceroute

tunnel

 

router> t

 

contoh 9.1-3: melihat lanjutan dari sebuah perintah

router>telnet ?

  WORD  IP address or hostname of a remote system

  <cr>

 

router>telnet

 

 

 

 

 

9.2 Perintah yang tidak lengkap dan Auto Completion

 

Sebuah perintah pada router tidak harus dituliskan secara lengkap jika perintah tersebut tidak ambiguous. Dengan fasilitas ini, administrator bisa menghemat waktu karena tidak harus mengetikkan semua perintah secara lengkap.

 

Contoh 9.2-1: perintah yang tidak lengkap

Router # sh ru

Building configuration...

 

Current configuration : 4479 bytes

!

! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct 10 2003

!

                      ……… dan selanjutnya ………

 

Tampak pada contoh 9.2-1 bahwa router menjalankan perintah show running-config, padahal administrator hanya menuliskan sh ru pada prompt.

 

Kadangkala kita tidak yakin dengan sebuah command sehingga kita tidak berani menuliskannya dengan tidak lengkap seperti di atas. Dengan kondisi seperti ini, administrator juga bisa menghemat waktu pengetikan dengan menekan tombol <tab> dan router akan melakukan auto completion.

 

Contoh 9.2-2: auto completion

Router > tel <tab>

Router > telnet

 

Contoh 9.2-2 memperlihatkan bahwa administrator cukup mengetikkan tel + <tab> dan router melengkapinya sendiri menjadi telnet setelah penekanan tombol <tab>.

 

 

10. Contoh Configurasi Sederhana

 

Akhirnya, tulisan ini akan saya tutup dengan memberikan contoh sebuah konfigurasi router sederhana secara utuh. Dan saya ucapkan selamat belajar.

 

Contoh 10-1: konfigurasi sederhana secara utuh

trident16-rig#sh run

Building configuration...

 

Current configuration:

!

! No configuration change since last restart

!

version 12.1

service timestamps debug datetime msec localtime show-timezone

service timestamps log datetime msec localtime show-timezone

service password-encryption

!

hostname trident16-rig

!

enable secret 5 $1$PlKA$Ev/ev3/gQJHnytqacioZt.

!

ip subnet-zero

no ip domain-lookup

ip name-server 192.23.168.5

ip name-server 192.23.164.5

!

interface Ethernet0

 description Local Segment for Trident 16 Rig

 ip address 172.16.135.1 255.255.255.192

!

interface Serial0

 description VSAT link to jakarta-lina-sat

 bandwidth 128

 ip address 172.16.158.174 255.255.255.252

!

interface Serial1

 no ip address

 shutdown

!

ip classless

ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.173

no ip http server

!

line con 0

 transport input none

line aux 0

line vty 0 4

 password 7 023616521D071B240C600C0D12180000

 login

!

end

 

trident16-rig#

 

10.           Referensi

 

Steve McQuerry, Interconnecting Cisco Network Devices, published by Cisco Press   

 

 

Biografi Penulis        

 

Alfred Alinazar. Menamatkan pendidikan sebagai sarjana teknik jurusan Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1999. Saat ini bekerja pada sebuah perusahaan Amerika yang bergerak di bidang pengeboran lepas pantai sebagai IT Engineer di Region Asia Australia.

 

Berkompeten di bidang  jaringan computer, administrasi system, dan bahasa pemrograman khususnya applikasi database. Memiliki sertifikasi dari Microsoft sebagai Microsoft Certified Professional, Cisco sebagai Cisco Certified Network Associate, dan beberapa sertifikasi dari Brainbench antara lain Ms Access Fundamentals, Ms Outlook Administration dan Linux administration.

 

Semasa mahasiswa aktif dalam beberapa organisasi kemahasiswaan. Pernah menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada pada tahun 1995-1996.  Pernah menjadi assisten dosen dan berpengalaman mengajar, membuat modul praktikum, dan mengkoordinir acara praktikum pada beberapa Laboratorium.

 

Selain berprofesi sebagai IT Engineer, saat ini juga merangkap sebagai e-mail Engineer. Yaitu seorang Engineer yang banyak meluangkan waktunya dengan mengikuti beberapa mailing list seperti mailing list alumni, mailing list programming, mailing list system operasi dan juga mailing list psikologi. Saking aktifnya, penulis dipercaya untuk menjadi moderator di beberapa mailing list yang diikutinya. Penulis juga pernah aktif di IRC Undernet dan hingga saat ini masih menjabat sebagai Op senior di channel #indonesia. Dalam dunia internet, penulis lebih dikenal dengan panggilan bank_al.

 

Informasi lebih lanjut mengenai penulis, bisa didapat melalui:

E-mail: bank_al@yahoo.com

URL: http://www.geocities.com/bank_al

 



[1] Cisco Router bisa juga menjadi Layer 4 Gateway jika Router tersebut mengimplementasikan ACL, namun hal tersebut tidak dibahas dalam tulisan yang ditujukan untuk pemula ini.

 

[2]  Dalam tulisan ini, diasumsikan bahwa Sistem Operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows.

[3] Diasumsikan bahwa protocol yang digunakan oleh router tersebut adalah TCP/IP

1