Cisco Router
1. Pengantar
Tulisan ini
ditujukan kepada pembaca tingkat pemula yang baru mempelajari networking.
Oleh karena itu, bahasan-bahasan yang dipaparkan di sini
hanyalah pengertian dasar router dan konfigurasi dasar saja.
2. Definisi Router
Router adalah sebuah device yang
berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang
lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah
network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Router menghubungkan network-network tersebut
pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3
Gateway. [1]
Router bisa
berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router
(dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai
router.
Dalam tulisan ini, saya hanya akan menulis tentang Cisco Router, yaitu sebuah dedicated
router yang dibuat oleh Vendor bernama Cisco (http://www.cisco.com).
Oleh karena itu, setiap kata
Router dalam tulisan berikutnya akan diartikan sebagai
Cisco Router.
3. Network Interface
Network Interface adalah sebuah
Interface yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah host ke network. Network
Interface adalah perangkat keras yang bekerja pada layer 1 dari Model OSI. Network
Interface dibutuhkan oleh Router untuk menghubungkan Router dengan sebuah LAN
atau WAN.
Karena Router
bertugas menyambungkan network-network, sebuah router harus mempunyai minimal 2
network interface. Dengan konfigurasi minimal ini, router tersebut bisa menghubungkan
2 network, karena masing-masing network membutuhkan satu network interface yang
terhubung ke Router.
4. Mengkonfigurasi Router
Router tidak mempunyai layar
monitor untuk berinteraksi dengan network administrator, oleh karena itu, kita
membutuhkan sebuah PC untuk men-setup sebuah router.
PC tersebut harus disambungkan ke
router tersebut dengan salah satu dari cara berikut:
4.1.
Console port
adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router
tersebut pada dunia luar.
Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface
pada PC dan Console port pada router tersebut.
Setelah Router
terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi
HyperTerminal dari PC. [2]
4.2.
Men-konfigurasi Router melalui Network
Dengan cara
ini, Router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui
network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat
konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router.
Mengapa ?
Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network
jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar.
Di sisi lain, cara
ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network
administrator lebih leluasa menempatkan PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi
router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana
saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan.
Dengan cara
ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi
Router tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah
menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows:
C:\> telnet IP-address-Router
Contoh:
C:\> telnet 172.16.148.1
4.3 Inisialisasi Konfigurasi Router
Konfigurasi
Router disimpan pada sebuah memory spesial pada router yang disebut nonvolatile
random-access memory (NVRAM). Jika tidak ada konfigurasi yang tersimpan
pada NVRAM, maka system operasi pada Router akan
menjalankan sebuah routine yang akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang
jawabannya akan digunakan untuk mengkonfigurasi router tersebut.
Routine ini dalam kosakata
Windows dikenal dengan nama Wizard. Namun pada Router
Cisco, routine ini disebut dengan nama system configuration dialog atau setup dialog.
Setup Dialog ini hanya dirancang
untuk membuat konfigurasi minimal, karena tujuan utama dari mode setup ini
hanyalah untuk membuat konfigurasi secara cepat dan mudah.
Untuk
konfigurasi yang komplex, network administrator harus melakukannya secara
manual.
Setup Dialog bisa juga dipanggil
walaupun NVRAM sudah berisi konfigurasi. Administrator cukup mengetik command
setup pada CLI (Command Line Interface) dan Setup Dialog akan
dieksekusi.
Berikut adalah
contoh pemanggilan Setup Dialog dari CLI.
4.4 Tingkat akses perintah
Untuk tujuan keamaan,
perintah-perintah yang bisa dijalankan dari CLI dibagi menjadi 2 tingkat akses,
yaitu:
·
User Mode
·
Privileged Mode
User Mode
ditujukan untuk melihat status router. Perintah-perintah
yang diizinkan pada mode ini tidak bisa mengubah konfigurasi router, sehingga
mode ini lebih aman ketika seorang network administrator hanya ingin melihat
status router dan tidak ingin mengubah konfigurasi.
Privileged Mode
mempunyai tingkat akses yang lebih tinggi. Dengan mode
ini, network administrator bisa mengubah configurasi router. Oleh karena itu, mode ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati
sekali untuk menghindari perubahan yang tidak diinginkan pada router tersebut.
Saat log on ke router pertama
kali, anda akan masuk pada user mode, dengan prompt
berupa tanda (>).
Untuk berpindah dari user mode ke
priviledge mode, anda harus mengeksekusi perintah enable pada prompt. Prompt akan berubah
menjadi tanda (#) ketika anda berada pada Privilged mode.
Untuk kembali
ke user mode dari priviledge mode, anda harus mengeksekusi perintah disable pada command prompt.
Contoh 4.4-1:
router con0 is now available
Press RETURN to get started
router >
router > enable
router # disable
router >
router > logout
4.5. Mengubah Konfigurasi Router
Seperti telah disinggung di bab 4.4, Setup Dialog tidak dirancang untuk memodifikasi
Konfigurasi Router ataupun membuat Konfigurasi Router yang komplex. Oleh karena itu, untuk keperluan ini, harus dilakukan secara manual
dengan memasuki Mode Konfigurasi.
Pengubahan konfigurasi ini bisa
dilakukan langsung melalui console atau secara remote melalui jaringan seperti
telah diulas pada Bab 4.1 dan 4.2.
Setelah PC
terhubung ke router, maka network administrator harus memasuki Privileged Mode
dulu seperti yg telah disinggung dalam Bab 4.4.
Akhirnya, konfigurasi dapat
diubah dengan perintah configure
terminal untuk memasuki global
configuration mode yang kemudian diikuti dengan baris-baris konfigurasi.
Setelah baris-baris configurasi
dituliskan, perintah exit akan diperlukan untuk keluar dari global configuration mode.
Contoh 4.5-1: mengubah konfigurasi router
router con0 is now
available
Press RETURN to get started
router >
router > enable
router # configure terminal
router (config) # interface ethernet 0
router (config-if)
# description IT Department LAN
router (config-if)
# exit
router (config) # exit
router #
5. Mengamankan router
dengan password
Untuk
menyulitkan orang yang tidak berhak mengubah dan mengacau konfigurasi router,
maka router tersebut perlu dilindungi dengan kata sandi (password).
5.1 Password untuk console
Jika password
diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke
router melalui console tanpa menuliskan password console terlebih dahulu.
Untuk melakukan
hal ini, diperlukan perintah line console
0 diikuti dengan perintah login dan
password dalam konfigurasi router.
Contoh 5.1-1: membuat password untuk console
Router(config) # line console 0
Router(config-line)
# login
Router(config-line)
# password coba
Router(config-line)
# exit
Router(config) # exit
Router(config) #
Router yang dikonfigurasi seperti
contoh 5.1-1 akan meminta password ketika user mencoba
mendapatkan akses melalui console. Dan passwordnya adalah coba.
5.2 Password untuk Virtual Terminal
Virtual Terminal ini akan digunakan ketika user ingin mendapatkan akses melalui
jaringan dengan applikasi telnet. Password Virtual Terminal
ini harus dikonfigurasi sebelum user bisa mendapatkan akses melalui jaringan.
Tanpa password, koneksi melalui jaringan akan ditolak
oleh router dan router akan memberikan pesan berikut:
Password required, but none set
Contoh 5.2-1
memperlihatkan bagaimana caranya mengkonfigurasi password pada Virtual
Terminal.
Contoh 5.2-1:
Router(config) # line vty 0 4
Router(config-line)
# password cobain
Router(config-line)
# exit
Router(config) # exit
Router(config) #
Pada contoh 5.2-1, router akan meminta password ketika diakses lewat jaringan. Dan password untuk virtual terminal tersebut adalah cobain.
Angka 0 pada baris line vty 0 4
menunjukkan nomer awal virtual terminal, dan angka 4 menunjukkan nomer terakhir dari virtual terminal. Oleh karena itu, perintah tersebut memperlihatkan bahwa router
tersebut mengizinkan 5 koneksi melalui virtual terminal pada waktu yang bersamaan.
5.3 Password untuk mode priviledge
Setelah user menuliskan password
dengan benar untuk mendapatkan akses ke router baik melalui jaringan ataupun
console, maka user akan memasuki user mode.
Jika password
untuk mode priviledge dikonfigurasi, maka user juga harus menuliskan password
lagi untuk masuk ke mode itu.
Perintah yang digunakan untuk
memberi password pada mode ini adalah enable
password, atau enable secret.
Perbedaan antara kedua perintah
tersebut adalah bahwa perintah enable secret membuat password-nya terenkrip
sedangkan enable password tidak.
Kedua perintah tersebut juga bisa
dituliskan kedua-duanya dalam mode konfigurasi global, dan keduanya juga bisa mempunyai
password yang berbeda.
Namun jika keduanya diletakkan
pada konfigurasi, maka password pada enable secret yang akan
digunakan untuk memasuki privileged mode.
Contoh 5.3-1: mengkonfigurasi enable password
Router(config) # enable password rahasia
Contoh 5.3-2: mengkonfigurasi enable secret
Router(config) # enable secret rahasiabanget
Dalam
konfigurasi router, sebuah perintah bisa dihapus dengan menambahkan perintah no pada mode konfigurasi. Dengan demikian, untuk menghapus password pada contoh 5.3-2 dapat
dilakukan dengan perintah seperti yang tampak pada contoh 5.3-3.
Contoh 5.3-3: menghapus password enable secret
Router(config) # no enable secret rahasiabanget
6. Mengkonfigurasi Interface
Seperti telah dipaparkan pada bab 2 dan Bab 3, tugas router adalah meneruskan paket-paket
dari sebuah network ke network yang lainnya. Sebuhungan
dengan tugas tersebut, network interface harus dikonfigurasi sesuai dengan
karakteristik-nya.
Perintah interface pada mode konfigurasi global disediakan untuk
mengkonfigurasi interface-interface pada router.
Dalam tulisan ini, hanya Ethernet
dan Serial saja yang akan dibahas lebih lanjut.
6..1.
Mengkonfigurasi Ethernet Interface
Seperti telah dijelaskan di atas,
perintah interface harus dijalankan pada mode konfigurasi global. Untuk
memasuki mode konfigurasi global, gunakan perintah configure terminal, seperti
yang telah dijelaskan pada bab 4.5.
Format perintah interface untuk memasuki
mode konfigurasi interface untuk Ethernet pada router yang hanya mempunyai satu
slot adalah:
interface ethernet nomer-port
Beberapa jenis router memiliki
banyak slot, seperti misalnya Cisco 2600,3600 dan
4000. Untuk router-router dengan banyak slot, format perintahnya adalah:
interface ethernet nomer-slot/nomer-port
Setelah memasuki mode konfigurasi
interface dengan perintah di atas, barulah Ethernet tersebut dapat
dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan.
Konfigurasi paling dasar yang
dibutuhkan agar Ethernet dapat meneruskan paket-paket adalah IP address dan
subnet mask. [3]
Format konfigurasinya adalah:
ip address IP-address subnet-mask
Contoh
Router# configure terminal
Router(config)# interface ethernet 1/0
Router(config-if)#
description LAN pada Department IT
Router(config-if)#
ip address 172.16.148.1 255.255.255.128
Router(config-if)#
exit
Router(config)# exit
Router#
6.2.
Mengkonfigurasi Serial Interface
Serial interface adalah interface
yang seringkali digunakan untuk koneksi ke WAN (Wide Area Network). Koneksi serial membutuhkan clocking untuk sinkronisasi. Dan oleh karena itu, hubungan serial ini harus mempunyai 2 sisi,
yaitu DCE (data circuit-terminating equipment_ dan DTE (data terminal
equipment). DCE menyediakan
clocking dan DTE akan mengikuti clock yang diberikan
oleh DCE. Kabel DCE mempunyai koneksi female (perempuan),
sedangkan kabel DTE mempunyai koneksi male (jantan).
Pada prakteknya,
DCE biasanya disediakan oleh service provider yang biasanya adalah merupakan
koneksi ke CSU/DSU. Router sendiri biasanya hanyalah
berperan sebagai DTE sehingga router tersebut tidak perlu menyediakan clocking.
Walaupun
demikian, cisco router juga bisa berperan sebagai DCE yang menyediakan
clocking. Fungsi ini biasanya dipakai untuk uji coba router dimana kita
bisa menghubungkan 2 buah router back to
back sehingga salah satu router harus berfungsi sebagai DCE agar koneksi
bisa terjadi.
Contoh 6.2-1: contoh konfigurasi
interface serial sebagai DTE
Router # configure terminal
Router(config)# interface serial 0
Router(config-if)# description WAN ke Natuna
Router(config-if)# ip address 172.16.158.1 255.255.255.252
Router(config-if)# bandwith 64
Router(config-if)# exit
Router(config)# exit
Router#
Contoh 6.2-2: contoh konfigurasi
interface serial sebagai DCE
Router # configure terminal
Router(config)# interface serial 0
Router(config-if)# description Lab Cisco sebagai DCE
Router(config-if)# ip address 172.16.158.1 255.255.255.252
Router(config-if)# bandwith 64
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# exit
Router(config)# exit
Router#
6.3 Men-disable sebuah interface
Kadangkala kita perlu mematikan/mendisable
sebuah interface untuk keperluan troubleshooting ataupun administratif.
Untuk keperluan
tersebut, dapat digunakan perintah shutdown
pada interface yang bersangkutan. Dan untuk
menghidupkannya kembali, dapat digunakan perintah no shutdown.
Contoh 6.3-1: mematikan interface
Router(config)# interface serial 0
Router(config-if)# shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)#
Contoh 6.3-2: menghidupkan
interface
Router(config)# interface serial 0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)#
7. Routing
Akhirnya, setelah interface
terkonfigurasi, router memerlukan sebuah proses agar router tahu bagaimana dan
kemana sebuah paket harus diteruskan. Proses ini disebut proses routing.
Routing dapat dikelompokkan
menjadi 2 kelompok, yaitu:
·
Static Routing Router meneruskan paket dari
sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute (catatan: seperti rute
pada bis
·
Dynamic Routing Router mempelajari sendiri
Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak
menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator
hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari
paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing
berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Dynamic Routing tidak dibahas
dalam tulisan ini karena walaupun konfigurasi-nya cukup mudah, namun bagaimana cara routing tersebut bekerja saya anggap sebagai topik
lanjutan sehingga tidak saya bahas pada tulisan ini.
Static Routing
dapat dilakukan dengan memasukkan baris ip
route pada mode konfigurasi global.
Adapun format penulisan baris
tersebut adalah:
ip route network
[mask] {alamat | interface }
dimana:
Gambar 7-1: Contoh routing
Gambar di atas memperlihatkan sebuah
LAN yang terhubung ke WAN melalui 2 buah router, yaitu router A dan router B.
Agar LAN tersebut bisa dihubungi
dari WAN, maka router A perlu diberikan static routing dengan baris perintah
seperti berikut:
RouterA(config)# ip route 172.16.10.0 255.255.255.0 172.16.158.1
Dan agar router B bisa meneruskan
paket-paket yang ditujukan ke WAN, maka router B perlu dikonfigurasi dengan
static routing berikut:
RouterB(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.2
8. Menyimpan dan mengambil Konfigurasi
Berbagai konfigurasi yang telah
kita tuliskan dengan perintah configure terminal hanya akan
disimpan pada RAM yang merupakan memory volatile. Jika konfigurasi ini tidak
disimpan di NVRAM, maka konfigurasi tersebut akan
hilang ketika router dimatikan atau direstart.
Secara default, Router akan mengambil konfigurasi dari NVRAM saat start up, meletakkannya
di RAM, dan kemudian menggunakan konfigurasi yang ada pada RAM untuk
beroperasi.
Untuk menyimpan konfigurasi yang
ada di RAM ke NVRAM, diperlukan baris perintah berikut pada privileged mode:
Router# copy running-config startup-config
Sebaliknya, untuk mengambil
konfigurasi yang ada di NVRAM dan meletakkannya pada RAM, dapat digunakan
perintah berikut pada privileged mode:
Router# copy startup-config running-config
Dan untuk melihat konfigurasi yang
sedang beroperasi (pada RAM), dapat digunakan perintah show running-config pada
privileged mode.
Contoh 8-1: melihat
running-config
Router# show running-config
Building configuration...
Current configuration
: 4479 bytes
!
! Last configuration
change at
!
version
12.2
service
timestamps debug datetime msec localtime show-timezone
service
timestamps log datetime msec localtime show-timezone
service
password-encryption
!
hostname
jakarta-lina
!
. Dan
selanjutnya
..
9. Beberapa Tips
Bekal
pengetahuan dasar pada bab-bab di atas sebenarnya telah cukup berguna untuk segera
memulai percobaan-percobaan dan mempelajari router lebih lanjut.
Namun untuk melengkapi dan
memudahkan proses belajar, ada baiknya anda juga mengetahui beberapa tips agar
mudah mengetahui perintah-perintah apa saja yang bisa
dijalankan dan format penggunaannya.
9.1 Mengetahui perintah apa saja yang bisa dijalankan
Pada mode apa
saja, anda bisa mengetikkan tanda (?) pada prompt. Dengan mengetikkan tanda
tersebut, router akan memberitahukan apa saja yang
bisa anda tuliskan pada prompt tersebut.
Contoh 9.1-1: melihat
perintah-perintah apa saja yang berlaku pada prompt
router>
?
Exec commands:
<1-99> Session number to resume
access-enable Create a temporary Access-List entry
access-profile Apply user-profile to interface
clear Reset functions
connect Open a terminal connection
disable Turn off privileged commands
disconnect Disconnect an existing network
connection
enable Turn on privileged commands
exit Exit from the EXEC
help Description of the interactive
help system
lat Open a lat connection
lock Lock the terminal
login Log in as a particular user
logout Exit from the EXEC
mrinfo Request neighbor and version
information from a multicast
router
mstat Show statistics after multiple
multicast traceroutes
mtrace Trace reverse multicast path from
destination to source
name-connection Name an existing network connection
pad Open a X.29 PAD connection
ping Send echo messages
ppp Start IETF Point-to-Point
Protocol (PPP)
resume Resume an active network connection
rlogin Open an rlogin connection
show Show running system information
slip Start Serial-line IP (SLIP)
systat Display information about terminal
lines
tclquit Quit Tool Comand Language shell
tclsh Tool Comand Language a shell
telnet Open a telnet connection
terminal Set terminal line parameters
traceroute Trace route to destination
tunnel Open a tunnel connection
udptn Open an udptn connection
where List active connections
x28 Become an X.28 PAD
x3 Set X.3 parameters on PAD
router>
contoh
9.1-2: melihat perintah apa saja yang dimulai dengan huruf t
router>
t?
tclquit tclsh
telnet terminal traceroute
tunnel
router>
t
contoh
9.1-3: melihat lanjutan dari sebuah perintah
router>telnet ?
WORD IP address or hostname of a remote
system
<cr>
router>telnet
9.2 Perintah yang tidak lengkap dan
Auto Completion
Sebuah perintah
pada router tidak harus dituliskan secara lengkap jika perintah tersebut tidak
ambiguous. Dengan fasilitas ini, administrator bisa
menghemat waktu karena tidak harus mengetikkan semua perintah secara lengkap.
Contoh 9.2-1: perintah yang tidak
lengkap
Router # sh ru
Building configuration...
Current configuration
: 4479 bytes
!
! Last configuration
change at
!
dan selanjutnya
Tampak pada contoh 9.2-1 bahwa
router menjalankan perintah show
running-config, padahal administrator hanya menuliskan sh ru pada prompt.
Kadangkala kita tidak yakin dengan
sebuah command sehingga kita tidak berani menuliskannya dengan tidak lengkap
seperti di atas. Dengan kondisi seperti ini, administrator juga bisa menghemat
waktu pengetikan dengan menekan tombol <tab> dan router akan melakukan auto completion.
Contoh 9.2-2: auto completion
Router > tel <tab>
Router > telnet
Contoh 9.2-2
memperlihatkan bahwa administrator cukup mengetikkan tel + <tab> dan router melengkapinya sendiri menjadi telnet setelah penekanan tombol <tab>.
10. Contoh Configurasi
Sederhana
Akhirnya, tulisan ini akan saya tutup dengan memberikan contoh sebuah konfigurasi
router sederhana secara utuh. Dan saya ucapkan selamat
belajar.
Contoh 10-1: konfigurasi
sederhana secara utuh
trident16-rig#sh
run
Building configuration...
Current configuration:
!
! No configuration change
since last restart
!
version
12.1
service
timestamps debug datetime msec localtime show-timezone
service
timestamps log datetime msec localtime show-timezone
service
password-encryption
!
hostname
trident16-rig
!
enable
secret 5 $1$PlKA$Ev/ev3/gQJHnytqacioZt.
!
ip
subnet-zero
no
ip domain-lookup
ip
name-server 192.23.168.5
ip
name-server 192.23.164.5
!
interface
Ethernet0
description Local
Segment for Trident 16 Rig
ip address
172.16.135.1 255.255.255.192
!
interface
Serial0
description VSAT link
to jakarta-lina-sat
bandwidth 128
ip address
172.16.158.174 255.255.255.252
!
interface
Serial1
no ip address
shutdown
!
ip
classless
ip
route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.173
no
ip http server
!
line
con 0
transport input none
line
aux 0
line
vty 0 4
password 7
023616521D071B240C600C0D12180000
login
!
end
trident16-rig#
10.
Referensi
Steve McQuerry, Interconnecting Cisco Network Devices, published by Cisco Press
Biografi Penulis
Alfred Alinazar. Menamatkan
pendidikan sebagai sarjana teknik jurusan Teknik Elektro di Universitas Gadjah
Mada,
Berkompeten di bidang jaringan computer, administrasi system, dan bahasa pemrograman khususnya applikasi database. Memiliki sertifikasi dari Microsoft sebagai Microsoft Certified Professional, Cisco sebagai Cisco Certified Network Associate, dan beberapa sertifikasi dari Brainbench antara lain Ms Access Fundamentals, Ms Outlook Administration dan Linux administration.
Semasa mahasiswa aktif dalam beberapa organisasi kemahasiswaan. Pernah menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada pada tahun 1995-1996. Pernah menjadi assisten dosen dan berpengalaman mengajar, membuat modul praktikum, dan mengkoordinir acara praktikum pada beberapa Laboratorium.
Selain berprofesi sebagai IT
Engineer, saat ini juga merangkap sebagai e-mail Engineer. Yaitu
seorang Engineer yang banyak meluangkan waktunya dengan mengikuti beberapa
mailing list seperti mailing list alumni, mailing list programming, mailing
list system operasi dan juga mailing list psikologi. Saking
aktifnya, penulis dipercaya untuk menjadi moderator di beberapa mailing list
yang diikutinya. Penulis juga pernah aktif di IRC Undernet dan hingga
saat ini masih menjabat sebagai Op senior di channel #
Informasi lebih lanjut mengenai penulis, bisa didapat melalui:
E-mail: bank_al@yahoo.com
URL: http://www.geocities.com/bank_al
[1] Cisco Router bisa juga menjadi Layer 4 Gateway jika Router tersebut mengimplementasikan ACL, namun hal tersebut tidak dibahas dalam tulisan yang ditujukan untuk pemula ini.
[2] Dalam tulisan ini, diasumsikan bahwa Sistem Operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows.
[3] Diasumsikan bahwa protocol yang digunakan oleh router tersebut adalah TCP/IP