Jurus-Jurus
Mencari Jodoh I
by:
Jurus
pertama: "Anda
mungkin saja bisa mencari ikan dengan memancing di sungai, kolam ikan, danau,
ataupun bak mandi. Namun jika anda ingin lebih mudah mendapat ikan, pergilah ke
kolam pemancingan yg ikan2nya sedang kelaparan."
Kedengerannya jurus di atas itu simple banget, tapi
seringkali orang tak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang memancing di bak
mandi dan berharap mendapat ikan. Begitu banyak orang yg mengeluh sulitnya
mendapatkan jodoh, hanya karena masalah simple, mereka tidak berada di tempat
pria/wanita idaman berada.
Lingkungan adalah sebuah faktor yg sangat berpengaruh
atas sulit atau mudahnya seseorang mencari jodoh. Seringkali kita tak sadar
bahwa kita telah berada pada lingkungan yg tidak mendukung untuk mendapatkan
jodoh. Namun karena kita tak menyadari itu, maka kita tidak pernah berpikir
untuk mencari lingkungan baru yg akan memudahkan kita mencari jodoh.
Contoh saja: mahasiswa yg kuliah di fakultas teknik.
Pada kebanyakan jurusan di fakultas teknik, jumlah
mahasiswi sangat sedikit sekali dibandingkan dengan mahasiswa. Oleh karena itu,
para bujang lapuk yg sekolah di fakultas teknik, kebanyakan sulit sekali
mencari pasangan, wong temennya laki2 semua. Cilakanya, setelah lulus si alumni
fakultas teknik ini menjadi kuli (seperti saya), sering bertugas di tengah
laut, dan ketemunya batangan lagi batangan lagi. Akibatnya, peluang untuk
bertemu si pujaan hati sangatlah kecil.
Saya mempunyai seorang teman yg cukup ganteng dan
diidolai banyak wanita. Si teman ini pernah mengeluh seperti ini,"Susah
juga ya nyari jodoh. Yg
naksir gue sih banyak, tapi nggak ada yg cocok sama
kriteria gue. Begitu ada yg cocok sama kriteria gue,
eh dianya yg nggak mau sama gue. Jadinya bagaimana dong
?"
Kedua temanku itu mengalami masalah itu karena
mereka berada pada "tempat" yg salah. Mereka
berada pada lingkungan di mana pasangan pujaan yg memenuhi kriteria mereka tak
banyak ada di situ.
Coba deh kalau si cowok itu berada di tempat yg
banyak wanita yg sesuai dengan kriterianya. Peluang
untuk mendapatkan satu dari mereka tentunya lebih mudah. Masak sih satu
aja dari yg banyak itu ndak ada yg gayung bersambut ?
Demikian juga dengan si cewek. Andai dia berada pada
lingkungan yg banyak laki2 kritrianya, maka dia akan punya banyak pilihan. Masak
sih satu dari banyak itu ndak ada yg mengena di hati ? :)
Untuk menerapkan "jurus cari jodoh I" ini,
langkah2 yg harus dilakukan
adalah:
- Menentukan
kriteria pasangan yg kita inginkan.
- memikirkan
kira2 di mana orang2 seperti ini banyak ditemukan.
- memasuki
lingkungan itu dan mencari di sana.
Contoh praktis adalah pengalamanku dulu sewaktu mencari
cinta. Sewaktu kuliah dulu kebanyakan temanku adalah laki2, karena aku kuliah
di fakultas teknik, yg disebut juga dengan fakultas para hombreng. Setelah
bekerja, di lingkungan kerja kebetulan ndak ada yg memenuhi kriteria, dan
orang2 yg ada di kantor juga tak berubah banyak, sehingga temen kantor ya itu2
aja. Tentu saja
ada beberapa tambahan kalau ada yg dipecat dan kemudian hired orang baru. Tapi tetep aja penambahan itu nggak signifikan. Jadi biarpun
aku ganteng, pintar dan banyak yg naksir, tapi tetep aja sulit nyarinya, wong
aku nyari ikan black ghost (di dalam bak mandi, mana bisa ketemu
? (note: black ghost ini adalah ikan yg sangat
cantik, harganya mahal, berasal dari sungai amazone)
Menyadari kondisi lingkungan ini, aku mulai menyadari
bahwa aku butuh expansi. Aku mencari seorang wanita yg pintar, cantik dan
berwawasan luas. Dengan kriteria itu, akhirnya aku masuk milis psikologi, milis
alumni dan berbagai milis lainnya yg aku perkirakan banyak wanita seperti itu
berada. Aku juga sempat ikutan kurus bahasa perancis di Salemba (di depan UI)
dengan alasan yg sama. Selain senang belajar bahasa, aku memperkirakan ada
banyak mahasiswi UI yg tentunya pintar2 (dan mungkin juga cantik) akan ikutan
kursus tersebut. :P
Walhasil, faktor lingkungan ini memang banyak membantuku.
Di kursus perancis perkiraanku salah. Di situ memang ada
yg memenuhi kriteria, tapi sudah not available. Dan isi kelas perancis ndak akan berubah sampai naik kelas. Jadi aku
harus menunggu naik kelas dulu baru dapat teman baru. Dan aku memutuskan tempat
ini bukan tempat yg cocok.
Di milis alumni, ceritanya berbeda. Anggotanya berubah
terus dan sebagian besar lulusan UGM, jadi kriteria pintar sudah pada lewat
deh, cuma tinggal kriteria2 lainnya. Walhasil ada beberapa yg dilihat2 trus
ndak jadi dilanjutin, ada yg dijalanin sedikit terus nggak cocok, ada yg
dijalanin cukup lama dan gagal juga, dan berbagai pengalaman lainnya. Namun
bagaimanapun, aku tak pernah lagi kekurangan stock, ndak seperti sewaktu aku
"berada di bak mandi" dulu. :D Akhirnya aku pun menemukan yg terbaik,
sangat sesuai dengan kriteriaku, lebih dari yg pernah ada, dan sekarang telah
menjadi istriku. :D
Demikanlah kiranya tayanganku tentang jurus mencari jodoh
nombor I ini, yg intinya adalah: "Tentukan kriteria wanita/pria pilihan
anda, dan masukilah lingkungan dimana mereka banyak ditemukan
keberadaannya."