Bab VII
KESIMPULAN DAN SARAN

 

Kesimpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan:

  1. Berdasarkan hasil studi perbandingan dari beberapa SPI, ditemukan bahwa belum ada SPI yang mengimplementasikan suatu skenario transaksi berbasis cek bilyet dengan fasilitas pengamanan sertifikat digital.
  2. Protokol cek bilyet digital yang dirancang oleh penulis dalam tugas akhir ini dapat mengatasi masalah:
  1. Protokol cek digital ini dapat bertahan terhadap serangan:
  1. Protokol cek bilyet digital ini membuka lembaran baru dalam dunia perbankan. Pada cek bilyet biasa, informasi rekening pemberi dan penerima cek akan terlihat jelas oleh siapapun. Namun kini dengan protokol cek bilyet digital yang penulis ajukan, maka informasi rekening bank pemberi atau penerima cek hanya bisa diketahui pihak-pihak yang berwenang saja. Para pelaku bisnis dengan cek bilyet digital ini dapat menikmati tingkat keamanan yang lebih tinggi, sehingga lebih merasa mantap dalam melakukan transaksi.
  2. Pemilihan SPI yang akan dipergunakan oleh konsumen, amat tergantung dari kebutuhan konsumen itu sendiri. Pada umumnya, jika nilai pembayarannya rendah, akan dipergunakan SPI yang menggunakan sistem pre-paid, yang umumnya juga memberikan keuntungan tambahan bagi konsumen yakni keanonimitasan. Sedangkan untuk transaksi dengan nilai yang relatif tinggi, umumnya dipergunakan SPI dengan sistem kredit ataupun debit, namun perlu dicatat bahwa transaksi tersebut umumnya dapat dilacak.
  3. Suatu sistem, keamanannya pasti bisa dijebol. Yang penting bukanlah menghilangkan celah yang memungkinkan penyerang masuk, namun mempersempit celah tersebut. Dalam prakteknya, bagian yang paling penting adalah saat inisiasi. Pada saat inisiasi inilah disepakati ‘kunci apa’ yang akan dipergunakan. Panjang waktu inisiasi inilah yang seharusnya dipersempit. Tetapi diusahakan agar dapat dipertukarkan kunci sekompleks mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.
 

NetChex

SET

Cek bilyet digital

Cara pembayaran

debit

kredit; debit

debit

Keterlacakan transaksi

teridentifikasi

pseudo-anonim

teridentifikasi

Status pihak-pihak yg bertransaksi

peer to peer

pedagang/ pembeli

peer to peer

Waktu konfirmasi keabsahan transaksi

on-line; off-line

on-line

on-line; off-line

Perangkat lunak

khusus

khusus

khusus

Kerahasiaan transaksi

kunci simetris; asimetris

amplop digital

amplop digital

Keutuhan transaksi

CBC

tanda tangan digital

tanda tangan digital

Keabsahan konsumen

shadow account; sidik jari komputer klien

sertifikat digital

sertifikat digital

Keabsahan pedagang

pencatatan di NetChex

sertifikat digital

sertifikat digital

Pencatatan transaksi

web server & klien

klien, pedagang, gerbang pembayaran

para klien (nasabah), gerbang pembayaran

Pembuktian transaksi

N/A

tanda tangan digital

tanda tangan digital

Kepercayaan konsumen

NetChex

otoritas
sertifikat

otoritas
sertifikat

N/A = data tidak tersedia atau tidak lengkap

Tabel 7.1. Hasil studi perbandingan NetChex, SET dan protokol cek bilyet digital

Saran

Beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

  1. Menarik untuk diperhatikan, bahwa dalam protokol cek bilyet digital yang penulis ajukan ini, kedua nasabah tidak bisa mengetahui nomor rekening bank satu sama lainnya. Tetapi dalam laporan bulanan dari bank, dapat saja tercetak dengan lengkap dari nomor rekening mana dan ke nomor rekening mana terjadi transfer dana. Akhirnya kedua belah pihak akan mengetahui nomor rekening satu sama lain yang seharusnya rahasia. Hal ini perlu diantisipasi oleh pihak perbankan. Mungkin bank dapat mempersiapkan laporan baru, misalnya mengganti nomor rekening dalam laporan bulanan dengan nomor identifikasi cek bilyet digital.
  2. Penggunaan kartu chip sebagai tempat menyimpan sertifikat digital dan kunci publik perlu dikembangkan lebih lanjut. Yang menjadi masalah sekarang adalah kurangnya tersedianya peralatan CAD (card acceptance device) untuk komputer pribadi yang dipergunakan konsumen. Jika muncul terminal-terminal Internet di tempat umum yang juga menggunakan kartu chip sebagai sarana aksesnya, konsumen tidak harus melakukan transaksi dengan komputer pribadi di rumah atau kantornya. Pemanfaatan kartu chip dengan protokol cek bilyet digital ini menjadikannya smart debit card yang dapat dipergunakan pada Internet.
  3. Analisis kebutuhan dari cek bilyet mungkin perlu lebih diperdalam agar lebih dapat menjawab kebutuhan bisnis. Sebagai contoh, cek bilyet sering diberikan kepada orang lain tanpa nomor rekening tujuan. Sang penerima cek akan membubuhkan nomor rekeningnya saat cek itu akan diuangkan. Skenario ini belum disedikan oleh protokol cek bilyet digital yang dirancang oleh penulis.
  4. Penelitian mengenai protokol ini masih dapat dikembangkan dalam hal:
  1. Protokol penyerahan sertifikat digital kepada nasabah,
  2. Ekses dan penanganan dari kejadian-kejadian yang tidak dicakup protokol cek bilyet digital penelitian ini, misalnya jika terjadi pembatalan cek, serangan atau sertifikat digital yang dipergunakan kadaluarsa.
  3. Manajemen DSB (daftar sertifikat terbatalkan),
  4. Protokol perbelanjaan,
  5. Layanan direktori sertifikat digital nasabah,
  6. Antarmuka (interface) dari gerbang pembayaran ke rumah kliring,
  7. Implementasi prototip SPI yang menggunakan protokol cek bilyet digital ini

Kembali ke daftar isi

1