Digital cash tak berbeda dengan uang yang kita kenal sehari-hari, hanya saja dalam bentuk elektronik. Uang elektronik ini dapat dibeli dari bank tertentu yang menerbitkannya. Berbeda dengan sistem pencacatan uang elektronik pada CyberCash, skenario yang disodorkan oleh DigiCash [Digi 97], secara elektronik memang benar-benar memindahkan kepingan uang elektronik dari satu dari satu tempat ke tempat lain. DigiCash membaptis uang elektroniknya dengan nama Ecash. Skenario uang elektronik yang ditawarkan DigiCash menggunakan protokol seperti yang diterangkan dalam bab 3, yakni tentang uang elektronik. DigiCash b.v. adalah perusahaan yang didirikan oleh David Chaum - bapak uang elektronik - untuk mengembangkan uang elektronik ini. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan DigiCash, Inc. yang berpusat di Amerika Serikat.
Untuk menggunakan Ecash, konsumen akan harus men-download perangkat lunak gratis dari DigiCash, yang juga disebut wallet. Dengan wallet yang sama tersebut konsumen dapat menerima pembayaran dan melakukan pembayaran.
Gambar 5.27. Diagram topologi transaksi Ecash
Gambar 5.28. Pengambilan Ecash dari bank
Gambar 5.29. Permintaan pembayaran Ecash dari pedagang
Gambar 5.30. Penerimaan pembayaran Ecash dari seseorang
Gambar 5.31. Diagram alur data transaksi Ecash
Meskipun konsumen dapat menggunakan kartu kredit ataupun account yang sudah ada untuk membeli uang elektronik dalam skenario Ecash, namun terlepas dari itu, karena pedagang mendapat pembayaran seketika, maka sistem ini tergolong sistem pembayaran pre-paid. Pemeriksaan untuk mencegah pembelanjaan ganda (double spending), dilakukan secara on-line, karena tanpa perangkat tamper-proof maka penggandaan uang elektronik sangat mudah dilakukan. Konsumen tetap anonim bahkan terhadap bank yang mengeluarkan uang elektronik, namun siapapun yang menerima dan memeriksakan Ecash tentunya akann teridentifikasi oleh bank. Sistem ini adalah sistem peer-to-peer karena konsumen dapat membayar kepada siapapun yang mau menerima uang elektroniknya, bahkan antarkonsumen. Ecash amat cocok digunakan dalam transaksi micropayments.
Kekuatan keamanan dari skenario transaksi Ecash dapat dilihat dari algoritma dan protokol yang dipergunakan. Jika konsumen berhasil merekayasa perangkat lunak wallet dari DigiCash dan berhasil menggandakan uang mereka, kejahatan mereka akan tetap bisa diketahui bank. Pedagang juga tidak bisa menggandakan uang yang hendak diotorisasi tanpa ketahuan. Jika ternyata koin elektronik itu sudah pernah diuangkan, maka akan diketahui siapa yang menggandakan.
Berbeda dengan sistem sejenis, yaitu Mondex, uang digital yang dikeluarkan oleh DigiCash ini jika hilang (hard disk rusak) dapat diuangkan kembali, meskipun jenis transaksinya pre-paid. Penguangan kembali hanya dapat dilakukan jika konsumen sebelumnya telah melakukan backup atas Ecash yang diterimanya.
Meskipun disebutkan oleh DigiCash bahwa sistem ini konsumen tidak perlu mempercayai bank karena bank tidak menyimpan informasi penting seperti informasi rekening bank, tetapi sesungguhnya harus tetap ada kepercayaan antara konsumen dengan bank. Konsumen dan pedagang harus mempercayai bank apakah bank memang benar-benar jujur saat melakukan otentikasi uang.
Di sisi konsumen, pencatatan dilakukan oleh perangkat lunak wallet. Sedangkan bank yang mengedarkan uang elektronik, tentunya mencatat kepingan mana yang pernah diuangkan atau belum.
Gambar 5.32. Pencatatan pada perangkat lunak Ecash
Penerimaan Pembayaran dan Biaya Transaksi
Pedagang akan didebit rekeningnya setelah mendapat kepastian mengenai keotentikan uang yang diterimanya. Demikian pula pada transaksi peer-to-peer, namun sang penerima uang memiliki kesempatan untuk menguangkan kembali pembayaran tadi dengan uang beridentitas baru.
Pedagang diwajibkan untuk membayar US$5 sampai US$25 setiap bulannya, ditambah biaya 2-3% ketika menguangkan Ecash.
Keuntungan dari skenario SPI yang ditawarkan DigiCash adalah derajat keanonimitasan yang tinggi, meskipun penerima uang akan teridentifikasi saat memeriksa Ecash.
CAFE (Conditional Access For Europe) juga mempergunakan protokol uang elektronik yang mirip dengan protokol Ecash [BBCM 94]. Penggunaan kartu chip pada CAFE ini menyebabkan transaksi dapat dilakukan secara off-line.