Bab I
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan pemakaian Internet sebagai sarana komunikasi global, kini sudah cukup banyak perusahaan-perusahaan menggunakan Internet sebagai media perdagangan [Aaro 97]. Semakin mudahnya mendapatkan akses ke Internet membuat dunia semakin tidak bertembok, sehingga adanya Internet memang sejalan dengan era globalisasi dan kebijakan pasar bebas [Wibo 97]. Dengan yang jumlah penggunanya terus meningkat secara eksponensial, potensinya sebagai media perdagangan memang tak bisa dipungkiri lagi. Namun ternyata banyak masalah yang berhubungan dengan keamanan perdagangan di Internet.
Sistem-sistem perdagangan di Internet (SPI) berusaha untuk menyediakan sarana perdagangan di Internet yang mengatasi masalah-masalah keamanan tersebut.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian dalam tugas akhir ini adalah:
Sistem perdagangan di Internet yang dimaksud di sini adalah sistem perdagangan di Internet dimana konsumen berinteraksi secara langsung dengan sistem perdagangan tersebut (consumer based Internet commerce). Lebih spesifik lagi, pada tugas akhir ini penulis hanya meneliti transaksi yang menyangkut jual beli barang / jasa dan juga transfer dana. Penelitian tidak dilakukan terhadap transaksi jual beli saham, obligasi, atau sertifikat danareksa kepada nasabah.
Penggunaan Internet sebagai media komunikasi dan bisnis (corporate based Internet business communication, misalnya dengan virtual private network atau EDI over Internet) tidak dibahas dalam tugas akhir ini.
Penelitian dimulai dengan pembahasan mengenai analisis kebutuhan umum suatu transaksi perdagangan. Selanjutnya melakukan klasifikasi-klasifikasi terhadap sistem-sistem perdagangan. Barulah dianalisis kebutuhan dari SPI.
Kemudian penelitian diteruskan dengan penetapan kriteria untuk menentukan SPI yang akan dibandingkan, yang dilanjutkan dengan pemilihan SPI yang memenuhi kriteria. Pada studi komparasi awal belum dilakukan analisis secara mendalam. Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui teori dasar, protokol, standar, algoritma, dan teknologi apa yang dipergunakan oleh masing-masing SPI yang akan dianalisis nanti.
Kemudian seluruh landasan teori kriptografi yang dipergunakan dalam sistem-sistem perdagangan di Internet tersebut dipelajari. Kemungkinan terjadinya serangan juga diteliti. Setelah itu dilanjutkan dengan analisis mengenai teknologi jaringan penunjang SPI. Hasil analisis landasan teori, akan dipergunakan dalam melakukan analisis terhadap teknologi penunjang. Selanjutnya, untuk lebih memahami kebutuhan bisnis dari SPI, penulis melakukan wawancara dengan bagian kartu (card center) Bank Bali dan Bank Niaga. Guna melengkapi bagaimana bank sentral mengatur transaksi keuangan, maka penulis juga melakukan wawancara dengan pihak Bank Indonesia.
Studi komparasi memanfaatkan hasil analisis landasan teori, hasil analisis teknologi penunjang dan hasil wawancara. Ada banyak aspek yang diteliti dari setiap SPI. Pertama-tama akan dicari informasi singkat mengenai sejarah dan perusahaan yang mengembangkannya, serta perangkat lunak apa yang dipergunakan oleh konsumen, pedagang dan pihak ketiga jika ada. Lalu dianalisislah alur transaksi, yang lalu dilengkapi dengan diagram alur data. Kemudian dilakukan klasifikasi terhadap SPI tersebut berdasarkan pembagian yang akan dijelaskan pada bab 2. Tidak ketinggalan analisis mengenai keamanan sistem, serangan terhadap sistem, serta masalah pemberian kepercayaan dan risiko penipuan. Kemudian diteliti pula bagaimana pencatatan transaksi dilakukan, bagaimana cara konsumen membayar, bagaimana pedagang mendapatkan bayarannya dan biaya tambahan per transaksi. Analisis setiap SPI ini diakhiri dengan pembahasan mengenai prospeknya.
Setelah kesimpulan dari studi perbandingan dari berbagai SPI diambil, kemudian penulis merancang protokol cek bilyet digital. Dimulai dengan penetapan tujuan yang lebih spesifik, lantas dilanjutkan dengan analisis sistem yang berjalan dan analisis kebutuhan dari protokol cek bilyet digital itu sendiri. Setelah dicari solusi awal untuk menjawab analisis kebutuhan, barulah dirancang protokolnya. Protokol cek bilyet digital itu kemudian juga dianalisis lebih mendalam.
Bab pertama diawali dengan penjelasan mengenai latar belakang masalah, kemudian disambung dengan tujuan penelitian, ruang lingkup permasalahan dan metoda penelitian. Bab 2 membahas lebih mendalam mengenai analisis kebutuhan sistem perdagangan secara umum dan SPI. Bab yang sama juga menjelaskan klasifikasi dari sistem-sistem perdagangan. Selanjutnya bab 3 membahas landasan teori kriptografi, yang menjadi salah satu dasar yang penting dari SPI.
Lalu bab 4 akan mengemukakan berbagai teknologi jaringan yang secara umum dipergunakan dalam sistem perdagangan di Internet. Baru setelah itu bab 5 menjabarkan hasil studi perbandingan berbagai macam SPI yang ada. Bab 6 menjelaskan rancangan pengembangan protokol cek bilyet digital berbasis pengamanan sertifikat digital. Bab terakhir akan diisi dengan kesimpulan dan saran dari penelitian yang penulis lakukan.