Melatih Diri dalam Seni Mendengarkan
Bintang Millenia – CHIC Juni 2000
Sekali Anda belajar cara mendengarkan karyawan, kemampuan
manajerial Anda meningkat secara dramatis. Anda bakal memiliki umpan balik yang
lebih baik, komunikasi yang lebih baik dan memecahkan lebih banyak masalah.
Berikut beberapa latihan yang akan memperbaiki kemampuan mendengarkan dan
membantu Anda mengambil banyak hal dari masing-masing rapat dengan seorang
karyawan.
- Bersihkan
meja Anda ketika akan bertemu karyawan. Jika banyak lembaran kertas di
meja, Anda bakal mulai bermain-main dengan kertas-kertas itu secra tak
sadar. Bahkan mungkin Anda mulai melihat-lihat kertas itu dan mengalihkan
perhatian dari karyawan yang Anda ajak bicara.
- Apa
warna mata karyawan Anda? Latihlah diri Anda untuk memperhatikan bola matanya
pada setiap pembicaraan. Hal ini untuk meyakinkan bahwa Anda bakal membuat kontak mata
yang signifikan --- yang membawa pada percakapan yang lebih produktif.
Penting: jangan focus terlalu banyak pada warna mata sehingga Anda tidak
mendegarkan apa yang sedang dikatakannya.
- Latih
diri Anda untuk mengajukan pertanyaan dan bukan pernyataan.
Contohnya:Jangan katakan, “Mira, jangan lupa kita buuth laporan akhir
tahun untuk rapat minggu depan.” Lebih baik Andas bilang, “Bagaimana
dengan laporan akhir tahun, Mir? Ada masalah dengan tenggat waktu?” Dengan
mengajukan pertanyaan, Anda sudah memulai sebuah dialog, dan Anda tidak
pernah tahuapa yang bisa Anda pelajari dari hal itu. Pelajari cara untuk
“melumas” percakapan. Frase seperti “Ya, saya paham,” dan “Saya Mengerti”
melakukan dua hal: 1) Keduanya menunjukkan Anda memang mendengarkan, dan
mendorong orang lain untuk tetap bicara; dan 2) Keduanya membuat perhatian
Anda terfokus.
- Jangan
cepat-cepat bertanya begitu karyawan Anda selesai bicara. Ini menunjukkan
seolah-olah Anda sedang memformulasikan jawaban, bukan mendengarkan.
Begitu Anda mengajukan pertanyaan, parafrase kata-kata karyawan.
Contohnya: “Jadi apa yang Anda katakan adalah” Kemudian mengajukan
pertanyaan.
- Jangan
senyum sepanjang waktu. Kebanyakan manajer melakukan ini karena mereka piker
senyum pertanda keramahan. Barangkali ya, tapi orang sering keliru
mengartikan senyum sebagai tidak memberikan perhatian. Atau, sebagai tanda
bahwa Anda tidak menganggap mereka serius. Simpan senyum untuk kata-kata
yang bersifat humor. (ina/wtm)
>>
kembali ke halaman utama