1. Atasan Baru Tidak Mempercayai
Anda
Jika atasan belum memberikan kepercayaan penuh, mungkin ia belum mengetahui
sejauh mana kemampuan Anda. Untuk membuktikan Anda adalah seorang karyawan yang
mandiri, berikan ia waktu untuk mengawasi kerja Anda selama sebulan. Tunjukkan
Anda punya program kerja yang akurat selama pengawasan tersebut. Bila ia masih
mengekang Anda setelah jangka waktu berakhir, tanyakan "Apa yang harus saya
perbuat untuk meyakinkan Anda bahwa pekerjaan saya begitu memuaskan?"
2. Takut Bicara Di Depan Banyak
Orang
Agar tidak gugup, persiapkan diri Anda sebelum presentasi. Pertama, tetapkan
topik dan buat kerangka gagasan yang mendukung topik itu. Lalu, wujudkan dalam
tulisan dengan menggunakan kalimat-kalimat sederhana dan statistik yang menunjang.
Gunakan huruf berukuran besar dalam ketikan dua spasi. Berlatilah sedikitnya
sebanyak enam kali, dan hafalkan beberapa paragraf awal sehingga saat berbicara
Anda bisa melakukan kontak mata.
3. Atasan Yang Tak Mau Mengakui
Promosi Jabatan Anda
Jika masih saja dibebani tugas-tugas yang harus Anda kerjakan sebelum dipromosikan,
umumkan Anda sudah naik jabatan lalu minta orang yang menggantikan posisi Anda
terdahulu untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut.
4. Rekan Kerja Yang Selalu Menentang
Pendapat Anda Dalam Rapat
Dengan tenang, yakinkan dia bahwa Anda berbicara berdasarkan data yang akurat.
Dan bila ia masih belum puas, berikan tawaran untuk melihat data-data pendukung
dengan lebih jelas sesuai rapat. Anda masih juga diragukan? Temui dia secara
pribadi dan ungkapkan bahwa komentar-komentarnya mengganggu jalannya rapat.
Kalau belum berhasil juga, laporlah pada atasan Anda.
5. Terlalu Banyak Proyek
Tanyakan pada atasan Anda proyek mana yang lebih penting. Berdasarkan jawabannya,
buat daftar prioritas dan tentukan tugas mana yang bisa didelegasikan. Lalu,
berikan penetapan tenggat waktu yang Anda susun pada atasan dan minta persetujuannya.
6. Atasan Baru Yang Membawa 'Orang-Orangnya'
Buktikan Anda berada di dalam timnya. Jika tidak ditanya, jangan pernah menyinggung
proyek-proyek yang Anda kerjakan di masa lalu. Sebaliknya, katakan: "Saya harus
banyak belajar dari Anda agar kita dapat bekerja sama dengan baik." Dan, tentu
saja, tunjukkan betapa antusiasnya Anda saat ia menelorkan cara dan ide-ide
baru.
7. Kurangnya Kesempatan Untuk
"Memamerkan" Diri Pada Atasan
Agar atasan mengetahui betapa kerasnya Anda bekerja, minta jadwal khusus untuk
mengkonsultasikan proyek-proyek Anda. Bila perlu, atur jadwal Anda berdasarkan
jadwal atasan agar Anda dapat sering bertemu dengannya. Jika ia bekerja sampai
larut, ikuti jejaknya dan kemudian keluar malam bersamanya.
8. Bawahan Yang Tidak Menghargai
Anda
Agar bawahan menghargai Anda, tunjukkan bahwa Anda juga menghargai mereka. Misalnya,
kirim ucapan selamat melalui e-mail kepada mereka yang berhasil mencapai target
proyek mereka. Ajak mereka bekerja sama supaya bisa lebih saling mengenal, Jika
masih membandel, mintalah saran pada atasan Anda.
>> kembali ke halaman utama