Al^-Masikh Ad-^Dajjal^
Al-masikh Ad-Dajjal (pendusta berwajah buruk) segenap manusia dari kejahatan makhluk sepertimaa rasullullah bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada fitnah dimuka bumi ini sejak Allah menciptakan Nabi Adam a.s dan keturunanannya yang lebih dahsyat dari Dajjal. Dan Allah s.w.t tidak mengutuskan seorang rasul atau nabi pun kecuali untuk memperingkatkan umatnya dari kemunculan Dajjal."
 
Keluarga Dajjal: ayah, ibu dan datuk, semuanya adalah penyembah berhala. Dahulu mereka menyembah sebuah berhala mirip lembu betina. Sebenarnya berhala itu bukan sekadar patung lembu betina, melainkan syaitan durjana yang menyerupai dirinya dengan patung lembu betina itu.
Mereka biasa menyembelih haiwan untuk dikorbankan kepada berhala yang sebenarnya dikorbankan kepada berhala yang sebenarnya dipersembahkan kepada syaitan beserta minuman arak yang mereka berikan kepadanya setiap hari. Di samping itu, mereka suka melakukan penghambaan atau persembahan dan ketaatan. Setiap pagi, mereka hanya menemukan sisa-sisa dari apa yang mereka korbankan ditempat itu. Mereka menyangka hal itu sebagai tanda bahwa tuhan mereka meredhai apa yang mereka lakukan. Permintaan kedua orang tua Dajjal ialah agar mereka diberi anak laki-laki.
Akhirnya, Allah s.w.t menghendaki terjadi kehamilan pada seorang wanita yang dilahirkan dari perbuatan zina sesama mahram dengan seorang suami yang juga dilahirkan dari hasil perzinaan antara mahram. Sementara itu,  pekerjaan syaitan adalah ikut masuk kedalam saluran kencing laki-laki penyembahan berhala setiap kali ia akan mencampuri isterinya. Jadi, syaitan pun ikut mencampuri isteri penyembah berhala itu bersama-sama suaminya. Maka bertemulah campuran sperma ovum dari unsur manusia dengan unsur syahwat yang penuh kedengkian dari jin, sesuai dengan yang ditakdirkan oleh Yang Mahakuasa.
Pada malam yang sangat menakutkan, diiringi hembusan angin, badai salji, dan hujan lebat, pasangan suami isteri itu mendengar suara dari patung lembu betina liar yang akan memberitahu bahawa ia telah meredhai keduanya. Bahkan, katanya, ia memerintahkan malaikat untuk mengurniakan kepada mereka seorang anak. Tetapi, jika keduanya tidak memperbanyak ketaatan dan persembahan, serta tidak banyak menumpahkan darah korban, maka ia mengganti anak laki-laki itu dengan anak perempuan. Dengan penuh khidmat keduanya bersujud dan bersimpuh di hadapannya dan menegaskan bahawa mereka menginginkan anak laki-laki. Lalu patung syaitan itu menyuruh mereka untuk menyembelih seekor betina gemuk dan besar, kemudian diletakkan di hadapannya, sementara  mereka berdua di larang untuk masuk ke tempat itu sepanjang malam.
Sesungguhnya, Syaitan telah mempermainkan mereka berdua untuk melakukan apa sahaja menurut kehendak dan kemahuannya. Dan satu segi, syaitan melihat apa yang tidak dapat merek lihat sebagai manusia biasa, Sebab, jin boleh melihat apa yang ada di dalam jasad manusia seakan-akan kedua matanya bagaikan sinar-X (x-ray), sehingga boleh melihat kandungan perempuan sejak awal. Kerana syaitan tidak mengetahui apa yang akan terjadi, apakah anak mereka anak itu perempuan atau laki-laki,  sementara ia mengetahui kerinduan seorang suami akan kelahiran sorang anak laki-laki yang akan membawa harum nama ayahnya, di samping mengetahui secara pasti keinginan wanita untuk membuat redha suaminya, maka ia segera menyatakan bahawa anak itu laki-laki. Tetapi jika ternyata Allah berkehendak menentukan anak tersebut perempuan, maka syaitan memberitahu kepada pasangan suami isteri itu bahawa mereka tidak diredhai, atau keduanya tidak ikhlas dalam perngorbanannya, atau riak, hanya ingin pujian dari manusia. Begitulah kecerdikan tipuan syaitan. Padahal, masalahnya sangat sederhana dan tidak sukar. Bukankah jin sangat menyukai kebohongan, penipuan, dan kepalsuan sebagaimana manusia sanat menyukai air sejuk di hari yang sangat panas?
Kelahiran seorang laki-laki sesudah berlalu tiga puluh tahun usia perkahwinan kedua orang tuanya tanpa melahirkan seorang anak pun. Mereka juga meriwayatkan secara turun temurun bahwa kedua mata anak itu cacat sejal lahir. Ia suka tidur malam dan siang serta jarang bangun untuk menghisap susu ibunya yang berbadan besar.
Hal itu sejalan dengan sabda rasullullah s.a.w mengenai keluarga Dajjal, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya:
"Ayahnya tinggi, gemuk, dan hidungnya seperti paruh burun. Sedangkan ibunya fardhakhiyyah, yakni banyak dagingnya dan gemuk badannya. Kedua tangannya panjang, dan kedua payudaranya besar."
Oleh kerana anaknya tidak disusui oleh ibunya, maka ibunya terkena penyakit yang ditimbulkan oleh tertahan air susu, bahkan dapat mengakibatkan keracunannya yang berakhir dengan kematiannya. Jadi anak laki-laki itu sejak awal memang telah mendatangkan kesialan kepada ibunya dan bahkan sangat membahayakan ibunya sekalipun. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan junjungan kita, Nabi Muhamad s.a.w yang sangat jujur dan benar itu.
yang sungguh mengejutkan pula ialah bahawa anak laki-laki itu selama beberapa tahun diam dan hanya bergerak beberapa kali sahaja, sehingga orang tuanya menyangka bahawa ia lumpuh atau tuhan-tuhan mereka memurkainya. Maka mereka pun menyajikan pelbagai sajian tanda ketaatannya, tetapi sang anak laki-laki itu tetap saja seperti itu dan tidak mengalami perubahan.
Tiba-tiba pada suatu malam, anak itu bergerak meski pun sepanjang hidupnya sejalk empat tahun sebelumnya ia belum pernah berjalan. Padahal orang tuanya telah memberikan air susu kambing di sertai usaha untuk membangunkan dan mendudukkannya. Anak itu hanya meminum susu seteguk atau dua teguk sahaja, lalu ia tidur lagi. Orang tuanya tidak pernah merasa tenang, apakah anaknya masih hidup. Mereka pun meletakan tangan dan telinga mereka pada dada anak itu. Ternyata, mereka mengetahui bahawa anaknya masih hidup, betul apa yang dikatakan rasullullah s.a.w
"Kedua matanya tidur, tapi hatinya tetap terjaga."
Tiba-tiba anak itu bergerak bangun, sementara orang tuanya ada di sisinya sedang tidur, Ia mencuba  merangkak kemudian berdiri untuk berjalan dengan kedua kakinya. Setelah sebelumnya ia berjalan merangkak di atas kedua tangan dan kedua kakinya, tiba-tiba ia mampu berdiri di atas kedua kakinya. Kemudian ia berjalan perlahan-perlahan tanpa diketahui kedua orang tuanya, seakan-akan ada ruh lain yang menyusup ke dalam tubuhnya seraya memberitahu dan menuntunnya untuk berdiri dan berjalan. Tentu saja ia bukan ruh lain, melainkan jin syaitan (jinni mutasyaitan).
Memang kedua mata anak laki-laki itu cacat, dan ia dirasuki syaitan yang bersemayam dalam patung lembu. Lalu syaitan itu membawanya kepada patung lembu betina. Kemudian ia tinggalkan tidur disisi patung tersebut. Sang ayah pun bangun dan mendapati anaknya tidur di pangkuan tuhan-tuhan (dari patung lembu betina). Ia mencuba untuk  memahami  apa yang terjadi. Tetapi bagaimana mungkin ia dapat memahami hal itu dengan kaca mata kemusyrikannya? Sang ayah cuba memanggil tetangganyayang tidak mempercayainya, tetapi mereka menuduhnya bahawa sayng ayahlah yang membawa anak itu dan meletakkannya di pangkuan tuhan-tuhan tersebut. Sebab, sepengetahuan mereka anak itu lumpuh dan hanya dapat duduk. Berita pun semakin menyebar. Berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan dari dekat kejadian aneh yang terjadi pada anak laki-laki itu. Bahkan ramai pula yang mencari barakah darinya. Namun mata-mata hakim tidak mahu menerima begitu saja. Mereka membawa ayah anak itu ke hadapan hakim kota yang kemudian memaksanya untuk mengakui apa yang sebenarnya terjadi. Ia dipaksa untuk mengakui bahawa ia yang membawa anak tersebut ke pangkuan patung lembu betina. Tetapi sang ayah berkeras menolak dakwaan hakim. Lalu hakim memerintahkan supaya sang ayah didera dan dimasukan ke dalam penjara.
Kemudian, harus diakui ketika itu bahawa tidak ada yang berhak dituruti titahnya kecuali hakim agung yang mengusai negeri tersebut. Pada gilirannya, muncullah protes keras dan serangan dahsyat yang menginginkan kematian setiap orang yang menyembah lembu betina.
Berita tentang keajaiban anak laki-laki itu semakin menyebar sehingga disebut Ajubah as-Samirah (Keajaiban Samirah). Menurut hakim, anak laki-laki aneh itu dirasuki syaitan. Berita ini disebarluaskan ke pelbagai penjuru dunia.
Sang hakim ke seluruh penjuru dunia meminta bantuan tukang sihir dan para dukun untuk mengeluarkan syaitan dari anak laki-laki itu. Menurutnya syaitan akan menggoncangkan singgahsana atau `Arasy Tuhan.
Kerana ada berita itu, timbullah hiruk pikuk dan kekacauan di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya pelbagai masyarakat di belahan bumi mana pun jika ada suatu kejadian aneh dan ganjil.
Salah seorang yang berpura-pura sebagai filsuf (dari Samirah) berkata:
"Anak itu memang betul-betul keturunan Samiri. Dua huruf ra` dan ha` (dua huruf terakhir dari kata Samirah), dulu,
mengisyaratkan suatu negeri, iaitu ngeri Sam (bukan Syam), kerana Sam bin Nuh a.s adalah pendiri Gerakan Samirah setelah terjadinya banjir besar. Ketika Sam masih kecil, ia tidak banyak bergerak sehingga didatangi seorang malaikat, yang kemudian mengajarnya bagaiamana cara menggerakkan kedua kakinya. Anak itu adalah cucu dari Sam."
Tinggallah anak ajaib itu dalam pengawasan dan pemeliharaan tuan hakim di istananya. Setelah berlalu satu tahun, yakni ketika usianya mencapai lima tahun, anak itu mulai bangun dari tidurnya yang unik seraya bergerak dan mencuba berbicara dengan orang sekitar istana megah itu, meskipun dengan ucapan terbata-bata dan terputus-putus. Mereka menangkap aib pada kedua matanya. Mereka lalu mencuba mengubatinya. Akan tetapi, para doktor istana berkesimpulan secara pasti bahawa penyakit itu tidak akan dapat disembuhkan secara perubatan dan bahawa penyakit atau cacat itu nampaknya diciptakan oleh Yang Maha Kuasa sedemikian rupa untuk menjalani hidup seperti itu.
Hanya kira-kira satu bulan sahaja, ketika penduduk negeri itu sedang lelap tidur, tiba-tiba ada peringatan Tuhan kepada mereka, kerana mereka melakukan zina dan liwat (homoseks) seperti orang Sadum dan `Amurah. Tuhan berkehendak membuat rencana atas mereka. Dia memberi tangguh mereka sehingga tibalah saatnya perintah Allah untuk menyeksa mereka. Maka datanglah seksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka duga sebelumnya. Kemudian Allah swt memerintahkan Jibril untuk memendam mereka ke dalam bumi seperti dilakukan atas penduduk Sadum dan `Amurah. Yang tersisa hanyalah seorang anak kecil yang sedang berada di istana hakim. Jibril ditugaskan untuk membawa anak itu ke suatu pulau yang terletak di suatu lautan luas, yang disebut Laut Yaman. Laut ini mempunyai peranan penting di masa mendatang.
Kemudian anak ini ditinggalkan sendirian di pulau itu. Ia bertugas menjenguk setiap saat sesuai dengan perintah Allah swt, untuk menjaga dan memeliharanya, serta menyanyanginya dengan memberi makan dan minum.
Dengan demikian, sang anak itu akan kembali pada kebiasaannya semula, yakni banyak tidur dan sedikit bergerak. Sementara itu, Jibril kembali menghancurkan negeri yang penuh dengan kemaksiatan itu dan mengjungkir-balikkannya, sehingga bahagian atas negeri tersebut menjadi di bawah. Dan lengkaplah seksaan Allah atas orang kafir itu.
Kemudian Jibril kembali membawa makanan untuk anak itu dari rezeki Allah dan demi melaksanakan perintahNya tanpa batas, tanpa pertanyaan dan permohonan penjelasan dariNya. Allah menyayangi anak anak itu, seraya berfirman kepada Jibril:
"Hai Jibril, anak itu adalah hambaKu. Tetapi di akhir zaman ia mengaku sebagai tuhan yang disembah di muka bumi. Aku akan mengutuskan orang yang akan menyeksanya dengan seksaan pedih, dan akan membunuhnya pada suatu saat tertentu yang tidak akan diingkari oleh hambaKu. Orang tersebut adalah seorang nabi yang diutus pada suatu masa dan ia menjadi wali, tanpa wahyu, pada menjelang akhir zaman."
Pulau yang didiami oleh anak itu dikenali dengan nama
Jazirah ath-thu`ban ar-rahib wa ad-dabbah al-halba` (pulau ular mengerikan dan haiwan berbulu tebal).
Sebab menurut dongeng tentang pulau itu, setiap orang akan mati disengat ular yang panjangnya beratus-ratus meter. Sementara itu, haiwan berbulu tebal itu mempunyai lidah yang dapat bercakap-cakap dengan segala macam bahasa dimuka bumi ini dan menguasai pulau itu. Ular itu adalah penjaganya dan buta matanya. Haiwan berbulu lebat itulah yang mengarahkannya. Sang penjaga sangat taat dan selalu tunduk kepada tuannya seperti taatnya cincin kepada jari.
Pulau itu sebenarnya kecil bagaikan pulau kumpulan batu-batu yang membentuk suatu petak bumi yang penuh dengan pelbagai mata air tawar dan segar, serta dikelilingi pepohonan rendang yang saling berjalin dan berpintalan. Pulau itu juga dipenuhi dengan sumber-sumber kebaikan, baik berupa bunga-bungaan, tumbuh-tumbuhan, mahupun pohon-pohon epal berwarna kuning, berbentuk aneh seperti kepala jin yang nampak indah dan tersusun rapi, dan tidak seperti syaitan yang berbentuk hodoh dan berwajah buruk. Iklim pulau itu selamanya sejuk dan sering hujan.
Pulau itu terletak di Lautan Hindi dekat negeri Yaman. Bahagian laut yang penuh dengan pulau-pulau dan berdekatan dengan negeri Yaman disebut Laut Yaman, bukan Teluk Arab seperti diakui sebahagian orang. Pulau yang didiami oleh anak ajaib itu nampak jauh dan terpisah dari pulau-pulau yang jumlahnya banyak itu. Bahkan, dari kejauhan, pulau itu nampaknya seperti sebuah bintang yang terlepas dari gugusan bintang lainnya, atau bagaikan sebuah bulan lepas dari pusat peredarannya yang penuh dengan planet-planet lain. Ia menjadi suatu yang asing dan ganjil kerana ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.
Mulailah Jibril pergi siang dan malam, pagi dan petang mengunjungi anak ajaib itu, meskipun ia tidak mengetahui hakikat Jibril. Hal itu disebabkan, sebagai manusia biasa, ia tidak bersedia melihat Jibril, salah satu malaikat, kecuali dengan perkenan Allah swt sebab lainnya adalah bahawa anak ajaib itu selalu tidur lama sebagaimana penghuni gua.
Pada suatu hari ketika umur anak itu telah mencapai delapan tahun, mulailah kedua matanya terbuka diiringi dengan kesedaran hatinnya. Sesudah itu, ia tidak lagi banyak tidur. Ia hanya tidur sebentar sahaja. Mulanya, setiap kali bangun, ia mendapatan makanan dan minuman segar ada di sisinya, sehingga dengan mudah ia boleh makan dn minum, lalu tidur lagi. Sekarang, ia seakan-akan mampu berdiri, bergerak, sedar, dan berfikir. Bahkan ia dapat memancing ikan di air dengan petunjuk bisikan suara yang terdengar jelas oleh telinganya dapat memahami maksudnya secara jelas seperti seruan naluri yang berseru:
" Lakukanlah begini supaya kamu menjadi begini!." Nampaknya itu adalah bisikan dan pemeliharaan Jibril kepada anak itu.
Tidak salah lagi, ia mendapat menjalani kehidupan primitif yang menyenangkan, seolah-olah Robinson Crusoe dalam petualangannya. Mungkin juga, pengarang Robinson Crusoe memperolehi inspirasi kisahnya itu dari warisan sastera orang Arab dan umat Islam, bahkan dari musuh mereka sekali pun. Atau, ia bagaikan Fairuz kecil di pulau emas yang menakjubkan.
Sang anak ajaib mulalah berjalan-jalan melancong di sekitar pulau yang didiaminya itu, meskipun diliputi rasa kagum dan terasing, disertai rasa khuatir sambil selalu berwaspasda. Ia mencuba memberanikan diri dan maju terus pantang mundur. Ia berjalan sambil sembunyi-sembunyi dan penuh hati-hati.
Pulau itu nampaknya hanya dipenuhi dengan pelbagai macam burung dan beragam binatang. Rupanya, ia merasa bahawa dirinya adalah penguasa pulau itu. Tidak ada satu binatang buas dan jahat pun di pulau itu selain beberapa ekor ular yang merayap dari lautan menuju ke sana.
Pada suatu hari, dalam perjalanannya, ia dikejutkan oleh seekor binatang sangat besar, berbulu sangat tebal, dan mempunyai dua mata menonjol seperti mata lembu. Tiba-tiba, binatang itu berbicara kepadanya dengan bahasa yang dapat difahaminya secara baik. Binatang itu berkata:
"Engkau adalah seorang anak di selamatkan oleh Allah dari gempa yang dahsyat ketika bumi terbalik, yang terjadi di negeri Samirah. Engkau dibawa oleh malaikat agung, yakni Jibril. Ia membawamu ke sini. Dan ia juga mengurus makan dan minumanmu. Oleh kerana itu, janganlah engkau mengkhianati janjimu dengan Allah. Sebab , pada hati setiap anak Adam telah tertanam ketundukan kepada Allah dan keimanan kepadaNya selama ia masih berada dalam fitrah kesuciannya. Oleh itu, engkau sendiri mesti menjadi Muslim dan Mukmin yang yakin dan taat kepada Tuhan Pencipta alam ini. Dialah Tuhan yang Maha Esa.
Kemudian binatang besar itu memberi isyarat kepadanya agar mengikuti menuju ke sebuah longgokan batu. Disitu tertera tulisan dalam bahasa Arab yang jelas. Ia mengajari huruf demi huruf, dan iapun mengikutinya. Lalu binatang besar itu memberi isyarat kepadanya untuk mengikutinya lagi menuju kepada pelbagai longgokan batu yang lain. Longgokan-longgokan itu bertuliskan kata-kata sebagai berikut:
Pertama: "La ilaha illallah (Tidak ada Tuhan melaikan Allah)
Kedua: "Allahu Wahid la Syarika lahu (Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi Nya)."
Ketiga: "Engkau diuruskan oleh Jibril. Kerana itu janganlah kamu mengkhianati janjimu dengan Allah."
Keempat: "Hanya engkau saja dipulau ini"
Kelima:Makanlah dan nikmatilah makanan dari rezeki Allah ini sesuai dengan kehendakmu. Tidurlah sesukamu. Sembahlah Allah dalam pelbagai keadaanmu dengan tasbih-tasbih ke Esaan kepadaNya, yakni solat yang diwajibkan kepadamu. Allah lah Sang Raja. Allah lah Maha Esa. Dan tidak berayah dan tidak pula mempunyai anak. Allah lah Tuhan yang Maha Besar. Allah lah yang Maha Agung. Dan Allah lah yang Maha Raja."
Keenam:"Jadilah engkau anak masa kini, wahai anak kecil. Janganlah engaku menjadi anak masa lalu di pulau ini pada zaman  apapun."
Ketujuh: " Tidak ada kitab bagimu kecuali apa yang dibawa kepadamu oleh seorang Nabi terakhir, Nabi Muhamad s.a.w, yang datang  menjelang akhir zaman. Jika engaku mengimaninya, maka engaku adalah manusia masa depan yang beriman dan mempunyai keyakinan kepada Allah. Tetapi, jika engaku mengingkariNya, maka engkau adalah manusia masa depan yang dijanjikan akan mendapatkan seksaan Allah s.w.t. Sesungguhnya engaku berada diantara dua nabi yang berserah diri kepada Allah. Jika engkau beriman dan yakin kepada apa yang kami imani dan yakini, maka Allah akan memudahkanmu untuk mengimani penutup para nabi yang terdahulu dan pengganti nabi yang telah wafat. Ia bernama Muhamad Al-Amin. Ia akan lahir sebagai Nabi dan rasul di tengah-tengah kaum yang buta huruf. Ia berhijrah ke tempat yang banyak ditumbuhi pohon kurma, dan yang banyak mata air dan telaga air tawanya dengan tanah subur. jika engkau mendustakan nabi yang mendahului Muhamad, maka Allah akan menutup hatimu dengan tabir rain yang hitam.
 
bersambung dimasa mendatang insyallah.......
 
 
  
   
 
 
 
copyright@1999,wildanians@groupsyababwildans
copyright@1999,wildanians@groupsyababwildans
 
 
1