Alkitab boleh dibaca, atau dipelajari, dalam semangat yang sama seperti karya Milton, Shakespeare atau karya sejarah lain dan akan terlihat menarik dan menguntungkan; namun murid yang hanya membaca, atau mengkritik, bagaimanapun pintarnya dan sungguhnya usahanya, tidak akan pernah menemukan harta karun paling berharga di dalamnya kalau ia tidak memiliki penyala lampunya.
Paulus berkata, "Manusia jasmani tidak menerima hal-hal dari Roh Allah: karena mereka dianggap kebodohan baginya; tidak juga mereka dapat mengetahuinya, karena mereka secara rohani buta."
Lapar akan Firman sangat diperlukan. Alkitab seharusnya dipelajari seperti seorang yang lapar mencari roti.
Pembacaan formal sebagian "Firman" setiap hari dapat menjadi suatu nilai latihan rohani, namun untuk memperoleh keuntungan penuh dapat diterima dari kebenarannya mereka harus diterapkan untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi. Tukang roti mengendarai gerobak roti bisa membawa seribu potong roti per hati, dan akhirnya pulang kelaparan di malam hari; demikianlah pembaca Alkitab bisa meneliti sebagian besar Firman Allah dengan sedikit keuntungan, jika tidak ia membuatnya sebagai miliknya dengan kebutuhan pribadi dan memakannya.
Pengetahuan Langsung Terbaik. Banyak orang Kristen puas menerima semua kebenaran mereka disaring melalui pandangan beberapa guru, pelayan atau komentator, jarang, atau bahkan tidak pernah, langsung ke Buku segala buku untuk belajar sendiri. Mereka secara tak terelakkan menjadi penggema pendapat-pendapat orang lain; mereka tidak "didasari dalam kebenaran," karena itu mereka mudah "terbawa oleh tiap angin doktrin."
Adalah hari yang besar bagi seorang anak kecil ketika ia belajar untuk makan sendiri; sehingga itu menjadi saat baru dalam kehidupan orang percaya ketika ia membentuk kebiasaan untuk pergi setiap hari ke sumber-sumber orisinil dari kebenaran rohani untuk pertumbuhan pribadinya sendiri.
Pelajari Alkitab sebagai seorang Musafir yang berusaha memperoleh pengetahuan menyeluruh dan praktikal dari suatu daerah baru.
Pergilah menjelajahi ladang-ladang luas kebenaran; turun ke lembah-lembahnya; mendaki gunung-gunung visinya; mengikuti aliran-aliran sungai inspirasinya; memasuki aula-aula instruksinya; mengunjungi galeri-galeri potretnya yang menakjubkan.
Ingatlah bahwa banyak kesalahan doktrin telah tumbuh dari kekurangan perspektif rohani, atau pandangan sempit, dari kebenaran Alkitabiah. Juruselamat berkata, "Anda bersalah, tidak mengetahui Alkitab, ataupun kekuatan Allah."
Carilah untuk Mengerti Hal-hal Dalam dari Allah. Mempelajari "Firman" seperti seorang penambang menggali emasd, atau seperti seorang penyelam menyelam ke dalam kedalaman laut untuk mutiara-mutiara.
Kebanyakan kebenaran-kebenaran besar tidak terletak di permukaan. Mereka harus dibawa ke atas menuju cahaya dengan jerih payah yang sabar.
1. Metode Topik terdiri dari pemilihan suatu subyek dan menjejakinya melalui Alkitab.
2. Metode Biografi atau mempelajari berbagai karakter Alkitab, yang diketahui sangat menarik dan menguntungkan.
3. Mempelajari Kitab-kitab. Memilih sebuah kitab dan bermaksud menguasainya; memastikan pengarangnya, kepada siapa ditujukannya, lingkungan di mana ia ditulis, tujuannya, pengajaran utamanya, dan sebagainya.
4. Mempelajari Pasal-pasal dan Perkara-perkara Penting mempermudah murid dengan nilai berharga literator Alkitab.
5. Mengingat beberapa Ayat-ayat Emas yang dapat berfungsi untuk kebutuhan mendasar tertentu yang dapat muncul. Ayat Alkitab yang siap pakai kerap kali sangat berharga untuk orang-orang Kristen. Seperti tabib, yang memiliki penyembuh dan obatnya diatur dan dilabel, dalam kebinet ingatannya, supaya ada pada pemakaian mendadak.