Dept. of Soil Sciences, Faculty of Agriculture, Bogor Agric.University
Jl. Raya Pajajaran, Bogor 16143 - Indonesia
phone: 62-251-312642, 62-251-382548, fax: 62-251-312642
e-mail: soilipb@indo.net.id


Sejarah Singkat Jurusan Tanah, Faperta IPB (the English version is being constructed)

Jurusan Tanah IPB merupakan salah satu jurusan yang berada dibawah Fakultas Pertanian-IPB.  Sedangkan Fakultas Pertanian IPB sendiri berasal dari Fakultas Pertanian UI (sebagai kelanjutan dari Lanbouw Hogeschool yang didirikan 1940, dan mulai berdiri 1946) yang memisahkan diri  pada tahun 1963 (bersama dengan Fakultas Kedokteran Hewan) dan menjadi fakultas di Institut Pertanian Bogor.

Sampai dengan tahun 1981, fakultas pertanian IPB mempunyai delapan departemen, yaitu : Departemen Ilmu-ilmu Pengetahuan Alam, Departemen Botani, Departemen Agronomi, Departemen Ilmu kesejahteraan Keluarga Pertanian, Departemen Ilmu-ilmu tanah, Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Departemen Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan Departemen Statistika dan Komputasi. Berdasarkan PP No. 5 tahun 1982 maka istilah Departemen diganti dengan Jurusan. Jurusan Tanah kini merupakan salah satu dari lima jurusan yang ada di Fakultas Pertanian IPB setelah Departemen Ilmu Pengetahuan Alam, Departemen Botani, dan Departemen Statistika dan Komputasi memisahkan diri membentuk fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam bersama dengan Departemen Biologi dari Fakultas Kedokteran Hewan.

Berdasarkan PP No. 5 tersebut Jurusan Tanah menata struktur organisasinya dan kini memiliki enam buah laboratorium yaitu Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, Laboratorium Mineralogi, Genesis dan Klasifikasi tanah, Laboratorium Biologi Tanah, Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi; dan Laboratorium Perencanaan Pengembangan Sumberdaya Lahan. Sejak tahun 1975, Jurusan Tanah tidak hanya mengasuh Program Studi Tanah di S1 tetapi juga Program Studi Ilmu Tanah S2. Keadaan yang mendesak untuk melestarikan tanah terutama didaerah aliran sungai (DAS) mendorong dikembangkannya Program studi Pengelolaan DAS pada tahun 1985.

Dalam pengembangannya jurusan tanah mengalami perubahan kepemimpinan, struktur serta organisasi. Berbagai karya dan sumbangan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan negara telah dihasilkan oleh anggota jurusan tanah.

Dewasa ini Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB selain mengasuh program-program studi di atas juga telah mengasuh program S3 dan S0

Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB pada awalnya merupakan dua kelompok mata ajaran pada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang diasuh oleh dua orang profesor, yaitu: Prof. Dr. Ir. F.A.  van Baren dan Prof. Dr. H.J. Hardon.  Prof. Dr. Ir. F.A.  van Baren mengajar mata ajaran Mineralogi, m.a. Petrografi, m.s. Geologi dan m.a. Agrogeologi.  Sedangkan Prof. Dr. H.J. Hardon. mengasuh dua mata ajaran yaitu m.a. Ilmu Tanah dan m.a. Ilmu Pemupukan.
Karena perlop ke Eropa, maka kedua profesor ini kemudian diganti oleh Drs. F.F.F.E. van Rummelen yang menggantikan Prof. van Baren, dan Dr. J. van Schuylenborgh yang menggantikan Prof. Hardon.

Akibat usaha nasionalisasi pemerintah Indonesia, maka pada tahun 1957 kedua profesor berkebangsaan Belanda ini digantikan oleh Drs. Manus (menggantikan  Drs. F.F.F.E. van Rummelen) dan Dr. Ir. Tan Kim Hong (menggantikan Dr. J. van Schuylenborgh)

Kelompok mata ajaran yang dirintis oleh Prof van Baren termasuk dalam bagian Agrogeologi dan Mineralogi, sedangkan kelompok yang diasuh oleh Prof. Hardon termasuk ke dalam bagian Kimia Pertanian.  Pada masa Dr. Ir. Tan Kim Hong, maka bagian Agrogeologi dan Mineralogi dipecah menjadi dua yaitu: Agrogeologi (cikal bakal bagian Genesisi dan Kalsifikasi Tanah) dan bagian Geologi dan Mineralogi Tanah.  Jumlah bagian dalam kelompok Illmu Tanah ini kemudian bertambah lagi, yaitu bagian Pengawetan Tanah (sejak kembalinya Ir. Sitanala Arsyad, MSc, Ph.D) dan bagian Biologi Tanah (sejak kembalinya Ir. Goeswono Soepardi, MSc dari tugas belajar di luar negeri)

Nama dan jumlah bagian di bawah Departemen Ilmu Tanah timbul tenggelam dan berubah-ubah sesuai dengan keberadaan Kepala Bagiannya. Sampai periode 1974 terdapat lima bagian di Departemen Ilmu Tanah, yaitu: Bagian Tanah Umum, Bagian Kesuburan Tanah, Bagian Pengawetan Tanah, Bagian Genesa dan Klasifikasi Tanah, dan Bagian Geologi dan Mineralogi Tanah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1980 tertanggal 14 Februari 1980 tentang Pokok-pokok Organisasi Universitas/Institut Negeri, istilah Departemen Ilmu Tanah diganti menjadi Jurusan Tanah.  Dalam rangka penyesuaian itu pula maka istilah bagian berubah menjadi laboratorium dan diusulkan pula dua laboratorium baru, yaitu  Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi serta laboratorium Survai Tanah dan Evaluasi Tanah (yang kemudian menjadi laboratorium Perencanaan Pengembangan Sumberdaya Lahan).

Sarana Fisik
Gedung pertama cikal bakal Jurusan Tanah adalah sebuah bangunan di Jl. Jalak Harupat (dulu Jl. Salak) di sudut jalan yang menuju gedung RRI stasiun Bogor. Gedung ini digunakan sebagai kantor oleh Prof. Van Baren, sedangkan untuk keperluan praktikum digunakan bangunan-bangunan yang kini menjadi Pasar Ramayana. Kemudian dibangun Gedung Mineralogi, yang pada awalnya terbuat dari kayu, yang direnovasi pada tahun 1970. Bagian Kimia Pertanian menyewa sebuah rumah di Jl. Pangrango 2 (rumah milik Dr Marzuki). Kantor di jalan Pangrango ini digunakan sampai tahun 1950 yang kemudian meminjam sebagian ruangan Balai Penyelidikan Tanah di Jl. Ir H. Juanda sampai tahun 1954 sambil menunggu pembangunan kampus di Baranangsiang. Karena kebutuhan ruangan yang mendesak maka sementara gedung utama masih dalam tahap penyelesaian, Dr Van Schuylenborgh sudah memboyong peralatan laboratorium dan kantornya untuk menempati gedung utama. Bagian Kimia Pertanian inilah bagian yang pertama kali menempati gedung utama. Bagian ini menempati sayap utara,bagian  selatan dan bagian belakang. Di lantai bawah yang berhubungan dengan jalan digunakan untuk gedung persiapan contoh tanah dan percobaan padi (semacam rumah kaca). Bagian ruangan untuk percobaan padi ini kemudian dipinjam oleh IPB untuk ruang percetakan IPB dan baru diserahkan ke Jurusan Tanah setelah Unit Percetakan IPB mendapat ruang baru di Darmaga. Untuk keperluan percobaan-percobaan pot lainnya digunakan rumah kaca yang berada di sebelah utara Perpustakaan Fakultas Pertanian  IPB yang merupakan salah satu dari tiga rumah kaca. Kedua lainnya dikelola oleh Departemen Agronomi dan Departemen Ilmu Pengetahuan Alam. Ketiga rumah kaca ini kemudian dibongkar pada tahun 1976 dan dipindahkan ke lapangan disebelah barat Asrama Putri IPB. Di lahan bekas rumah kaca didirikan bangunan yang dikenal dengan P4S karena dibiayai oleh proyek P4S Departemen PUTL. Setelah pembangunan gedung P4S ini maka tambahan bangunan baru adalah gedung dibelakang gedung Mineralogi yang digunakan untuk Laboratorium Penginderaan Jauh.

Sampai akhir 1991, sarana fisik dalam bentuk ruang yang dimiliki oleh Jurusan Tanah relatif tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun (Tabel 1). Ruangan-ruangan tersebut tersebar ke dalam 4 unit bangunan.

Disamping ruangan-ruangan tersebut masih terdapat fasilitas lain dalam bentuk 4 buah rumah kaca, 1 "head house" rumah kaca, dan kebun percobaan, masing-masing memiliki luas 800, 100, dan 80.000 m2.

Ruang Kuliah
Ruang yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan kuliah oleh Jurusan tanah pada saat ini yaitu Ruang Mineralogi dengan daya tampung 40 orang. mengingat terbatasnya ruang kuliah di Jurusan Tanah, maka kuliah Jurusan Tanah sebagian besar menggunakan ruang-ruang kuliah di Kampus Pusat IPB Baranangsiang yang penggunaannya bersama-sama dengan S0, TPB, S2, S3, dan jurusan-jurusan lain.

Sejalan dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang memasuki IPB setiap tahunnya, maka penggunaan ruang kuliah di Kampus Pusat IPB Baranangsiang khususnya dan di seluruh IPB umumnya semakin intensif. Pada saat ini keterbatasan ruang kuiah dirasakan oleh Jurusan Tanah menjadi masalah yang semakin serius. Akibat keterbatasan ini pelaksanaan kegiatan akademik (kuliah, praktikum dan ujian) banyak yang harus dilakukan pada waktu sore bahkan malam hari.

Laboratorium Fisik
Jurusan Tanah memiliki beberapa laboratorium yaitu laboratorium Kimia, Fisika, Biologi Tanah, Potret Udara, Komputer, P3S-IPB, dan Mineralogi yang memiliki luas total 451.1 m2 . Laboratorium yang terbesar yang dimiliki Jurusan Tanah adalah Laboratorium Kimia yang memiliki ukuran 16.4 X 6.5 m. Daya tampung maksimum laboratorium tersebut adalah 50 orang mahasiswa. Akan tetapi untuk penyelesaian masalah khusus mahasiswa, hanya dapat tertampung 20 mahasiswa. Untuk menanggulangi masalah praktikum, maka praktikum di laboratorium dilakukan secara bergilir setiap minggu.

Kegiatan di laboratorium tidak hanya mencakup kegiatan S1, tetapi juga kegiatan S0, S2, dan S3, serta kegiatan penelitian staf dan kegiatan rutin yang menyangkut pelayanan pihak luar.

Diantara ruang-ruang laboratorium yang ada, laboratorium mahasiswa merupakan laboratorium yang paling tinggi tingkat penggunaannya. Di samping untuk praktikum yang sifatnya service course, ruangan ini digunakan untuk penelitian mahasiswa S1.

Tabel 1. Sarana Fisik Ruang Jurusan Tanah, 1993

No
Jenis Ruang
Daya Tampung (orang)
Luas (m2)
1 Ruang Praktikum Mineralogi
40
65
2 Laboratorium  : . .
  a. Mahasiswa 
30
100
  b. Rutin
10
30
  c. Penelitian S2, S3
4
25
  d. Fisika
12
60
  e. Foto Udara
30
70
  f. P4S-IPB
20
75
  g. Minerlaogi
8
40
  h. Biologi Tanah
8
50
  i. Komputer Foto 
   Udara
8
40
3 Ruang Staf
64
540
4 Perpustakaan
20
75
5 Ketua Jurusan
1
30
6 Administrasi
6
50
7 Ruang Diskusi
24
55
8 Gudang    
  a. Alat/Bahan Kimia
-
60
  b. Tanah
-
80

Beberapa Sumbangan terhadap Pembangunan

 
home

 
 
  1