Desakan Reformasi Menguntit Mahathir
Gerakan reformasi semakin meluas setelah Anwar Ibrahim ditangkap. Akankah Mahathir lengser keprabon?.
ESA hilang dua terbilang, satu mati tumbuh seribu. Desakan reformasi yang begitu kencang di Malaysia ternyata tak bisa diredupkan hanya dengan menahan seorang Anwar Ibrahim. Seminggu setelah ia ditangkap, aksi protes semakin menggema di beberapa tempat.
Sekumpulan massa yang berjumlah ribuan memggelar aksi unjuk rasa memprotes pemerintah usai salat Jumat di Masjid Agung Kuala Lumpur. Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Muhammad dan pembebasan aktivis prodemokrasi.
Dengan meneriakkan kata-kata 'Reformasi', 'Allahu Akbar', mereka juga membentangkan spanduk mendukung Anwar Ibrahim. Hanya berselang 30 menit diselenggarakannya aksi, polisi antihuru-hara mendekati massa dengan tongkat kecil dan perisai, lalu membubarkannya.
Walaupun pemerintah sudah menyatakan akan mengambil tindakan keras terhadap setiap kegiatan demonstrasi, tampaknya pernyataan itu tak dihiraukan para pendukung Anwar. Aksi lusa lalu merupakan yang kedua kali dilakukan di Mesjid Agung. Sebelumnya, Ahad minggu silam, tempat itu dijadikan Anwar gelanggang pertemuan dengan 10.000 pendukung yang menuntut diadakannya reformasi politik.
Sementara itu tekanan internasional terhadap penahanan Anwar datang bertubi-tubi. Mantan wakil PM itu ditahan berdasarkan Undang-Undang Antisubversif (Internal Security Act) yang membolehkan seseorang ditahan selama dua tahun tanpa proses peradilan. Anwar tak berjuang sendiri. Dari 132 yang ditahan Minggu lalu, tinggal 23 yang masih ditahan polisi termasuk Ketua Pergerakan Pemuda UMNO Ahmad Zahid Hamidi.
Pernyataan sikap pemerintah Amerika Serikat menyebutkan pihaknya sangat peduli pada penggunaan ISA yang membatasi hak berkumpul, kebebasan mengeluarkan pendapat, dan berkomunikasi di Malaysia. Perdana Menteri Australia John Howard pun berkata tak akan menarik kritiknya tentang pemerintah Malaysia yang telah mengarah ke otoriterisme.
"Saya ingin agar masalah di sana diselesaikan tidak melalui polisi ataupun aparat negara lain tapi lebih baik melalui kotak suara," ujarnya. Dengan kata lain Howard menganjurkan agar segera dilaksanakan pemilihan umum.
Setelah Anwar ditahan di tempat yang dirahasiakan, tekanan pemerintah terhadap keluarganya juga tak kunjung redam. Sang istri Wan Azizah Wan Ismail mendapat ancaman akan ditahan polisi jika ia berbicara di depan publik. Polisi juga telah memblokade dua jalan di sekitar rumahnya di Bukit Damansara dan menghalau para wartawan dan pendukungnya untuk masuk kawasan itu.
Wan Azizah juga sempat diinterogasi polisi Rabu lalu sehubungan dengan perannya dalam gerakan reformasi yang dipelopori sang suami. Setelah Anwar ditangkap, Azizah kemudian ditunjuk untuk meneruskan gerakan oposisi terhadap pemerintah. Ibu enam anak yang juga berprofesi dokter ini diselidiki atas dugaan membuat pernyataan yang menghasut.
Dalam rekaman video sebelum penangkapannya yang disiarkan di seluruh Asia Timur Rabu lalu, Anwar mengatakan Mahathir dan kroninya takut tak akan dilindungi kepentingannya jika kelak Mahathir lengser. "Mereka takut kalau saya mengambil alih pimpinan, kedudukan, kejahatan, dan penyuapan terhadap Mahathir tak akan aman," ungkapnya.
Di awal rekaman yang disiarkan CNBC Asia, Anwar menyampaikan pesan kepada enam anaknya. "Kalian harus menyadari bahwa semua tuduhan yang dialamatkan pada saya adalah kebohongan semata," ujarnya. Pria kelahiran 10 Agustus 1947 ini memberikan keterangan demikian atas tuduhan perilaku seks menyimpang, serta mengganggu ketertiban umum, mencampuri penyelidikan polisi, dan membocorkan rahasia negara. "Saya berharap dengan bimbingan Ibu, kalian semua tak akan berkecil hati,"
Mencermati perkembangan situasi terakhir di Malaysia, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan pengamat Malaysia, Dr. Alfitra Amman mengatakan kecenderungan-kecenderungan terakhir akan menimbulkan krisis politik yang semakin mendalam. Menurutnya dukungan masyarakat terhadap Anwar tidak bisa dihambat begitu saja. Mereka menganggap Anawar sebagai simbol perlawanan terhadap penguasa yang zalim.
Ia memperkirakan apabila kekacauan politik ini berkelanjutan maka perekonomian semakin memburuk dan akan mendorong Mahathir turun tahta. Amman tetap berkeyakinan semua tuduhan terhadap Anwar bernuansa politis. Dan tuduhan-tuduhan itu semuanya dianggap para alim ulama sebagai fitnah, sedangkan Anwar sendiri sudah bersumpah di atas Alquran. Sekarang ini masyarakat sudah tak percaya pada pengadilan.
Ia melihat penangkapan itu justru akan memperburuk citra Malaysia. Hal ini terbukti dengan dihentikannya bantuan Bank Dunia. Menurutnya pengekangan oleh Mahathir terhadap media asing akan berdampak negatif terhadap citranya. Sebaliknya, popularitas Anwar sangat terangkat.
Menyinggung peranan Wan Azizah, Amman mengatakan istri Anwar itu tak berpengalaman di bidang politik seperti halnya mantan presiden Filipina Corry Aquino. Tapi melalui diri Wan Azizah diharapkan akan timbul semangat antikezaliman. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BP-7 Pusat ini juga memperkirakan akan terjadi gerakan people power dalam waktu satu, dua bulan mendatang jika Mahathir terlalu ketat menggunakan UU Antisubversif dan mengekang media asing.
"Masyarakat Malaysia sedang mempelajari apakah model perlawanan di Indonesia bisa dilakukan untuk menjatuhkan Mahathir," katanya menambahkan. Amman juga melihat dukungan terhadap Anwar luar biasa. Hampir semua kelompok: generasi muda Islam, masyarakat kampus, partai oposisi, dan masyarakat perkotaan. Ia juga melihat beberapa tokoh UMNO yang masih pro-Mahathir sudah mulai menjaga jarak.
Peneliti muda ini kemudian mengatakan salah satu jalan yang bisa dilakukan Mahathir adalah membubarkan parlemen dan mengadakan pemilu secepat mungkin untuk memperoleh mandat baru. Persoalan yang muncul kemudian adalah pertama, seberapa besar masyarakat mendukung UMNO. Artinya dalam Pemilu mendatang suara yang diperoleh UMNO akan berkurang. Kedua, partai mana yang akan menjadi kendaraan politik Anwar. Menurutnya ada kemungkinan Anwar membentuk partai baru atau bergabung dengan partai oposisi yang berlandaskan Islam.
Boleh jadi, perjuangan reformasi pemuda yang menggunakan Anwar sebagai simbol dalam waktu dekat akan mengubah peta politik Malaysia.
.Hotma Siregar/C-1
Hak cipta © 1997-1998 Media Indonesia |