Media Indonesia OnLine
Kamis, 24 September 1998

Setelah Anwar Ibrahim Tersingkir Siapa akan Gantikan Mahathir Muhammad?

INTERNASIONAL 


KUALA LUMPUR (AFP): Peluang Anwar Ibrahim kembali ke pucuk pimpinan di Malaysia praktis sirna setelah dia ditangkap. Lalu siapa yang akan menggantikan Perdana Menteri Mahathir Muhammad?

Sampai akhir Agustus lalu, Anwar Ibrahim masih disebut-sebut ''putra mahkota'' pilihan PM Mahathir. Tapi masa depan politik Anwar berubah 180 derajat sejak 2 September lalu, setelah PM Mahathir memecat Anwar dari posisi menteri keuangan dan wakil perdana menteri. Sehari kemudian, dia dipecat dari Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO), partai yang berkuasa di Malaysia.

Sejak saat itu, peluang Anwar menjadi perdana menteri praktis sirna, minimal dalam waktu dekat. Memang, segala kemungkinan masih bisa terjadi sehingga Anwar tiba-tiba muncul kembali di panggung politik. Tadinya ada sinyal bahwa gerakan massa bisa mengembalikan Anwar ke orbit kekuasaan. Kampanye reformasi --dengan sasaran antara lain PM Mahathir mundur-- yang dia luncurkan mendapat sambutan.

Ketika mengkampanyekan reformasi di Pokok Sena --ibu kota negara bagian Penang di Malaysia bagian utara-- dua pekan lalu, sekitar 50.000 orang pendukungnya memadati stadion terbesar di kota itu. Antusias massa mendukung Anwar juga tampak saat dia tampil di negara bagian Mallaca. Sumber independen memperkirakan, 15.000-20.000 orang mendengarkan pesan-pesan kampanye reformasi Anwar.

Puncaknya terjadi Minggu lalu (20/9). Sekitar 50.000 orang pendukung Anwar berkumpul di sekitar masjid nasional. Juga untuk mendengarkan pidato Anwar. Namun malam harinya, polisi mendobrak rumah Anwar di pinggiran barat Kuala Lumpur... dan Anwar pun ditangkap.

Perjuangan reformasi memang belum berakhir. Istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, yang sampai bulan lalu tidak pernah terjun langsung ke kancah politik, mengambil alih tongkat kepemimpinan gerakan reformasi.

Namun di sisi lain, pemerintah Malaysia tidak tinggal diam. Berbagai langkah ditempuh untuk meredam gerakan reformasi. Rumah Anwar sejak Selasa lalu (22/9) diblokade dan para pendukung Anwar yang berkumpul di sana dibubarkan. Wan Azizah dilarang berbicara di depan umum.

Langkah ini dilanjutkan dengan larangan pertemuan umum gerakan reformasi di seluruh Malaysia. Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Rahim Noor, mengatakan bahwa polisi akan memfokuskan perhatian ke arah gerakan reformasi.

''Tadinya kami masih bisa menutup mata dan membiarkan mereka (para pendukung Anwar) berbicara (di depan umum) tanpa izin. Tapi sekarang kami tidak bisa lagi mentolerir. Kami harus bertindak sesuai keadaan, menyusul sejumlah insiden yang terjadi baru-baru ini,'' kata Abdul Rahim.

Dengan langkah-langkah itu, kecil sekali kemungkinannya gerakan reformasi bisa memaksa PM Mahathir mundur. Dengan kata lain kecil sekali kemungkinan Anwar tampil kembali ke pucuk kepemimpinan nasional Malaysia dalam waktu dekat, katakanlah tahun ini sampai tahun depan.

Lalu siapa yang akan menjadi pengganti PM Mahathir? Sampai saat ini belum ada kepastian, apakah PM Mahathir akan mundur dalam waktu dekat. Tapi bila diperhatikan usianya yang sudah mencapai 73 tahun, maka pembicaraan suksesi menjadi relevan.

Kalangan diplomat di Kuala Lumpur melihat ada tiga calon kuat. Mereka adalah Abdullah Badawi (menteri luar negeri), Najib Razak (menteri pendidikan), dan Tengku Razaleigh Hamzah. Ketiganya pernah berselisih dengan PM Mahathir, tapi belakangan kembali akur.

Para pengamat menilai, peluang ketiga tokoh ini bisa dikatakan sama. PM Mahathir pun sepertinya membiarkan orang menebak-nebak, karena sampai kemarin belum memilih salah satu dari tiga orang itu. Mungkin juga dia merasa tidak perlu terburu-buru menyebut nama, karena kongres UMNO baru akan dilaksanakan tahun depan.

Ketika mengadakan koferensi pers Selasa lalu (22/9), PM Mahathir mengaku akan segera pensiun. ''Saya berharap tidak terlalu lama lagi. Saya harus menemukan orang yang mampu, orang yang dihormati, dan yang mendapat kepercayaan rakyat,'' katanya.

PM Mahathir sepertinya mengesampingkan Razaleigh. Ini tergambar jelas pada pernyataannya beberapa waktu lalu bahwa salah seorang dari dua wakil ketua UMNO, akan dipilih --melalui Kongres tahun depan-- menjadi penggantinya. Dua wakil ketua UMNO saat ini adalah Abdullah Badawi dan Najib Razak.

Razaleigh berpisah dengan UMNO setelah hampir mengalahkan PM Mahathir pada Kongres UMNO 1987, tapi rujuk kembali dengan Mahathir tahun lalu. Abdullah Badawi yang kini berusia 58 tahun, pernah mendukung tokoh lainnya tapi sekarang loyal kepada PM Mahathir. Najib Razak yang kini berusia 44 tahun, pernah mengkaitkan diri dengan kelompok rival PM Mahathir, tapi akhirnya kembali ke kubu PM Mahathir. (Agd/W-1)


Hak cipta © 1997-1998 Media Indonesia 
  1