PM Mahathir dan Anwar Kembali Saling Serang
KUALA LUMPUR (AFP): Perang pernyataan antara Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad melawan Anwar Ibrahim, kembali memanas. PM Mahathir, kemarin, menantang Anwar agar menunjukkan bukti-bukti bahwa dirinya bersih dari berbagai tuduhan. Sebaliknya Anwar menyerukan agar PM Mahathir mengundurkan diri.
''Mahathir harus mundur dari jabatan perdana menteri. Saya secara resmi minta Dr Mahathir turun,'' kata Anwar di hadapan sekitar 10.000 orang pendukungnya di Kuala Ibai, sekitar 5 km sebelah selatan Kuala Lumpur. ''Saya tahu persis siapa (PM) Mahathir. Tidak ada orang yang lebih dekat dengan dia dibanding saya. Saya pernah bertemu dia setiap pagi. Saya jamin dia tidak mundur secara sukarela. Dia baru akan mundur bila rakyat menuntut reformasi,'' tegasnya.
Di hadapan masa yang berkumpul usai salat Jumat, Anwar kembali melontarkan keyakinannya bahwa aparat keamanan --polisi-- akan menahan dirinya setelah pesta olahraga Persemakmuran selesai. ''Bila saya ditahan, istri saya Wan Azizah akan mengambil alih pimpinan gerakan reformasi,'' katanya sambil memanggil istrinya naik ke atas panggung. ''Dia (Wan Azizah) siap melaksanakan reformasi,'' sambungnya.
Anwar kemudian menuduh PM Mahathir mempermalukan keluarganya dengan menahan saudaranya, konseptor pidatonya, dan dua orang sekretaris pribadinya. ''Besok rakyat akan marah kepada Anda. Anda telah berusia 73 tahun. Saya bisa memaafkan Anda, tapi rakyat tidak,'' katanya menunjuk PM Mahathir.
Kepada masa dan para pendukungnya, Anwar minta mereka agar menaati hukum. ''Bila Anda tidak mendengarkan saya, Anda akan menanggung risiko tertentu,'' tegasnya sambil menekankan bahwa perdana menteri yang fair akan mendapat dukungan, tapi perdana menteri yang kejam akan dilawan.
Menanggapi kampanye Anwar, PM Mahathir, seperti dikutip koran New Straits Times, kemarin, menantang mantan ''putra mahkotanya'' agar menunjukkan bukti untuk membenarkan dirinya bersih dari berbagai tuduhan, mulai hubungan seks yang tidak sebagaimana mestinya, penyuapan, sampai mengancam keamanan negara. ''Bila dia tidak punya bukti-bukti yang diperlukan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, dia diharapkan menunjukkan bukti-bukti di pengadilan,'' tukasnya.
PM Mahathir menuduh Anwar yang sedang mengkampanyekan reformasi dan menggalang dukungan, berusaha menyulut protes dan mengalihkan perhatian publik dari proses hukum. Anwar katanya mengitari diri dengan rakyat. ''Dia beranggapan dengan cara itu polisi tidak bisa menghadapkan dia ke pengadilan,'' katanya. ''Anwar berharap bahwa melalui dukungan publik, para pendukungnya akan berbaris mengikuti langkah-langkahnya dan menciptakan masalah,'' sambungnya.
Anwar memang merencanakan kampanye reformasi ke selurun Malaysia. Pekan lalu, dia berkunjung dan berpidato di hadapan puluhan ribu massa di negara bagian Penang dan Kedah di Malaysia bagian utara dan negara bagian Malaka di Malaysia bagian Selatan.
PM Mahathir tidak mau mengomentari pernyataan Anwar yang membandingkan tindakan polisi Malaysia --terhadap dirinya-- dengan taktik yang diterapkan oleh agen rahasia Israel, Mossad. Bila Malaysia punya polisi seperti Mossad, rakyat Malaysia katanya akan menderita. ''Kita semua bisa melihat tidak ada masalah. Rakyat bebas bergerak,'' ujarnya.
Tentang jabatan wakil perdana menteri yang lowong sejak Anwar dicopot dari posisi ini 2 September lalu, PM Mahathir mengatakan tidak perlu mengisi jabatan ini sampai pemilihan pengurus baru Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) --partai yang berkuasa di Malaysia-- yang dijadwalkan tahun depan.
Menteri Pendidikan Najib Tun Razak yang juga pengurus teras UMNO, memperingatkan tentang kemungkinan timbulnya anarki bila kampanye Anwar dibiarkan tanpa kendali. ''Apa yang dibutuhkan negara (Malaysia) saat ini adalah evolusi, bukan revolusi. Revolusi akan menimbulkan berbagai kesulitan bagi rakyat,'' kata Najib seperti dilaporkan media massa Malaysia.
Akankah karier politik Anwar berakhir setelah para pejabat tinggi UMNO berada di satu barisan dengan PM Mahathir? Kalangan pengamat menilai, Anwar masih akan bertahan dalam percaturan politik Malaysia, walau telah dicopot dari jabatan menteri keuangan dan wakil perdana menteri.
Dari atas Anwar memang tidak lagi mendapat dukungan. Namun harus diakui, Anwar mampu menggalang pukuhan ribu orang di lapisan bawah, dan ini sudah terbukti pekan lalu.
''(PM) Mahathir sendiri pernah dipecat dari UMNO, tapi bisa aktif kembali dalam politik dan bahkan menjadi perdana menteri. Kita tidak bisa mengabaikan kembalinya Anwar,'' kata seorang pejabat tinggi pemerintah yang terus memantau gerak-gerik Anwar. (Agd/W-1)
sis
Hak cipta © 1997-1998 Media Indonesia |