Media Indonesia OnLine
Senin, 14 September 1998

Kampanye Reformasi Dimulai. Anwar Ibrahim Tuduh PM Mahathir Pengecut

INTERNASIONAL 


POKOK SENA, MALAYSIA (AFP): Perang pernyataan antara Anwar Ibrahim --yang dicopot dari jabatannya sebagai menteri keuangan dan wakil perdana menteri-- dan Perdana Menteri Mahathir Muhammad makin meruncing. Anwar menuduh PM Mahathir pengecut.

Tuduhan ini dilontarkan di hadapan sekitar 50 ribu pendukungnya di negara bagian Penang yang berkumpul untuk mendengarkan pidato Anwar yang mulai melakukan kampanye reformasi ke seluruh negeri. Kampanye Sabtu lalu (12/9) menjadi pertunjukan terbesar bagaimana masyarakat mendukung Anwar. Siang hari ia mengunjungi kota asalnya, Bukit Mertajam, dan malamnya dilanjutkan berkendaraan 100 km ke utara, menuju Pokok Sena, keduanya di negara bagian Penang.

Di Pokok Sena Anwar disambut pendukungnya yang diperkirakan mencapai 50 ribu orang. Iring-iringan kendaraan para pendukung Anwar membentang sepanjang 7 km di jalan yang membelah hutan. Sedangkan di Bukit Mertajam ia disambut sekitar 10 ribu pendukungnya.

Dalam pidatonya, Anwar menyerang Mahathir secara langsung, tanpa tedeng aling-aling. ''Anda memiliki kekuasaan, memonopoli segala sesuatu. Anda memberi sesuatu pada anak Anda dan membuat orang lain miskin,'' ujarnya. Meskipun tidak menyebutkan nama PM Mahathir, serangan itu jelas ditujukan ke perdana menteri yang belakangan dia tuduh melakukan praktek nepotisme dan koncoisme .

''Dunia ini cukup besar untuk kebutuhan semua orang, tapi tidak cukup luas untuk kerakusan semua orang,'' kecam Anwar. Selain itu ia juga mengaku yakin, ''Semakin banyak ia mengkritik saya, semakin banyak orang yang datang mendengarkan saya.''

Anwar juga mengkritik pemerintah yang membuat media cetak berbahasa Melayu yang lebih dikekang, sehingga tidak seliberal koran berbahasa Cina. ''Para pemimpin takut orang Malaysia akan dibangkitkan oleh kebenaran,'' kata Anwar Ibrahim.

Dua orang wartawan pro-Anwar dari media berbahasa Melayu telah ditekan dan dipecat. ''Mereka menggunakan semua instrumen pemerintah, menggunakan semuanya untuk mengancam, tapi mereka tidak akan mampu menipu rakyat,'' kata Anwar.

Media massa di Malaysia memang disebut-sebut memihak kepada Mahathir dan dilaporkan masyarakat negara bagian Johor, yang berbatasan dengan Singapura dan Riau, banyak yang mengikuti luberan berita dari televisi Singapura dan Indonesia. Anwar sendiri lebih memuji pers Indonesia daripada pers Malaysia.

Anwar meninggalkan rumahnya di pinggiran Kuala Lumpur Sabtu siang, disertai iringan belasan mobil para pendukungnya, setelah perjalanan ke kampung halamannya ditunda dua kali.

Sementara itu, rencana pidatonya di dekat kampus universitas yang sedianya akan dilakukan Jumat malam, dibatalkan pada menit terakhir. Panitia membatalkan rencana tersebut karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Sementara di Pokok Sena, kepolisian setempat menyatakan bahwa para pendukung Anwar sudah meminta izin untuk mengadakan pengumpulan massa. Polisi mengizinkan Anwar berbicara selama satu jam.

Menanggapi perjalanan kampanye Anwar, seperti dilaporkan pers Malaysia kemarin, PM Mahathir mengatakan akan mengambil tindakan melawan Anwar jika dalam perjalanan keliling Malaysia dianggap mengganggu ketenteraman masyarakat. Tapi jika berjalan damai, pemerintahan PM Mahathir berjanji tidak akan melakukan tindakan apa-apa.

Mahathir juga mengatakan bahwa para anggota UMNO yang berada di pihak Anwar akan bisa dipengaruhi kembali jika pengadilan terhadap mantan ''putra mahkota Anwar'' itu digelar. ''Saat ini, mereka masih belum percaya apa yang kami katakan. Tapi nanti jika ada pengadilan, banyak hal yang akan diperlihatkan dan mereka akan percaya pada kami,'' kata Mahathir. ''Kebenaran akan diungkapkan.''

Anwar menghadapi banyak tuduhan jika dibawa ke pengadilan, mulai dari perilaku seksual, penyuapan, hingga mengancam keamanan nasional. Anwar menyebut tuduhan ini sebagai persekongkolan politik tingkat tinggi. PM Mahathir tidak menjelaskan secara rinci pemecatan Anwar yang pernah disebut-sebut calon penggantinya. Dia hanya menyebut Anwar 'tidak cocok' untuk jabatan yang diduduki dan pemecatan dilakukan dengan 'landasan moral'. Sampai sekarang belum ada dakwaan dari pengadilan. Yang banyak dipublikasi adalah pernyataan di bawah sumpah beberapa pejabat kepolisian Malaysia.

Pendukung Anwar memang menginginkan penjelasan lengkap dari pemerintah. ''Jika Anwar bersalah, ia seharusnya dituntut di pengadilan,'' kata seorang pendukung yang datang dengan dua anaknya ke Bukit Mertajam. Begitu pula dengan seorang insinyur etnik Cina yang mengatakan bahwa hal terbaik adalah ke pengadilan. ''Pemerintah harus memberi penjelasan,'' katanya. (NK/Br-1)


Hak cipta © 1997-1998 Media Indonesia 
  1