Media Indonesia OnLine
Sabtu, 12 September 1998

Anwar Ibrahim tak Indahkan Larangan Dakwah Salat Jum'at Serukan Reformasi

INTERNASIONAL 


KUALA LUMPUR (AFP): Salat Jumat rupanya dimanfaatkan benar oleh Anwar Ibrahim. Dua kali ia keluar rumah sejak dipecat sebagai deputi perdana menteri dan menteri keuangan hanya untuk melakukan salat Jumat. Dan kemarin, ia meninggalkan rumahnya di wilayah elite pinggiran kota menuju masjid Jamek Kampung Bahru yang terletak di pusat kota yang dihuni kelas pekerja.

Di depan sekitar dua ribu jamaah yang hendak menunaikan salat Jumat, Anwar mengecam larangan digunakannya masjid oleh dirinya. ''Apa gunanya masjid jika kita tidak bisa menggunakan untuk menerapkan keadilan?'' ungkap Anwar dalam pidato setengah jam yang sebentar-sebentar diselingi oleh takbir Allahu Akbar dan teriakan reformasi.

Pemerintah Malaysia, lewat departemen agamanya, telah melarang digunakannya masjid dan kampus untuk kegiatan politik. Dan pengurus masjid Jamek Kampung Bahru, Anwar tidak memperkenankan digunakannya pengeras suara milik masjid oleh Anwar. Kemudian Anwar berbicara menggunakan pengeras suara portabel yang diusahakan sendiri.

Anwar juga menyatakan akan terus berjuang melawan tuduhan polisi yang dialamatkan kepadanya. ''Saya tidak takut,'' kata Anwar. ''Meski mereka menggunakan pengadilan untuk melawan saya, meski mereka ingin menggunakan polisi melawan saya, saya tidak akan pernah menyerah. Saya akan terus berjuang,'' katanya.

Saat di tengah pidato Anwar bertanya, ''Siapa yang benar-benar pengkhianat?'' Para pendengarnya menjawab dengan tegas, ''Mahathir!'' Anwar Ibrahim juga menyatakan, ''Jika satu Anwar jatuh, seribu lainnya akan tumbuh.'' Anwar juga meminta para pendukungnya tidak membuat 'kesalahan' saat reformasi mendapatkan momentum. ''Jangan beri mereka alasan apa pun untuk menuduh kita menciptakan kerusuhan,'' kata Anwar. ''Mereka menunggu kita membuat kesalahan agar bisa memukul lebih keras.''

Di luar masjid, para pendukung Anwar menjual kaset berisi pidato Anwar Ibrahim dan mengedarkan selebaran meskipun sehari sebelumnya polisi menyatakan baru saja menyita kaset dan selebaran seperti itu. Di negara bagian Penang, wilayah asal Anwar, kaset pidatonya laris bak kacang goreng.

Sementara Partai Islam Sa Malaysia (PAS), partai oposisi Malaysia, menyambut baik munculnya dukungan masyarakat terhadap Anwar Ibrahim yang menyuarakan perubahan. ''Lembaga swadaya masyarakat yang bekerja sama dengan Anwar untuk melaksanakan reformasi merupakan perkembangan positif,'' kata presiden PAS, Fadzil Mohamad Noor di Harakah, surat kabar milik PAS.

''Ini merupakan pertanda meningkatnya kesadaran mereka yang mencintai negara dan keadilan,'' kata Fadzil. PAS merupakan oposisi terkuat melawan koalisi Barisan Nasional yang dimotori UMNO. Begitu kuatnya oposisi ini sehingga salah satu negara bagian, Kelantan, bisa dikendalikan oleh PAS dan bukan UMNO seperti wilayah Malaysia yang lain. Pekan lalu Fadzil telah berkunjung ke rumah Anwar.

Sedang komentarnya terhadap pemecatan Anwar, Fadzil mengatakan bahwa ini merupakan hak Mahathir Mohammad sebagai perdana menteri. ''Tapi rakyat butuh dakwaan dan alasan nyata mengapa seorang deputi perdana menteri dicopot saat negaranya sedang mengalami krisis ekonomi.'' (NK/W-1)

sis 


Hak cipta © 1997-1998 Media Indonesia 
  1