Rabu,
23 September 1998
Mahathir:
Anwar Meniru Indonesia
Kuala Lumpur,
Kompas
Gerakan proreformasi
yang menggoyang Malaysia beberapa hari terakhir ini sama sekali tidak menggoyahkan
posisi Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Ia hari Selasa (22/9) bahkan menuding
Anwar Ibrahim, melancarkan pemberontakan meniru model Indonesia. Secara
tegas orang nomor satu di Malaysia, yang sudah berkuasa selama 17 tahun
itu, menyatakan, tidak akan segera mengundurkan diri.
Ini merupakan
pernyataan pertama Mahathir setelah dua hari tutup mulut, sejak penangkapan
Anwar dan kawan-kawannya. Ia menyebut Anwar kembali ke masa lalu ketika
masih menjadi mahasiswa radikal dan menjadi pengacau untuk mengobarkan
kerusuhan.
"Jelas
bagi saya, ia berusaha untuk membangkitkan emosi guna menciptakan situasi
seperti di Indonesia yang setiap hari terjadi kerusuhan sehingga mengacaukan
kehidupan," katanya.
"Mereka
berharap dengan cara itu dapat menumbangkan pemerintah, terutama menyingkirkan
saya yang saat ini sudah berusia 73 tahun," lanjutnya, sambil tetap menuding
bahwa Anwar berencana menumbangkan dirinya.
Mahathir
menambahkan, hal itu tidak relevan. "Jika ia mengira dapat melawan saya,
saya akan bersedia bertarung melawannya, dan saya memiliki alasan kuat
bahwa akan menang," katanya yakin.
Ia tidak memungkiri
bahwa Anwar memiliki ribuan pendukung. Namun, ia mengatakan, "Sebagian
besar dari 22 juta rakyat Malaysia sangat senang dengan pemerintah." Ia
juga mengatakan, situasi di Malaysia tetap stabil setelah terjadi demonstrasi
besar-besaran para pendukung Anwar Ibrahim selama dua hari, Minggu dan
Senin lalu.
Soal
sodomi
Mahathir
juga mengatakan, Anwar dipecat karena perilaku seksualnya. Ia mengaku sudah
lama mendengar dan mengetahui tuduhan bahwa Anwar melakukan sodomi dengan
saudara angkatnya dan penulis pidatonya. "Tetapi, saya membutuhkan waktu
bertahun-tahun untuk mempercayai tuduhan itu," katanya.
Namun,
Mahathir kini mengaku yakin bahwa Anwar benar-benar melakukan hal itu.
Ia mengaku telah mewawancarai baik laki-laki maupun wanita yang mengaku
telah melakukan hubungan seks dengan Anwar.
"Saya telah
mewawancarai orang-orang yang ia sodomi, wanita yang diajak berhubungan
seks, sopir yang membawa wanita ke suatu tempat untuk menemui Anwar. Orang-orang
itu telah bercerita pada saya tanpa kehadiran polisi atau orang lain. Saya
katakan pada mereka, baiklah, kalau kalian dipaksa untuk mengaku katakan
saja, saya akan melindungi kalian. Tetapi mereka mengatakan, tidak, kami
tidak dipaksa polisi untuk mengaku. Kami mengungkapkan kebenaran, dan beberapa
di antara mereka mengatakan orang ini (Anwar) tidak pantas menjadi pemimpin,"
kata Mahathir.
"Orang lain tidak
memiliki informasi sebaik yang saya miliki," katanya, sambil mengatakan
ia sulit untuk mengungkapkan kasus itu karena tidak ingin membuat rakyat
shock seperti halnya pengungkapan skandal seks Presiden AS Bill
Clinton dengan Monica Lewinsky yang diketahui anak-anak.
Dijaga ketat
Wartawan
Kompas, Asep Setiawan dari Kuala Lumpur semalam melaporkan,
polisi membangun barikade-barikade di jalan yang menuju rumah Anwar Ibrahim
di Jalan Setia Murni 1 No 8 Bukit Damansara, Kuala Lumpur. Di rumah itu,
kini tinggal istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail yang melanjutkan perjuangan
suaminya, beserta keenam anaknya.
Sekitar
100 polisi ada di sekitar rumah Anwar. Setiap orang yang hendak menuju
rumah yang beberapa hari lalu menjadi pusat pergerakan proreformasi harus
melewati pos penjagaan polisi.
Polisi
juga mengusir para pendukung Anwar yang berkumpul di sekitar rumah mantan
deputi perdana menteri itu. "Wartawan tetap boleh tinggal. Yang lainnya,
orang lain, tidak boleh," kata seorang polisi.
Setelah
Anwar ditangkap dan ditahan berdasarkan Internal Security Act/ISA (Undang
Undang Keamanan Dalam Negeri), hari Minggu lalu-berdasarkan UU seseorang
dapat ditahan hingga waktu tak terbatas tanpa harus melalui proses peradilan-giliran
istrinya yang dilarang bicara di depan publik. Akan tetapi, ia tetap diperbolehkan
mengadakan jumpa pers.
Amnesti
Internasional yang berpusat di London, kemarin mengecam digunakannya ISA
untuk menangkap dan menahan Anwar dan kawan-kawannya. Menurut mereka, dengan
digunakannya ISA menunjukkan bahwa penguasa melihat aksi Anwar sebagai
aksi politik bukan tindakan kriminal seperti yang sebelumnya dituduhkan.
Namun, Mahathir
mengatakan, Anwar akan segera diajukan ke pengadilan. Menurut Mahathir,
Anwar ditahan dengan menggunakan ISA agar dapat diperiksa secara lebih
teliti. (AFP/Rtr/ias)
|