Selasa,
22 September 1998
Demo Proreformasi
Goyang Mahathir
Kuala Lumpur,
Senin
Suhu politik
di Malaysia semakin memanas. Penangkapan Anwar Ibrahim, hari Minggu malam,
tidak mengendurkan para pendukungnya untuk turun ke jalan dan meneriakkan
slogan-slogan proreformasi dan anti-PM Mahathir Mohamad. Kemarin, ribuan
orang kembali turun ke jalan, menyatakan dukungan bagi mantan Deputi PM
Anwar Ibrahim yang kini ditahan polisi.
Hari Minggu lalu,
sekitar 60.000 pendukung Anwar menggoyang Kuala Lumpur yang berakhir dengan
penangkapan tokoh idola mereka. Kemarin, sedikitnya 5.000 orang berdemonstrasi
di depan pengadilan tempat Anwar ditahan. Semula, menurut rencana Anwar
akan diadili hari Senin kemarin, tetapi dibatalkan setelah secara resmi
mantan menteri keuangan itu dinyatakan ditahan berdasarkan Internal Security
Act (Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri). Menurut UU itu, seseorang dapat
ditahan untuk waktu yang tak terbatas tanpa harus melalui proses peradilan.
Ribuan demonstran
lainnya berkumpul di rumah Anwar di Bukit Damansara, dan ribuan lainnya
berdemonstrasi di dekat Lapangan Merdeka. Mereka terus-menerus meneriakkan
yel-yel, antara lain "Mahathir turun!", dan "Hidup Anwar!".
Sama seperti
sehari sebelumnya, demonstrasi itu diwarnai bentrokan antara pendukung
reformasi (pendukung Anwar) dengan polisi Malaysia. Menurut pernyataan
pendukung Anwar semalam, dua demonstran tewas. Sementara itu, penangkapan
terhadap para pengikut Anwar mulai dijalankan.
Sementara itu,
Ketua Pemuda Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ahmad Zahid Hamidi
ditangkap di Sabah. Sekjen Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) Yusri Mohamad
melaporkan, empat tokoh organisasinya juga ditahan. Mereka itu adalah Ketua
ABIM Azam Abdul Rahman, Deputi Ketua Mukhtar Redhuan, Sekjen Shaharuddin
Badaruddin, dan Wakil Ketua Nasional Abdul Halim Ismail.
Demonstrasi dan
penangkapan itu berpengaruh terhadap pasar saham di Bursa Kuala Lumpur.
Indeks komposit Bursa Kuala Lumpur turun empat persen karena khawatir berlanjutnya
penumpasan gerakan prodemokrasi.
Khawatirkan
Anwar
Istri
Anwar, Wan Azizah Wan Ismail (46) sekembalinya dari gedung pengadilan mengatakan
khawatir akan jiwa suaminya. Ia bahkan khawatir suaminya akan disuntik
dengan virus HIV untuk menyudutkannya.
"Anwar
harus bebas!," teriak massa yang mendengarkan keterangan Wan Azizah yang
mengatakan, "Ia tak bersalah."
Wan Azizah menyatakan,
"Tenanglah, tapi jangan lupa perasaan Anda untuk menegakkan keadilan."
"Sejak
pukul 09.30 pagi ini, saya dan pengacara ada di pengadilan menunggu Anwar
dikenakan tuduhan. Namun kami menunggu sampai sekitar pukul 16.00 ketika
kepala polisi Dang Wangi, Zainal Abidim Ali, datang. Mereka bilang Anwar
takkan dikenakan tuduhan hari ini," tuturnya.
"Saya sangat
sedih dan kecewa bahwa polisi bertindak kasar, melukai para pendukung (Anwar)
dan masyarakat yang tak bersenjata," lanjutnya. "Mereka menendangnya dan
mendorongnya ke truk, serta menggunakan penyemprot air dan gas airmata."
Anwar dipecat
sebagai Deputi PM dan Menkeu Malaysia pada 2 September lalu. Kemudian ia
menyerukan gerakan reformasi dari rumahnya yang lantas berujung pada tuntutan
agar Mahathir lengser. Rumah Anwar untuk kedua kalinya digeledah
polisi. Mereka menyita sejumlah dokumen, termasuk kaset dan rekaman video
pidato Anwar.
Mungkin
jatuh
Sementara
itu, tokoh oposisi Singapura, Rajaratnam yang dihubungi Kompas kemarin
mengungkapkan, Mahathir kemungkinan jatuh setelah terjadi unjuk rasa besar-besaran
di Kuala Lumpur. Ia, katanya, mungkin dijatuhkan rakyatnya, atau mundur
dari jabatannya.
Menurut
Rajaratnam, Anwar memiliki masa depan gemilang, kecuali kejadian buruk
menimpanya. Ia menambahkan, orang yang menolak Anwar harusnya memahami
situasi sekarang. Mereka yang memobilisasi kekuatan untuk menolak Anwar,
dikatakannya, sebagai tindakan yang bodoh.
Reaksi dari mancanegara
terhadap krisis politik Malaysia bermunculan. Thailand mendesak Malaysia
agar menghindari tindak kekerasan menyusul penangkapan Anwar. Jubir Kemlu
Thailand, Kobsak Chutikul, menyatakan, sebagai tetangga yang baik, pihaknya
mengikuti perkembangan yang terjadi di Malaysia dengan saksama. Sedangkan
PM Australia John Howard menyatakan prihatin dengan penangkapan Anwar.
(AFP/Rtr/sep)
|