-Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.- (QS 30:21)
Rumah tangga teladan adalah idaman setiap insan, karena di dalamnya terkandung kasih dan sayang dan menjadikan rumah sebagai surga. Untuk menjadikan rumah sebagai surga diperlukan isteri sholihat dan suami yang shalih. Profil keteladan suami dan isteri ada pada qudwah kita yaitu Rasulullah dan Khadijah.
Rasulullah Muhammad SAW sebagai suami teladan
Rasulullah SAW sejak masa remajanya, sudah terkenal sebagai orang yang
berbudi mulia dan layak dipilih Allah untuk menjadi utusan-Nya dan teladan
bagi semua manusia baik dalam ucapan atau perbuatan. Allah SWT menegaskan
dalam firman-Nya.
-Sungguh telah ada dalam pribadi Rasulullah (SAW) suri teladan yang baik.-
(Q.S. 33:21)
Menginjak umur 25 tahun, beliau nikah dengan Khadijah binti Khuwailid.
Sejak itu beliau mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh ketentraman.
Rasulullah amat menghormati wanita, terlebih isterinya. Beliau bersabda:
-Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia, tidaklah
orang yang menghinakan kecuali orang yang hina.- Menghormati istri adalah
kewajiban suami. Al-Qur'an berkali-kali memerintahkan para suami agar
menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Perbuatan baik ini tidak
terbatas pada berlaku sopan terhadap istri saja tapi mencakup bersikap
sabar ketika menghadapi kemarahan istri sebagai rasa sayang atas
kelemahannya.Rasulullah menyatakan: -Wanita itu diciptakan dari tulang
rusuk. Bila kamu luruskan (dengan keras) berarti akan mematahkannya.- Hal
yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istrinya adalah
menampakkan sikap lembut, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk
dikritik, memaafkan kesalahannya dan memperbaikinya dengan kesabaran. Bila
terpaksa harus bertindak tegas, beliau lakukan hal itu disertai dengan
kelembutan dan kerelaan. Sikap tegas dan keras untuk mengobati keburukan
dalam diri wanita sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati
kelemahan dalam dirinya.
Ada contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering meluangkan waktu untuk bercanda dan bersenda gurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat, beliau pernah beradu lari dengan 'Aisyah, kadang beliau dikalahkan dan pada hari lain menang. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam pekerjaan rumah tangganya.Beliau menegaskan pentingnya bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Sabda beliau -Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut terhadap keluarganya.-
Ibunda Khadijah sebagai Isteri teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah wanita bangsawan Quraisy yang kaya, dia digelari 'Wanita suci' di masa jahiliyah dan juga di masa islam. Dalam usia empat puluh tahun Khadijah menikah dengan Muhammad yang ketika itu berusia duapuluh lima tahun. Khadijah telah menyiapkan sebuah rumah tangga yang tenteram bagi Muhammad, sebelum diangkat menjadi nabi dan juga membantu ketika beliau sering berkhulwat di gua Hira. Kasih sayang dan perhatiannya terhadap suami sudah teruji ketika Rasulullah SAW menerima wahyu di gua Hira.
Khadijah adalah wanita yang pertama beriman kepada Rasulullah SAW, ketika beliau mengajaknya untuk masuk islam. Sebagai ummul mu'minin Khadijah mendukung Rasulullah SAW dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta maupun keluarganya. Peri kehidupannya penuh kebajikan, jiwanya sarat dengan kehalusan.Pantaslah beliau kalau dijadikan istri teladan pendukung risalah dakwah Islamiyah. Wajar apabila Rasulullah SAW, sangat mencintai Khadijah r.a. dengan sabdanya: -Sesungguhnya aku telah diberi karunia dengan cintanya Khadijah kepadaku-.
Allah SWT memuliakan Khadijah dengan menyampaikan salam lewat malaikat Jibril. Abu Hurairah berkata: -Jibril datang kepada nabi SAW, dan berkata: -Wahai Rasulullah SAW, ini Khadijah datang kepadamu dengan membawa bejana berisikan lauk pauk atau makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, maka sampaikan salam dari Tuhannya dan dariku dan beri kabar gembiralah kepadanya tentang sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara dimana didalamnya tidak ada keributan dan kesusahan.- (HR Bukhari dan Muslim). Itulah sosok suami dan isteri ideal yang layak kita jadikan panutan agar tercipta rumah tangga yang senantiasa dinaungi oleh sakinah mawaddah wa rahmah dan diridhoi Allah SAW. Amin.
Wallahu a'lamu bish showab.(aff)
Diterbitkan oleh Pengajian Muslimah Sheffield.
Alamat Redaksi : 218 Darnall Road, Darnall, Sheffield S9 5AF