Islam menganjurkan ummatnya untuk selalu berlaku adil dan hidup secara damai dengan umat Ahli Kitab selama mereka tidak memerangi/ memusuhi. Lihat bukti sejarah. Adakah ummat Islam pernah membasmi kaum Nasrani atau Yahudi seperti yang pernah dilakukan kaum Nasrani saat di Inquisisi Spanyol? Waktu umat Islam memimpin dunia, kaum Nasrani dan Yahudi diberi kebebasan menjalankan ibadat, dilindungi hak-haknya, bahkan diberikan kesempatan untuk partisipasi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Tapi lihat waktu Crusades menyerbu Jerusalem! Lautan darah di mana-mana.
Seorang prajurit Islam yang gagah berani, Rob'i bin Amir di hadapan Rustum, panglima pimpinan pasukan Persia, pernah berkata: "Kami diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penyembahan makhluk kepada penyembahan Allah semata, dari dunia yang sempit ke dunia yang lapang, dari kesewenang-wenangan kepada keadilan."
Makanya seorang non-Muslim writer, Gustav LeBon pernah berkata: "Sejarah manusia tidak mengenal penakluk yang adil dan lebih lemah lembut kecuali orang-orang Islam."
Arnold Toynbee juga berkata: "Sewaktu pasukan Islam yang dipimpin oleh Abu Ubaidah (RA) memasuki sebuah wilayah/desa, penduduk wilayah tersebut yang beragama Kristen menulis surat yang berbunyi: 'Wahai kaum Muslimin, kalian lebih kami senangi daripada orang-orang Romawi, meskipun mereka seagama dengan kami. Kalian lebih menetapi janji, bersikap lemah lembut kepada kami, mencegah kesewang-wenangan yang menimpa kami dan mau menjaga diri kami. Tapi orang-orang Romawi itu menindas kami."
Khalifah Ali bin Abi Thalib memerintahkan kepada pasukannya :
"Janganlah memerangi mereka kecuali bila mereka memulai peperangan, karena
dengan rahmat Allah, kalian berada dalam kebenaran; dan biarkan mereka
hingga mereka yang memulainya sehingga akan merupakan suatu keunggulan lain dari sisi kalian terhadap mereka. Bila atas kehendak Allah musuh dikalahkan maka janganlah membunuh orang yang melarikan diri, jangan menyerang orang yang tak berdaya, dan jangan menghabisi orang yang cedera, dan jangan menyakiti wanita, sekalipun mereka menyerang kehormatan kalian dengan kata-kata kotor dan mencerca para perwira kalian, karena mereka lemah dalam watak, pikiran dan kecerdasan.
Kalian tidak diperintahkan berlaku buruk terhadap mereka walaupun mereka kafir. Bahkan di zaman jahiliyah, bila seorang lelaki menyerang seorang perempuan dengan batu atau tongkat, ia menjadi aib bersama keturunannya, sesudahnya."
Nahjul Balagha, Surat No. 14.