Apa yang dimaksud dengan ghurur? Bagaimana Allah menjelaskan ghurur dalam Al -Qur'an? Bagaimana umat Islam sebaiknya menyikapi "fenomena" ghurur?
Ghurur artinya tipuan. Kata ghurur(tanpa derivatnya) disebut tidak kurang dari 9 kali, yaitu: Ali Imran 3:185; AnNisa' 4:120; Al-An'am 6:112; Al-A'raf 7:22; Al-Isra' 17:64; Al-Ahzab 33:12; Faathir 35:40; Hadiid 57:20; dan Al-Mulk 67:20.
Dari ayat-ayat tersebut penting untuk dikutip ayat ini "Syaithan itu memberikan janji-janji kepada mereka (manusia) dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaithan itu tidak menjanjikan kepada mereka kecuali tipuan belaka." (An Nisa' 4:120).
Al Quran menyebutkan dua hal yang ada unsur ghurur (tipu daya) di dalamnya yaitu :
Janji-janji syaithan
Selain ayat yang sudah disebutkan di atas, bisa juga dilihat dalam surat Al An'am 6:112 : "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaithan (dari jenis) manusia dan (dari jenis)jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah sebagai tipuan..."
Dalam kisah Adam bisa dilihat bahwa Syaitan telah merayu Adam dan Hawa dengan perkataan bohong. Syaithan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam syurga)." (Al-A'raf 7:20). Maka Syaithan pun berikrar di hadapan Allah bahwa mereka akan berupaya menyesatkan manusia dengan berbagai cara.
Sehubungan dengan ikrar syaithan ini, seharusnya kita (orang beriman) mewaspadai setiap janji yang disampaikan oleh para syaithan, khususnya syaithan dari jenis manusia. Dalam upaya mereka merebut kekuasaan mereka memberikan janji-janji yang menguntungkan umat Islam. Waspadai setiap janji Syaitan itu, karena di dalamnya mengandung tipuan.
Kehidupan Dunia
"Katakanlah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanaman mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akherat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah dan keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Al-Hadiid 57:20; baca juga Ali Imran 3:185).
Jika kehidupan ini dibagi menjadi dua yaitu dunia dan akherat, maka secara teoritis manusia menginginkan kebahagiaan kehidupan dunia sekaligus akherat. Jika diharuskan memilih salah satu, maka orang Islam akan memilih kebahagiaan akherat. Sementara orang kafir akan lebih memilih kabahagiaan hidup di dunia. (Al-A'la 87:16)
Permisalan kehidupan dunia oleh Allah sebagai permainan, bukan berarti bahwa umat Islam diminta untuk mengalah dalam urusan dunia ini dan menyerahkan urusan dunia kepada orang kafir. Tetapi agar umat Islam waspada, bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, oleh sebab itu jangan melanggar aturan Allah hanya untuk mendapatkan kesenangan yang bersifat temporal.
Allah telah menjelaskan bahwa janji-janji syaithan itu adalah tipuan. Mereka, syaithan dan sekutunya, memberikan serangan informasi bahwa apa yang dijanjikan Allah dan rasulNya itu adalah tipu daya (Al-Ahzab 33:12). Upaya membingungkan umat dengan cara memberikan informasi-informasi yang menyesatkan ini berlangsung sampai saat ini. Ketika para mujahid yang dibantai, mereka beritakan bah wa yang dibantai adalah para pengacau keamanan.
Agar tidak tertipu, firman Allah berikut ini perlu direnungkan: "Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu dan takutlah kepada suatu hari yang (pada hati itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sungguh janji Allah adalah benar, maka jangan sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula penipu (syaithan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah." (Luqman 31:33).