Apa arti basyir? Siapa yang disindir Allah mendapat basyir? Siapa yang memang benar-benar mendapat basyir? Berupa apa saja basyir itu?

Basyir artinya berita gembira. Kata ini (tanpa derivatnya) disebut sebanyak 9 kali dalam Al-Qur’an, beberapa di antaranya:
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. (QS 2: 119), Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS 34: 28), Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS 35: 24), dan (Al Qur’an) yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan. (QS 41: 4).

Hanya saja kadangkala penyebutan kabar gembira ini bermakna sindiran, seperti:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. (QS 3: 21).

Mereka yang disindir Allah dengan kabar gembira (basyir) yang menakutkan adalah:

  1. Orang Kafir
    Dan apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,
    Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (nya).
    Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
    Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih.
    (QS 84: 21-24).
  2. Munafiq
    Berilah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (QS 4: 138).
  3. Orang Sombong
    Dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (QS 45: 8).
  4. Penimbun Harta
    Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka berilah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS 9: 34).

Adapun mereka yang benar-benar mendapat kabar gembira (basyir) adalah:

  1. Orang Beriman
    Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (QS 33: 47).
    Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (QS 2: 25).
    Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS 2: 223).
  2. Muhsin
    Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS 22: 37).
  3. Orang Taat
    Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).
    (Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.
    (QS 22: 34-35).
  4. Pengingkar Thaghut
    Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku. (QS 39: 17).

Kabar gembira dari Allah itu berupa: Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (QS 2: 25), Ampunan dan pahala yang mulia. (QS 36: 11), Kedudukan yang tinggi di sisi Allah. (QS 10: 2), Karunia yang besar dari Allah. (QS 33: 47), dan lain-lain. Bukanlah sebuah kesalahan jika kita berbuat baik, karena mengharapkan basyir, sebagaimana yang difirmankanNya.

Adanya basyir dari Allah ini sangat menarik untuk dicermati di sektor pendidikan. Memberikan kabar gembira (janji-janji) bisa dijadikan metoda kita dalam mendidik. Tetapi jangan sampai anak didik terbiasa dengan kabar gembira (motivasi) yang berupa materi, sebab motivasi- motivasi Ilahiyah lebih langgeng dan lebih bermakna. 1