GEDUNG GEREJA KATEDRAL
A. GEDUNG GEREJA KATEDRAL PADA TAHUN 1900
Arsitek gereja dibuat oleh seorang perwira zeni yang bernama Swartbol.
Dan kemudian digantikan oleh S. Fischer, seorang ahli pengairan. Tetapi
beberapa kali dirombak pekerjaan karena ternyata ia tidak tahu banyak mengenai
arsitektur gotik sebagaimana yang digambarkan oleh Swartbol. Seorang Cina
bernama Thio A Tek menjadi pemborong dan pelaksana pekerjaan pembangunan.
Pembangunan ditunda beberapa nulan karena rangka jendela dari besi tidak
kunjung datang dari Nederland. Tetapi akhirnya setelah kosijn besi tiba,
langsung dipasang di lobang jendela yang sudah disiapkan lebih dahulu dan
waktu satu bulan gedung selesai, dengan menara kecil dari besi dan 20 menara
mini sebagai perhiasan di pinggir atap. (Gambar
Gereja 1892-1900)
B. PEMUGARAN GEREJA KATEDRAL PADA TAHUN 1939
Gereja Katedral mempunyai kapasitas tempat duduk sebanyak 200 buah.
Itu tidak cukup lagi untuk menampung seluruh umat. Tambah lagi, sakristi
terlalu kecil dan tidak ada kursi pengakuan dan altar samping.
Oleh karena itu dibuat rencana memperbesar dan memugar gedung gereja,
dengan merombak tembok samping kiri dan kanan dan menambah sakristi di
bagian belakang di belakang panggung imam.
Yang sulit, ialah pembongkaran kedua tembok kiri dan kanan dan merobohkan
empat pilar yang menopang tembok asli gedungnya.
Waktu itu ada sebuah menara yang kecil di atas bubungan, rangka besinya
dan sudah berkarat. Di samping gereja sebelah selatan ada pula menara besar
dari besi di mana digantung tiga buah lonceng.
Menaranya tidak estetis dan merusak pemandangan gedung sehingga dibongkar.
Dengan kerjasama yang baik anatar pastor dan CMS (Celebes Missie Steunfonds).
Seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu kurang satu tahun.
Menara besi dibongkar dan didirikan menara baru yang langsung bersambung
dengan pintu masuk. Ruang sakristi dikerjakan sampai tuntas, dan
ditambah dua kursi pengakuan dibagian belakang dan dua altar samping di
bagian depan.
Renovasi selesai dalam waktu satu tahun dan Paska tahun 1940 dirayakan
dalam gedung yang telah dipugar itu.
C. PEMBOMAN BESAR MERUSAK BAGIAN DEPAN DIBELAKANG
ALTAR
Tanggal 9 Oktober 1943, kota Ujung Pandang Dibom oleh tentara sekutudan
satu bom yang cukup kuat jatuh kira-kira 10 meter lewat gedung Katedral,
sebelah Barat. Dimana sekarang gedung kantor baru Keuskupan Agung Ujung
Pandang.
Akibatnya : jendela warna di belakang altar rusak besar dan atap bocor.
Terpaksa lobang jendela dibelakang altar ditutup dengan batu dan ketiga-tiganya
menyatu dengan tembok.
Perbaikan kerusakan itu berlangsung agak lamba, karena sulit mendapatkan
barang. Tetapi ada seorang dermawan yang menghadiahkan kaca berwarna untuk
jendela-jendela samping kiri dan kana. Kaca warna itu memberi suasana khas
gereja Katedral.
D. PEMBUATAN PLAFON BARU DAN BALKON BARU
Pada tahun 1978 plafon seng diganti dengan plafon dari teak-wood. Dan
pada tahun 1984, balkon diganti dan diperbesar, sampai bisa menampung 120
orang.
E. RENOVASI GEREJA DAN SAKRISTI PADA TAHUN 1996
Atas dasar pertimbangan keadaan gedung gereja yang tembok-tembok dan
pilar-pilar, serta kebocoran atap pd beberapa bagian. Setelah diperiksa
oleh para ahli bangunan (2 kelompok yang diminta konsultasinya secara terpisah),
mereka menyimpulkan bahwa keroposnya tembok dan pilar, diakibatkan oleh
rembesan air (khususnya air garam), yang sudah mencapai ketinggian 4 meter
dari lantai.
Dalam rapat DEPA Pleno pada tanggal 18 April 1996 maka terbentuklah
Panitia Pembangunan.
Panitia mulai bekerja pada bulan Mei 1996 dan perbaikan serta renovasi
diselesaikan sebelum hari Natal tahun 1997