b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

SATU TEWAS TERTEMBAK, AMBON KEMBALI TEGANG

Tuesday, May 23, 2000/3:11:09 PM

Ambon, 23/5 (ANTARA) - Satu korban kembali melayang akibat terkena timah panas di bagian punggung kiri menembus jantung ketika terjadi aksi pelemparan bom rakitan di kawasan Jl. Dr. Tamaesa disusul penembakan peringatan ke udara Selasa siang sekitar pukul 13.10 WIT.

Pemantauan ANTARA di Ambon korban teridentifikasi bernama Oter Lesnussa yang sedang mengemudi becak di kawasan Jl. Said Perintah sekitar satu kilometer dari lokasi ledakan bom dan korban tertembak karena berada di arah yang sejajar serta terbuka dengan lokasi kejadian.

Akhirnya korban dibidik secara sejajar dari lokasi peledakan bom tepat menembus punggung belakang hingga jantung dan hanya bertahan hidup 15 menit kemudian menghembuskan nafasnya di Rumah Sakit Bhakti Rahayu.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian yagn tidak bersedia menyebutkan identitasnya menjelaskan bahwa awal pelemparan bom dilakukan oleh beberapa pelaku di kawasan Pohon Puleh, tepatnya di belakang sebuah kios penjualan kayu.

"Mereka melemparkan bom rakitan ke arah kendaraan bermotor yang berlalu lalang di kawasan itu namun tidak mengenai sasaran, hanya saja ledakan itu menimbulkan kepanikan warga," ujarnya.

Akibat pelemparan bom rakitan itu, aktifitas perkantoran, pasar dan sekolah tutup seketika, terutama para siswa SLTA yang baru menyelesaikan ujian akhir Ebtanas yang hendak pulang ke rumahnya tidak dapat melintasi kawasan pelemparan bom.

Ratusan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masuk kantor sejak pagi hari mendadak berlarian pulang ke rumah meninggalkan pekerjaannya, sementara ruas jalan Said Perintah yang merupakan tempat tertembaknya Lesnussa dalam sekejap sepi dari lalu lalang warga maupun kendaraan bermotor.

Sesuai informasi yang dihimpun ANTARA, isu merebaknya kerusuhan akan kembali muncul setelah usai pelaksanaan Ebtanas siswa SLTA yang berlangsung sejak Senin (22/5) kemarin dan rumor yang menimbulkan keresahan warga kota itu ternyata terbukti.

Hingga berita ini diturunkan, masih saja terdengar rentetan tembakan aparat keamanan untuk menghalau kelompok massa yang berupaya melakukan penyerangan terhadap kelompok lainnya.

(F.ABN03/PK01/PK02/ABN02/ABN01)

2305001508 NNNN

1