![]() |
||
|
Republika Online
Edisi 18 Feb 2000Pangdam Harus segera Selidiki Keterlibatan RMS
AMBON -- Tanggapan atas pernyataan wakil ketua MUI Maluku, Ustadz Wahab Polpoke, terus menggelinding. Pistos Noiya, anggota Tim Pengacara Gereja (TPG), mengaku terperanjat dengan pernyataan Polpoke yang menyebut kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS) terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Maluku selama setahun terakhir ini. Menurut Pistos, pihaknya telah lama menyelidiki keterlibatan RMS. ''Tapi sampai saat ini belum menemukan bukti,'' katanya kepada Republika kemarin.
Pistos mengaku gembira dan bersyukur karena ustadz Polpoke berani dan tegas menyatakan ada keterlibatan RMS. ''Kalau ditemukan bukti akan memperlancar upaya mencari tahu siapa saja oknum yang bermain di belakang layar kerusuhan Maluku,'' katanya.
''Tapi, asal jangan ada anggapan bahwa RMS itu Kristen, dan Kristen itu RMS,'' ujar Pistos. Ia pun meminta Pangdam XVI Pattimura menyelidiki dan meminta segera bukti-bukti keterlibatan RMS yang dimiliki ustadz Wahab Polpoke.
Sedangkan Pangdam XVI Pattimura, Brigjen Max Markus Tamaela, mengaku sangat terusik dengan pernyataan ustadz Polpoke. ''Saya sudah berulangkali menghubungi Pak Polpoke lewat telepon, untuk cari tahu kebenaran pernyataannya, tapi dia tak ada di tempat,'' kata Max Tamaela.
Max mengaku akan menunggu Polpoke kembali dari Jakarta, sebab sejak beberapa hari lalu, ustadz Wahab Polpoke bersama KH Ali Fauzi, ulama Maluku yang juga kedua DPC PBB Kodya Ambon, telah terbang ke Jakarta untuk melaporkan temuannya kepada para petinggi di pusat.
Sementara itu, jabatan Kapolres P Ambon dan PP Lease diserahterimakan dari Letkol Pol Drs Ghufron kepada Letkol Pol Drs Eko Satrio Agus Permadi, pada Kamis pagi (17/2). Letkol Ghufron yang telah bertugas di Ambon selama 10 bulan 10 hari itu selanjutnya dipindahkan ke Tuban, Jawa Timur, dan menjadi Kapolres di kampung kelahirannya itu. Sedangkan Kapolres baru yang masih bujangan itu, sebelumnya bertugas di Tsetse Polda Sulsel.
Kapolda Maluku, Brigjen Pol Dewa Astika dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan itu di Mapolres Ambon mengatakan bahwa serah terima jabatan adalah hal biasa. Hal itu, katanya, dilakukan untuk mengantisipasi setiap perubahan. ''Saya harapkan kesatuan Polri dapat lebih siap menghadapi tantangan tugas yang makin berat,'' kata Kapolda Dewa Astika.
Menyinggung soal kerusuhan Ambon, Kapolda Maluku menyatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Provinsi Maluku bersifat fluktuatif. ''Perubahan dapat terjadi setiap saat,'' katanya. Sehingga ia mengharapkan jajaran Kepolisian lebih sigap mengantisipasi setiap perkembangan situasi. Kapolda mengingatkan kondisi Kamtibmas yang labil itu membuat kehidupan masyarakat penuh ketidakpastian. ''Begitu pun roda pemerintahan, pembangunan, dan perekonomian,'' katanya.
Dewa Astika juga mengingatkan tantangan yang dihadapi Polri di Maluku makin kompleks. ''Antara lain masalah kriminalitas bermotif SARA. Sementara sarana dan prasarana yang menjamin pelaksanaan penegakan hukum masih terbatas,'' ujarnya.
Pada acara pisah sambut di aula Prima Bhakti Polres Ambon, dipenuhi gelak tawa. Kapolres baru, Letkol Esa Permadi menceritakan bahwa namanya yang berakhir Permadi, dalam tokoh perwayangan adalah figur jenaka yang dikenal beristri banyak. ''Tapi saya sendiri masih belum punya istri,'' katanya. Padahal, lanjutnya, ia telah bertugas ke berbagai daerah. ''Bahkan di Manado yang terkenal dengan wanita cantiknya,'' katanya disambut gerr... hadirin.
Selain itu Letkol Esa Permadi yang bertugas di Ambon pada Hari 'Valentine Day' itu mengaku membawa berkarung-karung kasih sayang. ''Yang akan saya bagikan kepada warga Ambon,'' kata Esa Permadi.