![]() |
||
|
Sisi Lain Kamp Laskar JihadHilal Thalib-lah Sponsor Utamanya
http://www.detik.com/peristiwa/2000/04/16/2000416-171206.shtmlReporter: Arif, Lukman, Nuruddin, Titis dan Luhur
detikcom - Jakarta, Penanggung jawab latihan Laskar Jihad Ahlusunnah Wal
Jama'ah di Desa Kayumanis, Bogor, sebenarnya adalah Hilal Thalib. Selain
merelakan kantornya sebagai sekretariat, Hilal-lah yang menyediakan
lahan tempat latihan buat Laskar Jihad.
Tidak tanggung-tanggung, Hilal menyediakan lokasi latihan seluas lebih
7.000 meter persegi. Tanah itu, kata Hilal, dibeli dari warga setempat
pada tahun 1998 dan 1999. "Tanah itu saya beli kira-kira satu tahun yang
lalu. Jadi masih anget," jelas Hilal singkat.
Sehari-hari Hilal bekerja sebagai pengacara. Ia lebih banyak menangani
kasus perdata. Kantornya, di Jl. Dewi Sartika 5A, Bogor, telah dijadikan
sekretariat sementara Laskar Jihad. Selain itu, Hilal juga menjabat
Kepala Koperasi Pengusaha Kecil yang beranggotakan 400 pengusaha kecil.
Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu pertama kali menginjakkan kaki di
Bogor tahun 1980. Sejak itu, ia menetap di sana dan akhirnya memperistri
orang Bogor. "Saya terpanggil dengan kegiatan Laskar Jihad beberapa
bulan setelah terjadi pembantaian muslim di Ambon," kata orang yang
paling dipercaya Djafar Umar Thalib itu.
Berikut ini wawancara detikcom dengan Hilal Thalib yang berlangsung di
kantornya, Jl. Dewi Sartika, Bogor, Jumat (14/4/2000) lalu.
Apa alasan Anda ikut dan menjadi sponsor kegiatan Laskar Jihad?
Sebagai muslim saya terpanggil untuk membantu sesama muslim.
Bagaiman awal kemunculan Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jama'ah?
Forum Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dimulai di Pondok Pesantren Ihyaus Sunnah
di Sleman, Yogyakarta yang dipimpin Djafar Umar Thalib pada tahun 1994.
Sekarang Djafar menjadi panglima Laskar Jihad.
Pondok Pesantren Ihyalus Sunnah merupakan pondok pesantren yang sangat
sederhana. Anda tidak akan tega melihatnya. Di sana tidak ada lantai
marmer dan bangunan modern. Yang ada hanya kesederhanaan. Hal ini
dilakukan untuk menumbuhkan jiwa sederhana. Sedangkan lahirnya Laskar
Jihad kira-kira dua bulan setelah terjadi pembantaian muslim di Ambon.
Siapa yang punya ide membentuk Laskar Jihad?
Ide pembentukan itu dari Djafar dan anggota Dewan. Anggota Dewan sendiri
dipilih dari tiap-tiap pesantren. Merekalah yang berhak mengambil
keputusan.
Apa latar belakang lahirnya ide pembentukan Laskar Jihad?
Kekecewaan. Ada diskriminasi terhadap penyelesaian kasus-kasus yang
berhubungan dengan umat Islam. Pemerintah bertindak diskriminatif.
Apakah muslim tidak berhak mendapat perlindungan? Kalau sudah begitu
ya... bubar. Apabila kasus yang menyangkut non-muslim, seperti Timor
Timur, semua pada ribut. Menko Polkam, Pangdam, Kapolri dicopot.
Tetapi pemerintah terlalu bertele-tele dalam menyelesaikan kasus Ambon.
Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di Maluku.
Kita memberi batas waktu sampai akhir April. Bila sampai batas itu nggak
ada reaksi.........
Jadi tujuannya?
Menyelesaikan kasus Ambon dan menghentikan pembantaian di sana. Sebagai
orang Islam, kita peduli terhadap umat Islam lainnya. Apabila tidak
peduli berarti bukan orang Islam. Di sana orang dibantai karena beragama
Islam. Seharusnya kita semua peduli.
Ajaran Islam melarang memerangi orang lain, tetapi bila diperangi, ya
tentu tidak akan diam. Di Madura yang mayoritas muslim saja tidak
terjadi pembantaian kepada non-muslim. Sementara di Ambon yang hanya 40%
saja seperti itu.
Apa bedanya dengan laskar-laskar jihad lainnya?
Memang banyak laskar jihad. Ada yang berjuang di jalur politik. Ada pula
yang berjihad dengan memberikan pengobatan. Sedangkan kita tidak berada
di jalur politik. Kita tidak di bawah kendali partai manapun.
Adakah dukungan dari parpol atau ormas?
Dukungan ada. Yang saya tahu dari Partai Bulan Bintang dan Egy Sudjana.
Apakah sudah menemui pejabat-pejabat pemerintah dan DPR?
Sudah. Presiden Gus Dur, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien
Rais.
Hasilnya?
Akbar memberi jawaban bersayap, Amien mendukung.
Bagaimana persiapan menjelang hari H?
Saat ini sekitar 7.000 Laskar Jihad sudah merapat di sekitar Ambon.
Semua tinggal menunggu komando. BKO-nya tetap ada disini. Sedangkan yang
sekarang dilatih secara militer di Kayumanis berjumlah 3.080 orang.
Kebanyakan berusia antara 20-30 tahun dan berasal dari Jawa Timur.
Mungkin karena di Jawa Timur banyak sekali pondok pesantren. Anggota
Laskar Jihad terdiri dari mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum. Latihan
itu dimulai tanggal 7 April lalu, setelah Tablig Akbar di Senayan.
Sebelumnya kita juga pernah melatih laskar di Pantai Selatan, Ngliyep
dan Cipondoh. Jaringan kita ada di 24 propinsi.
Tapi TNI tidak akan menyediakan kapal buat keberangkatan ke Ambon?
Itu urusan nanti. Kita punya formulanya, yang tidak bisa dibocorkan.
Mengapa memilih Bogor sebagai tempat latihan?
Alasannya dekat Jakarta. Selain itu medannya hampir sama dengan medan
sesungguhnya. Dan yang paling penting, gratis.
Siapa yang melatih Laskar Jihad?
Ada marinir dan AD. Tapi mereka sudah non aktif. Pokoknya kita sudah
siap darat dan laut. Mereka murni tanpa minta honor karena panggilan
hati. Jumlahnya sekitar 16 orang. Di luar Jawa, juga dilatih militer
yang sudah non aktif.
Apa syarat-syarat untuk menjadi anggota Laskar Jihad?
Muslim, punya militansi, berusia di atas 17 tahun, berbadan sehat dan
lulus tes fisik. Pokoknya nggak ada bedanya dengan di TNI. Kami punya 30
tim Dokter dari unversitas ternama, seperti UGM, yang berjumlah 30
orang. Mereka nantinya juga akan ikut berangkat ke Ambon. Pendaftaran
dilakukan melalui pesantren-pesantren.
Adakah ada famili Anda yang masuk menjadi laskar jihad?
Ada, keponakan saya. Usianya masih 18 tahun.
Mengapa tidak ada anggota wanita?
Karena wanita itu untuk dilindungi. Dalam peraturan yang telah
ditetapkan Panglima dan Anggota Dewan, wanita dilarang memasuki tempat
latihan karena bisa menimbulkan fitnah.
Apa materi latihannya?
Yang jelas latihan fisik seperti lari dan juga beladiri. Latihan dimulai
seusai Sholat Shubuh sampai petang. Selain itu juga tetap diberi bekal
ilmu agama. Pokoknya seperti di pesantrenlah.
Apakah juga dilatih menembak?
Tidak. Tetapi menggunakan senjata.
Senjata apa?
Samurai.
Apakah nanti akan menggunakan senjata api?
Kita lihat saja nanti.
Dari mana pasokannya?
Dari Anda ha.. ha.. ha....
Dana kegiatan Laskar Jihad ini dari mana?
Swadaya.
Ada dari luar negeri?
Kalau orang Indonesia yang tinggal di luar negeri banyak. Dana yang
mereka berikan berwujud uang atau cek. Siapapun boleh menyumbang, tapi
harus atas nama pribadi bukan institusi.
Ada pejabat yang menyumbang ?
Ada, tapi atas nama pribadi.
Ada kabar laskar jihad didanai bekas pejabat Orde Baru?
Tidak. Kita swadaya.
Apakah ada larangan dari aparat ?
Tidak ada. Bahkan Kapolwil, Kapolres dan Dandim mengunjungi tempat
latihan kemarin (11/4/2000).
Katanya kalau sampai tanggal 16 April, tidak meninggalkan tempat latihan
di Kayumanis akan ada tindakan dari aparat?
Memang kita ijinnya sampai tanggal 16 April. Kalau sebelum tanggal itu
sudah selesai nggak ada masalah.
Latihan di Kayumanis apa tidak mengganggu warga sekitar?
Tidak. Mereka justru senang karena banyak anggota masyarakat yang
bekerja di bagian dapur, kebersihan dan pengairan. Mereka semua dibayar.
Di samping itu keamanan di kampung itu terjaga.
Tapi ada warga yang mengeluh?
Mereka yang ngomong itu yang merasa terganggu dengan kita.
Apakah gerakan Laskar Jihad ini bagian dari upaya untuk menggoyang
Presiden Gus Dur?
Ha.. ha... Menggoyang? Mungkin Gus Dur yang bergoyang atau tergoyang.
Kita tak peduli siapa pemimpinnya. Kita hanya menuntut keadilan.
Bagaimana dengan nasib tiga wartawan yang masuk tempat latihan?
Memang beberapa hari lalu ada wartawan yang langsung nyelonong masuk
dapur. Itu kan tidak etis.