![]() |
||
|
Buntut Pertikaian Ambon Korban Tewas Jadi 23 Orang
Reporter: Tri Hartanto
http://www.detik.com/peristiwa/2000/05/17/2000517-192218.shtml
detikcom - Jakarta, Korban tewas akibat pertikaian di Ambon terus
bertambah menjadi 23 orang. Saat ini, suasana Ambon masih genting.
Kontak senjata antara pihak yang bertikai masih terus berlangsung.
Menurut sumber AJI di Ambon, sampai pukul 20.35 WIT, korban tewas
bertambah menjadi 23 orang, termasuk salah seorang aparat TNI. Konflik
di Kotamadya Ambon sendiri, saat ini sudah meluas sampai ke daerah
Wayhoka Karang Panjang Kecamatan Sirimawu.
Sementara Komandan Batalyon 303 Kostrad Kolonel Irfan Koesnaedi yang
nyaris tewas akibat peluru nyasar dari anggotanya sendiri, kini telah
dikirim ke Jakarta pada pukul 15.00 WIT. Kolonel Irfan terkena tembakan
di bagian kepalanya dan dalam keadaan kritis.
Menurut sember AJI, konflik tersebut bermula dari dihadangnya mobil
polisi yang bermuatan tiga orang perwira polri, Selasa (16/5/2000) pukul
16.50 WIT. Penghadangan itu, akhirnya mengundang bentrok massa antara
kelompok hijau dan merah di kawasan Mahardika.
Bentrokan massa terus berkepanjangan. Bahkan sampai jam 23.00 WIT,
bentrokan berbau SARA ini masih belum dapat ditenangkan. Bahkan, terus
berlanjut sampai Rabu (17/5/2000).
Konflik senjata saat itu, berlangsung di sekitar Jl. AM Sangaji, Jl. AY
Pati, Jl. Tamaela, Jl. Pahlawan Revolusi, Jl. Anthoni Ribok dan seputar
kawasan Merdeka Batu Merah.
Masalah lain yang timbul dari konflik tersebut, menurut sumber tersebut,
gara-gara aparat 509 dan 405 Kostrad mengerahkan 6 buah panser yang
berusaha mengisolir daerah konflik. Masing-masing sebanyak tiga panser
menghadang pengumpulan massa di kawasan Ayepatti dan AM. Sangaji serta
massa yang berada di Jl Anthoni Ribok, JL. Pahlawan Revousi dan Jl.
Tamaela.
Sementara itu, saat ini anak-anak dan wanita telah diungsikan ke
pinggiran kota Ambon. Dan pada saat berita ini diturunkan, telah terjadi
bentrokan sesama aparat Linud 7033 BS Brimob dengan kesatuan organik
yang ditugaskan mengamankan tempat kejadian. Namun, sampai saat ini,
penyebab pertikaian itu masih belum diketahui.
Buntut Pertikaian Ambon
Korban Tewas Jadi 23 Orang
Reporter: Tri Hartanto
detikcom - Jakarta, Korban tewas akibat pertikaian di Ambon terus
bertambah menjadi 23 orang. Saat ini, suasana Ambon masih genting.
Kontak senjata antara pihak yang bertikai masih terus berlangsung.
Menurut sumber AJI di Ambon, sampai pukul 20.35 WIT, korban tewas
bertambah menjadi 23 orang, termasuk salah seorang aparat TNI. Konflik
di Kotamadya Ambon sendiri, saat ini sudah meluas sampai ke daerah
Wayhoka Karang Panjang Kecamatan Sirimawu.
Sementara Komandan Batalyon 303 Kostrad Kolonel Irfan Koesnaedi yang
nyaris tewas akibat peluru nyasar dari anggotanya sendiri, kini telah
dikirim ke Jakarta pada pukul 15.00 WIT. Kolonel Irfan terkena tembakan
di bagian kepalanya dan dalam keadaan kritis.
Menurut sember AJI, konflik tersebut bermula dari dihadangnya mobil
polisi yang bermuatan tiga orang perwira polri, Selasa (16/5/2000) pukul
16.50 WIT. Penghadangan itu, akhirnya mengundang bentrok massa antara
kelompok hijau dan merah di kawasan Mahardika.
Bentrokan massa terus berkepanjangan. Bahkan sampai jam 23.00 WIT,
bentrokan berbau SARA ini masih belum dapat ditenangkan. Bahkan, terus
berlanjut sampai Rabu (17/5/2000).
Konflik senjata saat itu, berlangsung di sekitar Jl. AM Sangaji, Jl. AY
Pati, Jl. Tamaela, Jl. Pahlawan Revolusi, Jl. Anthoni Ribok dan seputar
kawasan Merdeka Batu Merah.
Masalah lain yang timbul dari konflik tersebut, menurut sumber tersebut,
gara-gara aparat 509 dan 405 Kostrad mengerahkan 6 buah panser yang
berusaha mengisolir daerah konflik. Masing-masing sebanyak tiga panser
menghadang pengumpulan massa di kawasan Ayepatti dan AM. Sangaji serta
massa yang berada di Jl Anthoni Ribok, JL. Pahlawan Revousi dan Jl.
Tamaela.
Sementara itu, saat ini anak-anak dan wanita telah diungsikan ke
pinggiran kota Ambon. Dan pada saat berita ini diturunkan, telah terjadi
bentrokan sesama aparat Linud 7033 BS Brimob dengan kesatuan organik
yang ditugaskan mengamankan tempat kejadian. Namun, sampai saat ini,
penyebab pertikaian itu masih belum diketahui.